Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 160. Perjumpaan Ixora dan Bang Bule


__ADS_3

Menjelang subuh kapal sudah merapat di pantai. Nyonya William tampak tertidur dengan nyenyak dalam baluran jaket Bang Bule. Marcel menyandarkan kapal nelayan yang sudah dia sewa itu.


“Bangunkan dia Bul, nanti diculik lagi he... he... “ ucap Marcel sambil melangkah meninggalkan kapal. Sementara Bang Bule tampak sedang mengambil tas ransel nya. Bang Bule lalu berjalan mendekati Nyonya William.


“Nyonya bangun, kita sudah sampai...” ucap Bang Bule dengan lembut sambil menggoyang goyang telapak kaki Nyonya William yang masih memakai kaos kaki milik nya.


“Hhhhmmmm.” Gumam pelan dari mulut Nyonya William dengan mata masih terpejam mungkin dia merasa nyaman tidur bagai di ayun ayun karena riak ombak kecil.


“Nyonya, bangun nanti diculik lagi.” Ucap Bang Bule kini agak keras.


“Hah? Aku diculik lagi.” Suara Nyonya William dengan mata nya yang langsung terbuka lebar.


“Tidak Nyonya.” Ucap Bang Bule dengan sabar.


“Haduh badanku sakit semua.” Ucap Nyonya William yang kesulitan menegakkan tubuh nya. Bang Bule lalu membantu mengangkat punggung Nyonya William sampai bisa duduk dan selanjutnya tangan kekar Bang Bule membantu Nyonya William bangkit berdiri. Dengan sabar pula Bang Bule menuntun Nyonya William keluar dari kapal. Saat akan berjalan di tepi pantai Nyonya William melepas kaos kaki Bang Bule dan akan dipakai nya lagi saat berjalan di jalanan yang kering seperti tadi yang Nyonya William lakukan agar kaos kaki nya tidak basah.


Bang Bule dan Nyonya William terus berjalan mengikuti Marcel yang sudah berada di dekat mobil nya. Di dekat situ juga ada tiga mobil dan satu mobil polisi yang terparkir.


“Di mana Ixora dan Suami ku?” tanya Nyonya William sambil menatap dua mobil hotel.


Belum juga Bang Bule dan Marcel menjawab, dua orang nelayan yang baru saja melabuhkan kapal nya berteriak teriak memanggil mereka bertiga.


“ Bro, Nyah .. lewat jalan sini. Nona dan Tuan menginap di rumah kami.” Teriak dua nelayan yang sudah menginjakkan kaki nya di pantai dan terus berjalan.


Bang Bule, Marcel dan Nyonya William menoleh ke arah mereka berdua. Dua nelayan itu menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga lalu berjalan meninggalkan mobil mobil yang terparkir itu. Tampak dua mobil jendela nya terbuka.


“Siapa yang tidur di dalam mobil itu?” tanya Nyonya William dengan suara agak.


“Dua pengawal Nyonya.” Jawab salah satu nelayan yang terus berjalan mendekati mereka bertiga.

__ADS_1


Mereka berlima lalu berjalan menuju ke kampung Nelayan di mana Ixora dan Tuan William beristirahat di rumah nelayan itu.


Nyonya William berjalan berjingkat jingkat dan berjalan di posisi belakang, Bang Bule dengan setia menemani bahkan sering kali Nyonya William menggandeng lengan kekar Bang Bule.


“Bul, apa kamu bisa mengendongku lagi? Rasa nya kaki ku sakit dan perutku makin lapar.” Ucap Nyonya William dengan lirih. Bang Bule yang merasa kasihan segera maju ke depan, memindah tas ranselnya ke dada bidang nya dan berjongkok di depan Nyonya William untuk memberikan punggung nya pada Nyonya William.


Bang Bule segera melangkah dengan cepat meninggalkan tiga orang lainnya dan terus melangkah menuju ke kampung Nelayan. Satu orang nelayan juga mengikuti Bang Bule, dia berjalan setengah berlari untuk menyeimbangi langkah lebar Bang Bule yang cepat itu.


Beberapa menit kemudian Bang Bule yang menggendong Nyonya William sudah memasuki kampung Nelayan.


“Rumah nomor tiga itu Bro, rumah saya.” Ucap nelayan itu agak keras.


“Sudah Bul, turun kan aku!” suara Nyonya William yang ingin turun dari gendongan Bang Bule.


“Nanti suamiku marah.” Bisik lirih Nyonya William. Bang Bule pun menurunkan Nyonya William.


“Pa... “ teriak Nyonya William sambil berlari ke arah suaminya yang masih berdiri mematung.


“Ma.. “ ucap Tuan William lalu membentangkan tangannya dan segera memeluk istrinya yang sudah berada di depan nya.


“Mama kok pakai baju seperti orang hamil.” Ucap Tuan William selanjutnya setelah melepas pelukannya dan menatap penampilan istrinya sampai ujung kaki.


“Bajuku tidak sempat aku bawa keburu buru pergi takut buntalan itu datang.” Suara Nyonya William dengan kesal.


“Buntalan?” tanya Tuan William. Bersamaan dengan itu Marcel dan satu nelayan juga sudah sampai mereka semua lalu diajak masuk ke dalam rumah.


“Itu orang yang menculik aku.” Jawab Nyonya William sambil mendudukkan pantat nya di sofa.


“Dia itu mafia.” Ucap Bang Bule dan Marcel secara bersamaan mereka pun juga mendudukkan pantat nya di sofa ruang tamu itu.

__ADS_1


“Ha? Mafia kok macam gitu tidak seperti mafia mafia yang aku di novel novel yang aku baca.” Suara Nyonya William dengan nada heran


“Dia mafia obat obatan. Dia juga sedang dicari polisi karena memproduksi obat yang justru membuat kesehatan orang yang mengonsumsi sakit parah akibat efek samping nya. Banyak orang meninggal akibat minum obat nya itu.” Ucap Marcel kemudian.


“Oooo maka nya tidak suka dengan penelitian Ixora.” Gumam Tuan dan Nyonya William secara bersamaan.


“Iya dia buat obat untuk sakit A tapi efek samping nya membuat sakit B jadi agar orang beli obat untuk sakit B, terus obat untuk sakit B punya efek samping sakit C, agar orang beli obat untuk sakit C....” ucap Marcel memberi penjelasan pada orang orang yang masih menatap nya.


“Benar benar licik dan rakus tidak mengobati malah membuat orang tambah sakit.” Saut dua orang nelayan yang juga turut duduk di ruang tamu itu.


“Kenapa bisa beredar di masyarakat?” tanya Nyonya William sambil menatap wajah tampan Marcel. Bersamaan dengan itu muncul dua orang perempuan datang dengan membawa nampan berisi minuman dan aneka makanan yang terlihat masih hangat karena mengeluarkan aroma sedap. Nyonya William yang sudah kelaparan pun kini lebih tertarik menatap piring piring makanan yang sudah berada di atas meja.


“Nama nya juga mafia punya jaringan di mana mana Ma.” Ucap Tuan William sambil memeluk bahu Nyonya William dari samping karena dia paham isterinya sudah kelaparan bahkan bunyi KRUCUK KRUCUK dari perut istrinya pun dia dengar.


Saat mereka masih berbincang bincang tentang mafia obat obatan. Bang Bule celingukan ke dalam mencari sosok Ixora yang sudah sangat dia rindu kan. Berbeda dengan Nyonya William yang perhatiannya pada makanan dan minuman hangat di meja, pandangan Bang Bule masih ke arah dalam tidak terpengaruh oleh hadir nya makanan dan minuman yang masih hangat hangat itu.


“Silakan diminum dan di makan.” Ucap dua perempuan itu dan selanjutnya mereka memperkenalkan diri.


Sementara itu, di dalam kamar Ixora yang masih tertidur telinga nya sayup sayup mendengar suara Mama nya. Dia lalu membukakan mata nya.


“Mama... Mama sudah datang, aku tidak bermimpi...” ucap Ixora lalu bangkit dari tidur nya dan segera melangkah keluar dari kamar nya. Ixora terus berjalan menuju ke ruang tamu.


Dan....


Bang Bule yang sejak tadi pandangan mata nya menatap ke dalam. Jantung nya langsung berdetak lebih cepat saat melihat sosok Ixora yang tengah tergopoh gopoh berjalan dengan rambut panjang nya yang masih acak acak an, akan tetapi bagi Bang Bule malah membuat Ixora tampak sexy.


“Ixora.” Ucap Bang Bule yang tanpa sadar langsung berdiri dan berjalan mendekati Ixora.


“Bang Bule...” suara Ixora dengan nada yang teramat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2