
Anneke pun akhirnya berjalan menuju ke kolam renang yang berada di mansion Alfredo. Dia diantar oleh satu orang pelayan. Melihat mewahnya isi di dalam mansion Alfredo, Anneke semakin bersemangat untuk mendapatkan Carol.
“Nona itu Tuan Muda Carol sedang di dalam kolam, silahkan Nona menunggu di kursi.” Ucap sang pelayan sambil menunjukkan kursi santai yang ada di lokasi kolam renang.
“Saya kembali ke tempat pekerjaan saya, juga Tuan Muda akan marah jika saya berada di sini tanpa dia panggil meskipun saya disuruh oleh Nyonya Alfredo mengantar Nona.” Ucap Sang pelayan lalu pamit.
“Benar kamu harus segera pergi aku akan bercinta dengan kekasih ku di dalam kolam renang.” Ucap Anneke dengan sombong dan halu tingginya. Sang pelayan yang mendengar ucapan Anneke pun segera lari terbirit birit.
Anneke tersenyum, lalu dia berjalan mendekati kolam renang. Dia melihat Carol yang sedang renang di dalam kolam. Air yang jernih memperlihatkan tubuh putih bersih dan atletis Carol yang sedang bergerak gerak di dalam air kolam. Anneke menelan air liurnya melihat pemandangan itu. Apa lagi tubuh Carol hanya terbalut pakaian minim yang hanya membungkus bagian tubuh rahasianya.
“Aku harus melakukan apa yang sudah aku rencanakan tadi.” Gumam Anneke sambil terus berjalan semakin mendekat ke dalam kolam. Carol yang sedang berenang bergerak ke seberang sana tidak melihat dan mendengar ada orang yang sedang datang.
Dan tiba tiba....
“Aduuuuuuhhhhh... Toloooooong.....” teriak Anneke yang menjatuhkan diri ke dalam kolam lengkap dengan high heel dan pakaian sexy nya, akan tetapi tas dia sudah dia letakkan di pinggir kolam.
Carol yang mendengar ada suara perempuan berteriak segera menoleh dan membalik untuk berenang mendekati Anneke.
“Kak tolong aku...” teriak Anneke yang kesulitan bergerak karena baju rok mini nya yang sangat ketat. Hanya kedua tangannya bergerak gerak kecipak kecipuk agar tidak tenggelam.
“Kamu kenapa jalan tidak hati hati.” Teriak Carol lalu dia mempercepat gerakan renangnya menuju ke tempat Anneke.
__ADS_1
Setelah berada di dekat Anneke, Carol segera menarik tangan Anneke untuk diajak naik ke atas kolam. Akan tetapi Anneke malah memeluk tubuh Carol dan selanjutnya langsung mencium bibir Carol. Dan tidak berhenti sampai di situ dadanya pun di dekatkan pada dada Carol hingga tanpa jarak. Ciuman Anneke pun semakin mengganas, saat merasakan ada yang menegang di bagian tubuh rahasia Carol. Carol pun akhirnya terbawa oleh gairaah Anneke.
Saat mereka masih saling menautkan bagian tubuh mereka yang lunak tidak bertulang yang ada di dalam rongga mulut mereka berdua.
“Kakaaaaakkkk.” Teriak keras suara seorang gadis muda belia usia remaja, sambil menutup matanya, dia adalah Caroline adik perempuan Carol beda Mama. Caroline masih duduk di bangku SMP, dia adalah anak dari seorang perempuan yang dihamili oleh Tuan Alfredo. Karena lahir anak perempuan, Nyonya Alfredo pun mau merawatnya bagai anak kandungnya sendiri.
Anneke dan Carol pun akhirnya saling melepaskan pelukan dan ciumannya. Anneke terlihat sangat kecewa dan tampak kesal. Sedangkan Carol segera naik ke atas kolam renang.
“Kamu kenapa juga ke sini?” tanya Carol saat sudah berada di atas kolam renang, sambil memandang Caroline.
“Oline disuruh Mama, kata Mama makan siang sebentar lagi siap. Kakak disuruh segera menyudahi renangnya. “ jawab Caroline lalu segera berlari meninggalkan tempat itu. Sebab Anneke menatap tajam pada Caroline. Caroline pun sangat takut jika Kakak dan temannya itu akan marah pada dirinya.
Saat Carol akan melangkah mengambil handuk besarnya.
Waktu pun terus berlalu, dan sore hari pun tiba.... Sementara itu Bang Bule dan Ixora sudah meninggalkan taman kota sejak tadi. Mereka berdua sudah pergi ke rumah makan untuk makan siang. Dan setelahnya mereka kembali melanjutkan perjalanan pergi ke tempat rekreasi yang lain hingga sore hari. Dan lupa akan acara belajar membuat obat tradisional.
“Ayo Beb, aku antar kamu pulang.” Ucap Bang Bule yang alat pengubah suara belum dia pasang lagi pada lidahnya.
“Kak, kita belum belajar membuat obat.” Ucap Ixora
“Nanti kamu cari informasi lewat internet saja, kita tunjukkan pada Bunda Naura bahan bahan yang kita beli tadi.” Ucap Bang Bule sambil memeluk pundak Ixora dan mengajaknya untuk melangkah menuju ke tempat vespa tuanya terparkir.
__ADS_1
“Nanti di bagasi vespa ada jamu dan obat obatan, itu nanti yang kamu tunjukkan hasil kamu belajar he... he... he....” ucap Bang Bule selanjutnya sambil tertawa kecil.
Dan mereka pun segera melangkah menuju ke tempat vespa tua terparkir. Selanjutnya dengan vespa tuanya mereka menuju ke rumah kost Ixora. Perjalanan pulang lancar tidak ada gangguan orang stres dan mobil polisi yang sedang berpatroli. Semua polisi lalu lintas sudah mendapat informasi jika detektif Bule sableng bin somplak sedang beraksi menjadi Kakek dengan vespa tuanya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di depan pintu pagar kost Ixora alias Isomah. Bunda Naura yang mendengar suara vespa tua Bang Bule segera berlari menuju pagar, karena dia sudah sejak tadi kuatir jika Ixora dibawa lari oleh Kakek Kakek Penjual Obat.
“Is kok sampai sore, orang tua mu menelepon ku terus menanyakan keberadaanmu?” tanya Bunda Naura sambil membukakan pintu pagar.
“Iya Nyah maap lama tadi belajalnya.” Jawab Bang Bule yang sudah memakai alat pengubah suaranya lagi.
“Buat obat jamu apa tadi kok sampai sore?” tanya Bunda Naura sambil menatap Isomah yang sudah masuk ke dalam pagar sambil membawa dua kantong plastik besar bahan bahan belanjaan yang dibeli di pasar tradisional tadi.
“Kunyit asam.” Jawab Bang Bule dengan asal sebab dia sejujurnya tidak tahu menahu tentang obat dan jamu. Tadi waktu belanja di pasar juga Ixora yang tahu bahan bahan apa yang harus dibeli, secara dia kuliah juga di battra.
“Heleh kunyit asam aja Bunda juga bisa buat, tidak perlu dari pagi sampe sore buatnya.” Saut Bunda Naura
“Itu Bun, maksudnya membuat jamu kunyit asam namun dibuat dalam wujud kapsul dan tablet. Jadi harus mengeringkan bahan bahan dan membuatnya menjadi serbuk dulu juga Bun.” Ucap Isomah untuk menutupi jawaban Bang Bule yang asal.
“Nah gitu Nyah jadi lama... dali pagi sampe sole he... he... he...” ucap Bang Bule sambil tertawa terkekeh kekeh karena bahagia Ixora bisa menutupi omongan yang asal keluar dari mulutnya.
Bunda Naura pun tersenyum dan mengangguk anggukan kepalanya mendengar jawaban dari Isomah. Dan selanjutnya Bang Bule pamit pulang. Isomah dan Bunda Naura pun masuk ke dalam. Setelah pintu pagar sudah ditutup kembali.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan pulang menuju ke rumahnya Bang Bule merasa hatinya teramat sangat bahagia. Apalagi besok pagi akan bertemu dengan Ixora lagi di acara latihan bela diri.
Sementara itu Anneke pun juga berencana esok hari akan menemui Bang Bule....