
“Hmm kenapa aku tidak meminta nomor hand phone Anneke.” Gumam Bang Bule sambil mengusap usap layar hand phone nya.
“Tidak menyangka akhirnya aku membutuhkan orang stres itu.” Gumam Bang Bule lalu dia membuka layar lap topnya untuk mencari data data Anneke. Tidak sulit bagi Bang Bule untuk mendapatkan nomor hand phone Anneke, apalagi Anneke termasuk selebritis kampus dan juga aktif di media sosial.
“Hmm nanti saja aku hubungi dia.” Gumam Bang Bule setelah mendapatkan nomor hand phone Anneke. Bang Bule bangkit dari tempat duduknya. Bang Bule berjalan menuju ke kamar mandi, dia akan mandi keramas untuk menyegarkan tubuh dan otaknya.
Sementara itu di lain tempat di kantor pengacara Carol. Pengacara muda yang tampan itu, yang tidak lain adalah Carol Alfredo, bangkit dari kursi kerjanya. Sambil membawa tas kerjanya dia melangkah keluar dari ruang kerjanya.
Sejak tadi pagi Anneke terus saja menanyakan kapan waktu nikah sirinya. Sementara dirinya belum ada waktu untuk ke rumah sakit guna menjalankan program vasektomi nya.
Hari ini Carol meninggalkan tempat kerjanya lebih awal. Dia akan mendatangi klien sekaligus teman mesranya, yang tidak lain adalah Anneke si primadona kampus.
Carol terus melangkah menuju ke tempat mobilnya terparkir. Dengan cepat dia membuka pintu mobilnya dan dengan segera pula dia menjalankan mobilnya keluar dari halaman kantor nya untuk menuju ke rumah Anneke.
“Hmmm orang itu harus ditutup mulutnya dengan mulut.” Gumam Carol sambil terus melajukan mobilnya. Dia sudah sangat hafal dengan kesukaan teman mesranya itu.
Beberapa menit kemudian mobil Carol sudah memasuki halaman rumah Anneke. Setelah mobil diparkir Carol segera turun dari mobil dan dia segera melangkah menuju ke pintu utama rumah Anneke.
Sebelum Carol sampai di depan pintu. Pintu rumah Anneke sudah terbuka dan muncul sosok perempuan cantik dan sexy yang mengenakan atasan tank top dan bawahan celana hot pants. Ahh kenapa juga namanya celana hot pants apa karena pantat nampak hot hi hi..
“Hai Sayang sudah aku tunggu sejak tadi.” Sapa Anneke dengan senyum lebarnya.
“Pasti capek ya...” ucap Anneke selanjutnya sambil mencium Carol saat Carol sudah berada di depannya.
__ADS_1
Mereka berdua pun lalu segera masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ke ruang keluarga.
“Sepi An..” ucap Carol sambil mendudukkan pantatnya di sofa panjang yang ada di ruang keluarga itu. Carol pun melepas blazer nya dan melepas dua kancing paling atas pada kemejanya. Lalu dia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
“Papi belum pulang. Mami dan adik sedang jalan jalan ke mall.” Ucap Anneke sambil tersenyum menatap Carol lalu dia berjalan menuju ke ruang makan. Untuk membuatkan minuman buat Carol.
Beberapa saat kemudian
“Aku buatkan teh hangat buat calon suamiku.” Ucap Anneke sambil membawa nampan berisi cangkir teh dan satu kotak makanan kecil. Lalu menaruhkan nya di meja dan dia duduk di samping Carol
“Terima kasih Sayang...” ucap Carol sambil tangannya memeluk pundak Anneke yang duduk di sampingnya, lalu tangan kanannya terulur untuk mengambil cangkir teh yang ada di depannya.
“Hmmm segar, sesegar yang membuat dan membawa he.. he...” ucap Carol setelah menyesap teh hangat dari cangkirnya.
“Termasuk yang segar segar milikku ini he.. he...” ucap Anneke selanjutnya sambil ke dua tangannya memegang dua buah segar yang menempel di dadanya, semakin membuat menyembul dibalik baju tank top nya. Mata Carol pun tidak menyia nyiakan pemandangan segar di depannya.
Anneke pun terus menggoda Carol sambil menyandarkan tubuhkan pada tubuh Carol. Carol yang memang datang bermaksud untuk memenuhi hasrat Anneke agar tidak merengek menanyakan waktu nikah siri pun segera tangan dan bibirnya menjalar ke tubuh Anneke.
“Sayang kita ke kamar saja..” ucap Anneke sudah dengan suara parau seluruh tubuhnya sudah meremang karena sentuhan jari jari dan bibir Carol.
Mereka berdua pun segera berjalan menuju ke kamar Anneke.
Sementara itu di lain tempat di kamar Bang Bule. Bang Bule yang sudah selesai mandi dan sudah merasa tubuh dan otaknya sedikit segar. Dia segera mengambil hand phone nya untuk menghubungi Anneke. Beberapa kali dia menghubungi Anneke akan tetapi ada nada sambung namun tidak terhubung karena tidak diterima oleh Anneke. Sebab Anneke masih berasyik masyuk dengan Carol.
__ADS_1
“Hmmm apa salah nomor. Tetapi sepertinya benar.” Gumam Bang Bule sambil mengecek lagi nomor Anneke.
Sekali lagi Bang Bule menghubungi Anneke. Akan tetapi tetap saja tidak terhubung.
“Hmmm mungkin sedang mandi.” Gumam Bang Bule. Lalu dia mengecek chat yang dia kirim pada Ixora dan masih saja centang satu.
Bang Bule lalu menaruh hand phone nya. Dia lalu mengambil satu kantong oleh oleh dari Sang Mama. Oleh oleh yang berisi makanan kecil khas Belanda, dan Bang Bule pun kembali duduk di kursi rotan legendaris sambil menikmati oleh oleh dari Sang Mama.
Dan waktu pun berlalu. Kembali ke kamar Anneke yang panas karena gairah. Setelah satu jam lebih bergumul, Carol dan Anneke kini sudah terpuaskan meskipun sarang Anneke tidak ditembak oleh senjata rahasia Carol dan Carol tidak memuntahkan amunisinya di dalam sarang.
“Terima kasih Sayang.” Ucap Carol sambil memakai bajunya. Dia berharap dengan memuaskan Anneke keinginan Anneke untuk minta nikah siri dibatalkan.
“Sayang kapan nikahnya?” tanya Anneke yang masih terbaring dengan tubuh polos.
“Tidak usah nikah kan tidak apa apa, aku lihat kamu sudah bisa mendapatkan kepuasan.” Ucap Carol sambil menatap Anneke.
“Tidak bisa, beda dong!” ucap Anneke dengan nada tinggi.
“Kalau tidak nikah aku bocorkan rahasia itu. Aku mulai curiga Kak Carol tidak akan memenuhi syaratku.” Ucap Anneke lalu dia bangkit dari tidurnya.
“Aku akan berteriak, dan buka pintu kamar agar para pelayan melihat apa yang sudah kita lakukan. Aku suruh mereka memanggil Pak Er te agar menangkap, menggerebek kita dan kita dinikahkan paksa.” Ucap Anneke yang masih polos tubuhnya sambil bangkit berdiri dan akan berjalan .
“An, jangan An! Satu minggu lagi aku nikahi kamu. Tapi jangan berteriak teriak. Papaku pasti akan marah.” Teriak Carol sambil menarik tangan Anneke , Carol takut jika Anneke nekat membuka pintu dan berteriak sementara diri Anneke masih polos tubuhnya.
__ADS_1
“Okey.. satu minggu lagi.” Ucap Anneke sambil mengibaskan tangan Carol.