Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 114. Pulang ke Mansion


__ADS_3

Setelah sampai di dalam kamar kost nya Isomah segera membersihkan diri. Dan tidak lama kemudian dia telah bersih dan segar.


“Hmmm aku pulang saja sekarang coba tanya pada Papa dan Mama bagaimana baik nya.” Gumam Ixora yang masih berpenampilan sebagai Isomah.


Isomah pun segera memperbaiki make down nya yang agak rusak karena guyuran air saat dia mandi. Setelah selesai dia segera berganti pakaian dan menyambar tote bag nya. Dan dia pun segera memesan taxi on line.


Sesaat di hand phone ada chat masuk dari driver taxi yang menanyakan tentang kebenaran alamat tujuan . Isomah pun membalas dan mengatakan jika alamat tujuan sudah benar.


“Ini pertanyaan bener an atau hanya pertanyaan mesin semata.” Gumam Isomah setelah membalas pertanyaan driver taxi. Ixora memang memesan taxi on line dari hand phone murahan nya dan dengan akun Isomah.


Isomah segera membuka pintu kamar kost nya. Tampak di halaman ada Bunda Naura yang sedang berdiri berbincang bincang dengan tukang kebun. Sepertinya mereka sedang membicarakan Kakek Penjual Obat yang sudah lama tidak datang lagi semenjak menanyakan alamat rumah Isomah.


“Kasihan ya Bun, kok dia tidak datang lagi ke sini, tidak tahu kalau Neng Isomah sudah di sini lagi.” Ucap Pak tukang kebun


“Iya Pak, mungkin dia sudah pindah daerah jualannya.” Ucap Bunda Naura


“Semoga saja sehat sehat Kakek itu. Kangen juga sama Kakek itu Bun, lucu orang nya he.. he...” ucap Pak tukang kebun sambil tertawa kecil.


Isomah yang mendengar merasa sedih, dia pun sangat merindukan Bang Bule. Meskipun dia dulu hanya bisa bertemu dan berdua saat Bang Bule berpenampilan sebagai Kakek dia sudah teramat sangat bahagia. Namun gara gara ditabrak oleh Carol semua sirna.


“Is kamu mau kemana?” tanya Bunda Naura mengagetkan lamunan Isomah. Bunda Naura melihat Isomah berdiri mematung di dekat nya. Pak tukang kebun pun menghentikan tawa nya dan menoleh ke arah belakang pada Isomah.


“Pulang Bun.” Jawab Isomah dengan sendu suaranya sebab dia semakin merindu pada Bang Bule. Bagaimana pun kenangan nya berdua dengan vespa tua dan penampilan Bang Bule sebagai Kakek benar benar sangat berkesan bagi nya.


Sesaat kemudian taxi on line yang dia pesan sudah berhenti di depan pintu pagar rumah kost. Setelah pamit pada Bunda Naura dan Pak tukang kebun, Isomah segera melangkah menuju ke tempat mobil taxi on line itu berhenti.


Isomah segera membuka pintu mobil dan dia segera masuk ke dalam mobil taxi on line itu.


“Neng, alamat tujuan sudah benar? Mansion William?” tanya sopir taxi on line itu sambil menoleh ke arah Isomah yang sudah duduk di jok di belakang kemudi.

__ADS_1


“Benar Pak. Mansion William.” Jawab Isomah


“Saya akan menemui bapak saya yang bekerja di dalam mansion itu.” Ucap Isomah selanjutnya yang kini dia paham jika driver taxi on line itu memamg benar benar meragukan alamat tujuan nya.


“Ooo.” Gumam driver taxi on line itu lalu menjalankan mobilnya.


Beberapa menit kemudian mobil taxi itu sudah sampai d kawasan mansion Willam.


“Turun di mana Neng?” tanya driver taxi on line masih menjalankan mobilnya pelan pelan mendekati pintu gerbang mansion Willam.


“Masuk ke dalam Pak.” Jawab Isomah, sebab jika turun di luar pintu gerbang akan sangat jauh dia berjalan kaki menuju ke mansion utama.


Mobil lalu berjalan menuju ke pintu gerbang dan tampak petugas penjaga pintu gerbang mansion berjalan keluar dari pos jaga nya menuju ke arah mobil taxi on line yang menuju ke pintu gerbang.


“Bilang saja saya anaknya Pak Wagiman.” Ucap Isomah selanjutnya. Dan tampak Driver taxi on line itu menganggukkan kepalanya, dia lalu membuka kaca jendela mobil nya saat petugas pintu gerbang sudah mendekati mobilnya.


Mobil lalu berjalan memasuki pintu gerbang mansion Willam akan tetapi tidak melewati jalan yang menuju Mansion utama. Mobil mengambil jalur kiri berjalan di jalan yang menuju ke samping Mansion utama.


“Pak berhenti.” Perintah Isomah saat mobil akan terus berjalan menuju ke bangunan tempat tinggal pegawai Mansion.


“Bapak saya biasa kerja di taman itu.” Ucap Isomah saat mobil sudah berhenti di dekat taman samping Mansion utama.


Isomah pun segera turun dari mobil dan mobil taxi itu pun segera pergi meninggalkan Mansion William.


Isomah terus berjalan menuju ke pintu samping Mansion utama. Dia segera menyelinap masuk ke dalam Mansion Utama. Suasana Mansion tampak sepi. Isomah segera menaiki anak tangga dan melangkah menuju ke kamar nya. Setelah sampai di dalam kamar Isomah segera membersihkan wajahnya dan berganti baju. Dia pun kini sudah kembali tampil sebagai Ixora yang cantik jelita dan dia segera melangkah ke luar dari kamar nya .


“Kemana mereka semua kok sepi sekali.” Gumam Ixora saat sudah sampai di ruang makan dia ingin mengisi perutnya.


“Nona kapan datang?” tanya salah seorang pelayan yang segera masuk ke ruang makan saat tahu Ixora masuk ke dalam ruang makan. Dan sang pelayan dengan sigap segera melayani sang Nona.

__ADS_1


“Baru saja, di mana Mama, Papa dan Dealova?” jawab Ixora sambil mendudukkan pantatnya di salah satu kursi makan.


“Tuan di ruang kerja. Sedangkan Nyonya dan Nona Dealova pergi ke luar entah ke mana.” Jawab sang pelayan sambil sibuk melayani Ixora.


Setelah Ixora selesai mengisi perutnya, dia segera bangkit dari kursi lalu berjalan menuju ke ruang kerja sang Papa.


TOK.... TOK... TOK..


Ixora mengetuk pintu ruang kerja Sang Papa dan tidak lama kemudian pintu terbuka, muncul sosok Tuan William di balik pintu. Ixora pun segera melangkah masuk.


“Kenapa tidak minta dijemput Pak Wagiman, sayang.. “ ucap Tuan William sambil memeluk Ixora dengan penuh kasih sayang dan rasa rindu. Tuan William tadi sudah melihat kedatangan Ixora lewat CCTV.


“Selamat ya Sayang kamu akhir nya berhasil memasuki penelitian tahap akhir.. .” Ucap Tuan William sambil mencium puncak kepala Ixora. Setelah Ixora mengucapkan terima kasih mereka lalu melepas pelukannya dan berjalan menuju ke sofa yang berada di dalam ruang kerja Tuan William itu.


Ixora pun lantas menyampaikan maksud kedatangannya yaitu dia membutuhkan kelengkapan dokumen administrasi untuk urusan lomba nya dan juga keinginan Ibu Dosen untuk berkunjung pada orang tua nya.


“Baiklah aku suruh Andri untuk mengurus pembuatan paspor mu atas nama Isomah Wagiman. “ ucap Tuan William lalu segera mengambil hand phone dari saku kemeja nya. Tuan William tampak mengusap usap layar hand phone nya untuk mencari nama kontak Andri. Andri dulu adalah sopir pribadi keluarga William namun sudah dinaikkan jabatan nya yang kini dipercaya untuk mengurus segala dokumen dokumen anggota keluarga nya dan juga semua karyawan baik karyawan William Group maupun karyawan mansion. Terlihat Tuan William sudah menghubungi Andri dan memerintahkan nya untuk mengurus paspor Isomah Wagiman.


“Untuk masalah kunjungan Ibu Dosen coba nanti tanya Mama. Sekarang dia dan Dealova sedang jalan jalan dengan keluarga Alfredo, mereka tetap jalan jalan meskipun tidak ada kamu katanya biar Carol tidak pergi dari Mansion.” Ucap Tuan William selanjutnya setelah selesai menghubungi Andri


“Papa kenapa tidak ikut?” tanya Ixora sambil menatap wajah Papanya.


“Aku banyak kerjaan.” Jawab Tuan William sambil menaruh lagi hand phone nya di saku kemeja nya. Padahal Tuan William sejati nya sudah tidak semangat dengan perjodohan Ixora dengan Carol.


Sesaat , tiba tiba ada suara ketukan di pintu kerja Tuan William. Suara ketukan yang keras dan bertubi tubi.


“Siapa itu mengetuk pintu macam mau merampok saja?” ucap Tuan William tampak kesal


“Apa Andri.” Gumam Tuan William selanjutnya sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu.

__ADS_1


__ADS_2