Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 65. Kesedihan Bang Bule


__ADS_3

Setelah dua jam penerbangan pesawat yang ditumpangi Bang Bule pun mendarat di bandara Singapura untuk transit.


Seorang pramugari berjalan mendekati tempat duduk Nyonya Jansen dan Bang Bule. Dia memberi peringatan dengan sopan pada Nyonya Jansen dan Bang Bule agar segera turun.


“Ayo Vin semua penumpang sudah turun.” Ajak Nyonya Jansen pada Bang Bule Vincent yang masih saja duduk diam melamun sambil pandangan matanya melihat ke arah luar jendela kaca pesawat.


Bang Bule Vincent lalu melepas sabuk pengamannya. Dia lalu bangkit berdiri, Nyonya Jansen yang sudah siap sejak tadi pun segera bangkit berdiri. Mereka berdua berjalan menuju ke pintu keluar pesawat. Pesawat sudah tampak sepi, akan tetapi dua pramugari masih setia menunggu dua penumpang yang satu nya berwajah muram.


Setelah keluar dari pesawat mereka berdua mengikuti prosedur yang berlaku.


Bang Bule pun segera mengambil hand phone nya dari saku celana cargonya. Dia segera mengaktifkan hand phone nya.


“Vin kamu makan dulu ya, kamu baru sarapan tadi pagi.” Ucap Sang Mama saat mereka berdua sudah berjalan dan melewati out let out let yang menyajikan makanan dan minuman.


“Nanti Ma..” jawab Bang Bule sambil menatap layar hand phone nya. Nyonya Jansen tampak menggandeng lengan kekar anak laki laki nya yang sedang tidak bersemangat.


Dan tiba tiba...


“Ma... benar tadi Ixora datang menyusul kita.” Teriak Bang Bule sambil memperlihatkan foto Ixora yang terpampang di layar hand phone nya pada Sang Mama


“Mama sih tergesa gesa mematikan hand phone ku.” Ucap Bang Bule selanjutnya. Lalu mereka berdua berjalan menuju ke ruang tunggu.

__ADS_1


“Vin tadi itu sudah di batas waktu kita harus mematikan hand phone.” Ucap Sang Mama lalu mendudukkan pantatnya di kursi ruang tunggu.


“Pasti Ixora sangat kecewa. Ini gara gara Mama.” Ucap Bang Bule sambil duduk di samping Sang Mama


“Apa kamu sekarang kembali ke Indonesia. Mama tetap harus melanjutkan penerbangan tidak mungkin kita bisa mengurus untuk mengeluarkan bagasi kita dalam waktu mendadak begini. Waktu transit di sini tidak lama.” Ucap Sang Mama sambil menoleh menatap wajah anak laki lakinya yang terlihat sangat sedih. Seumur umur baru kali ini Nyonya Jansen melihat wajah anaknya itu terlihat amat sedih. Saat dia ditinggal oleh keluarganya pulang ke Belanda saja dia tidak bersedih sekarang ini.


“Tapi Ixora sudah dijemput Papa nya.” Ucap Bang Bule yang sudah membaca pesan Ixora.


“Coba kamu hubungi dia.” Ucap Nyonya Jansen selanjutnya. Bang Bule pun dengan segera mengusap usap layar hand phone nya untuk melakukan panggilan video pada Ixora yang membawa hand phone Dealova.


“Sudah Tidak aktif, pasti sudah dibawa ke mansion oleh Tuan William.” Ucap Bang Bule dengan nada sedih.


“Ya sudah kalau kalian saling cinta pasti akan berjumpa.” Ucap Nyonya Jansen sambil mengusap usap punggung Bang Bule untuk menghibur anak laki laki nya agar tidak terlalu sedih.


Sementara itu di lain tempat. Di negara Indonesia tepatnya di mansion Willam. Di kamar Dealova.


“Ini itu gara gara kamu, Ixora nekat lari dalam kondisi sakit dan masih harus berkelahi dengan preman pula.” Ucap Nyonya William setelah mendapat telepon dari kantor polisi, perihal mobil yang dikendarai oleh anak gadisnya mendapat halangan.


“Kalau ada apa apa dengan Kakakmu, kamu penyebabnya.” Ucap Nyonya William lagi sambil menatap Dealova yang duduk di sofa kamarnya.


“Kamu itu jangan sok jadi pahlawan buat saudara saudara mu ya... Mama sebagai orang tua itu yang lebih tahu mana yang baik buat anaknya.” Ucap Nyonya William selanjutnya

__ADS_1


“Ma aku sakit kok malah dimarahi.” Ucap Dealova sambil memegangi perut nya


“Heleh sakit pura pura, bener kata Papamu kamu itu banyak akal kalau masalah tipu tipu, kalau masalah pelajaran sekolah sedikit akal..” Ucap Nyonya William sambil terus menatap Dealova yang wajah Dealova juga tampak sedih dan khawatir.


“Ma, perutku sekarang sakit beneran ..” ucap Dealova dengan nada serius


“Ampun Ma, maaf Ma.. Aku kasihan pada Kak Ixora, Mama bayangkan Kak Ixora ditinggal pergi jauh kekasih hatinya..” ucap Dealova


“Coba Mama bayangin saat Mama waktu dulu pacaran sama Papa kalau tahu tahu Papa pergi begitu saja gimana?” ucap Dealova selanjutnya sambil menatap wajah Sang Mama, dan tiba tiba ekspresi wajah Nyonya William pun menjadi sedih dan kedua matanya memerah.


“Tidak usah menyuruh Mama bayangin, pinter kamu ya..” ucap Nyonya William selanjutnya sambil menghapus air matanya.


“Aku tadi sih inginnya Kak Ixora mengucapkan say good bye dengan Bang Bule tidak menyangka Kak Ixora pergi ke bandara sendiri.” Ucap Dealova lagi


“Ma.. ini perutku benar benar sakit.” Ucap Dealova sambil meringis dengan kedua tangan nya memegangi perutnya.


“Asam lambungmu benar benar naik itu gara gara mikir Ixora. Mama juga ini pasti tensi Mama naik juga asam lambung naik.” Ucap Nyonya William lalu dia menghubungi Sang perawat lewat hand phone nya, sang perawat tadi sudah kembali ke kamar Ixora.


Nyonya William masih mengkhawatirkan Ixora sebab Tuan William belum mengabari lagi perkembangan terkini tentang Ixora sebab beliau tadi keburu ke William Group untuk melaksanakan meeting penting dan handphone nya sedang tidak diaktifkan. Hand phone Dealova yang dibawa oleh Ixora juga tidak aktif, tidak bisa dihubungi.


“Ma.. aku mungkin lapar Ma.. sejak tadi aku dihukum Mama ga boleh makan.”

__ADS_1


“Puasa kamu sampai nanti maghrib baru boleh makan.” Ucap Nyonya William sambil memijit mijit pelipisnya menunggu sang perawat datang.


__ADS_2