
“Ternyata Pelatih Bule keren itu yang menjadi pacar Ixora.” Gumam Anneke saat melihat masih ada foto Bang Bule dan Ixora di dalam akun media sosial Ixora.
“Aku harus cari cara agar Kak Carol tetap menjadi milikku. Sayang jika terlepas, dia sudah berada di dalam pelukanku.” Ucap Anneke dalam hati dan tampak terus berpikir pikir.
“Kalau tidak bisa mendapatkan Kak Carol, Ixora pun harus kehilangan orang yang dicintainya dan dia pun harus gagal mendapatkan Carol.” Gumam Anneke lagi dan masih di dalam hati
“Tapi bagaimana ya cara nya?” tanya Anneke pada dirinya sendiri di dalam hati sambil masih terus melihat lihat informasi tentang Ixora di akun akun media sosial Ixora yang sudah tidak lagi di up date Ixora sejak dia menyamar menjadi Isomah.
Anneke masih terus berpikir mencari cara agar bisa mendapatkan Carol dan menggagalkan perjodohan Carol dan Ixora.
“Disembunyikan di mana Ixora?” tanya Anneke pada dirinya sendiri akan tetapi kini tanpa sadar ucapan nya keluar dari mulut. Sampai Pak Sopir taxi on line itu pun turut mendengar. Dan tampak melihat Anneke dari kaca spion depannya.
“Apa Bule itu tahu kalau Ixora disembunyikan apa dia tahu kalau Ixora dijodohkan dengan Kak Carol.” Gumam Anneke dalam hati yang terus saja bermonolog.
“Aku harus mendekati Bule itu. Besok saat ada pelatihan aku datang lebih awal untuk menemui dia.” Gumamnya lagi
“Hmmm Okey begitu saja.” Gumam Anneke dalam hati sambil kepalanya mengangguk angguk. Anneke tersenyum puas saat sudah mendapatkan ide untuk menggagalkan perjodohan Ixora. Dan tidak terasa mobil taxi yang dia tumpangi sudah sampai di depan rumahnya.
Waktu pun terus berlalu. Dan kini adalah hari Sabtu di mana suatu hari yang sudah di rencanakan oleh Bang Bule dan Ixora akan melaksanakan rencana keluar dari kost.
Di pagi hari Ixora sudah rapi berpenampilan sebagai Isomah. Dia sudah janjian dengan Bang Bule. Bang Bule yang menyamar menjadi Kakek akan menjemputnya di hari ini. Mereka akan jalan jalan dengan alasan belajar membuat obat obatan tradisional.
“Kok belum dengar suara bel pintu pagar ya.” Gumam Isomah dalam hati sambil menatap layar hand phone nya untuk melihat waktu yang tertera. Sebab lima belas menit yang lalu Bang Bule mengabari sudah akan on the way.
“Apa vespa nya macet ya?” gumam Isomah di dalam hati.
__ADS_1
“Apa ditangkap polisi lalu lintas karena sudah tua vespa dan pengendaranya he... he...” gumam Isomah lagi sambil tertawa kecil saat ingat Bang Bule yang berpenampilan sebagai seorang Kakek dan mengendarai vespa tua.
“Semoga saja jika ada masalah bisa diatasi oleh Bang Bule.” Ucap Isomah kemudian berharap perjalanan lancar.
Isomah pun lalu keluar dari kamarnya. Dia akan memberi konfirmasi ulang pada Bunda Naura jika dia jadi akan belajar membuat jamu dan akan dijemput oleh Kakek Penjual Obat dan Jamu.
“Selamat pagi Bun.” Sapa Isomah pada Bunda Naura yang sedang merawat tanaman hias.
“Selamat pagi Is.” Jawab Bunda Naura sambil tersenyum
“Sudah siap kamu?” tanya Bunda Naura kemudian yang sudah tahu rencana Isomah akan belajar membuat obat obatan tradisional.
“Iya Bun, saya jadi akan belajar membuat jamu, nanti akan dijemput Kakek, katanya sudah on the way tapi...” ucap Isomah belum selesai kalimatnya sebab di depan pintu pagar sudah terdengar suara motor vespa tua berhenti.
“Tuh Guru yang kamu tunggu datang.” Ucap Bunda Naura sambil menoleh menatap pada sosok Kakek Penjual Obat yang masih duduk di atas jok vespanya karena baru saja tiba.
Sementara itu Bunda Naura yang sudah ditinggalkan oleh Isomah segera melangkah menuju ke pintu pagar. Akan tetapi saat sampai di depan pintu pagar.
TEEEEET... TEEEEEETTTT... TEEEEEEET...
Bunda Naura terlihat sangat kaget, lalu dia segera memegang dadanya yang berdebar debar dengan kedua tangannya, hingga botol spray tanaman yang tadi dia bawa jadi terjatuh karena saking kagetnya.
“Kek, kenapa masih juga dipencet itu bel, kan sudah ada orang yang akan membukanya pintu pagar.” Ucap Bunda Naura sambil menatap Kakek Penjual Obat, lalu dia membungkuk untuk mengambil botol spray tanaman yang jatuh tadi.
“He... he... namanya juga olang tua Nyah.. mata blawul.. otak seling lupa... maaf ya Nyah... he... he...” ucap Bang Bule sambil tertawa terkekeh kekeh benar benar layaknya seorang Kakek yang lupa dan tidak sengaja melakukan kesalahan. Padahal Bang Bule sebenar nya sengaja melakukan itu karena iseng dan mumpung bisa ngisengi Bunda Naura.
__ADS_1
“Hah.. bikin jantungan saja.” Ucap Bunda Naura sambil tangannya membuka pintu pagar.
“Makanya Nyah diganti suala delingnya yang enak didengal bial tidak jantungan he... he...” ucap Bang Bule masih tertawa terkekeh kekeh.
“Kakek tunggu sebentar Isomah sedang ambil tas.” Ucap Bunda Naura selanjutnya.
“Bial aku tunggu di sini saja.” Ucap Bang Bule yang masih berdiri di luar pintu pagar.
“Nanti aku buatkan jamu anti berdebal debal Nyah.. jamu jantung kuat yah...” ucap Bang Bule sambil tersenyum lebar menatap Bunda Naura.
Dan tidak lama kemudian Isomah datang dengan berlari lari kecil dan bibir nya terlihat tersenyum bahagia.
Isomah pun lalu pamit pada Bunda Naura saat sudah sampai di pintu pagar. Dan selanjutnya dia segera melangkah mendekati vespa tua Bang Bule di mana Bang Bule sudah duduk di atas vespa tuanya. Setelah Isomah duduk di jok boncengan dengan aman, vespa tua itu pun segera melaju meninggalkan lokasi rumah kost Isomah.
Bunda Naura menutup pintu pagar sambil tersenyum, dia merasa senang sebab tugasnya dari Nyonya William sudah dia lakukan dengan baik. Agar Ixora bisa mendapatkan resep jamu dan Obat obat tradisional dari Kakek Penjual Obat itu.
Sementara itu beberapa penghuni kost yang melihat. Hanya menertawakan dengan apa yang dilihatnya tadi. Bunda Naura yang kaget karena suara bel, juga Isomah gadis jelek dan miskin yang pergi dengan Kakek Kakek di hari Sabtu.
Sedangkan di lain tempat, vespa tua terus melaju di jalan raya. Dua orang yang duduk di atas vespa tua itu hatinya sangat bahagia dan riang gembira, bibir kedua orang itu terus saja menebarkan senyuman. Mereka benar benar tidak menyangka bisa jalan jalan berdua di hari libur.
“Beb... pegangan aku ya... “ ucap Bang Bule yang tangan kirinya melepas pegangan stang vespa dan terukur ke belakang untuk mencari tangan kiri Ixora dan Setelah nya dia taruh tangan kiri Ixora pada perut six pack nya.
“Bang tadi kok lama apa macet?” tanya Ixora dengan suara yang agak keras untuk mengalahkan suara deru ramai lalu lintas.
Akan tetapi belum juga Bang Bule mulutnya berbicara untuk menjawab pertanyaan Ixora, sudah ada mobil polisi lalu lintas yang sedang patroli berada di samping kanan vespa tua Bang Bule yang memberi kode agar Bang Bule menepikan vespanya.
__ADS_1
“Bang...” teriak Ixora dengan nada kuatir.