Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 126. Keraguan Reyvan


__ADS_3

Anneke tersenyum senang saat sudah mendapatkan nomor hand phone Reyvan. Dia pun menawarkan untuk mengantarkan Reyvan pulang. Namun Reyvan yang masih menjadi orang binaan dan tinggal di rumah Bang Bule itu menolaknya.


Anneke pun lalu melangkah menuju ke mobil nya, sedangkan Reyvan berjalan kaki entah mau pulang dengan ojek on line atau memakai transportasi umum lain nya.


“Hmmm memang harus pakai tangan orang lain untuk melukai wajah Ixora, harus pakai Reyvan yang sudah lebih ahli dari pada preman preman yang tidak bisa bekerja itu.” Gumam Anneke sambil memasang sabuk pengamannya. Anneke pun segera menyalakan mesin mobilnya.


“Sebelum Tuan Alfredo masih terus saja menginginkan Ixora sebagai menantunya, begitu pun aku masih akan terus membuat Ixora celaka. Apalagi sekarang Kak Carol tidak akan bisa melarang aku karena dia tidak sadar ha... ha...ha..” ucap Anneke sambil tertawa dan selanjutnya tancap gas melajukan mobilnya meninggalkan lokasi mini market kampus.


“Biarlah Kak Carol tidak sadar aku akan mencari kesenangan dengan yang lebih muda ha... ha... ha... Biar kepala ku tidak pusing.” Ucap Anneke lagi sambil terus tertawa membayangkan dia akan enak enakan dengan Reyvan yang usia nya lebih muda dari dirinya.


Anneke terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan lokasi kampus menuju ke rumah nya. Dia sudah tidak sabar untuk menghubungi Reyvan.


“Hmmm aku akan dapat dua dua nya dapat enak nya dan dapat orang yang bisa aku pakai untuk membuat Ixora celaka.” Gumam Anneke sambil tersenyum licik dan terus melajukan mobil nya.


Sementara itu Reyvan setelah sampai di rumah Bang Bule, dia sambil berjalan masuk ke gedung belakang tempat tinggalnya, dia masih terlihat berpikir pikir untuk melaksanakan kerja sama dengan Anneke.


“Aku memang memerlukan dia untuk melakukan terapi buat adik kecil ku. Tapi aku takut jika berbuat jahat lagi pada Ixora aku mendapatkan hukuman yang lebih berat.” Gumam Reyvan sambil terus melangkah menuju ke gedung belakang saat masuk ke halaman rumah Bang Bule, Reyvan merasakan takut melakukan kejahatan lagi pada Ixora.


“Kalau aku ketahuan dan tertangkap malah aku dikebiri permanen, tambah hancur masa depan ku.” Gumam Reyvan lagi yang tiba tiba keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya membayangkan jika diri nya disuntik kebiri permanen.


“Belum kalau malah dipotong tanpa sisa. Seperti yang Bang Bule pernah katakan pada ku.” Gumam Reyvan lagi sambil terus melangkah menuju ke dalam gedung belakang tempat tinggalnya


“Hiii ngeri.” Ucap Reyvan sambil mengangkat kedua bahu nya begidik ngeri membayangkan dia tidak memiliki adik kecil yang dulu tiap pagi berdiri sendiri dan setelah disuntik kebiri sepanjang hari tidur lunglai saja dan saat bertemu Anneke tadi sudah mulai akan berdiri lagi.

__ADS_1


“Nanti aku pikir pikir saja, bagaimana aku bisa mendapatkan untung dari primadona sexy itu.. Seperti nya dia tidak suka tersaingi dengan Ixora.” Gumam Reyvan dalam hati sambil berjalan menuju ke kamar nya.


“Jujur aku pun sudah tidak berani lagi untuk menyentuh dan berhadapan dengan Ixora, apalagi dia sudah diizinkan masuk ke ruang rahasia Bang Bule yang kata anak buah Bang Bule itu tempat untuk orang orang pilihan yang disiapkan untuk jadi orang orang inti organisasi Bang Bule. Hii.” Gumam Reyvan kembali begidik ngeri membayangkan dia dibantai habis di dalam ruang rahasia Bang Bule.


Reyvan pun segera masuk ke dalam kamar nya. Saat dia akan berganti pakaian, tiba tiba hand phone yang masih di saku celana nya berdering. Reyvan pun meraih hand phone nya.


“Dia sudah menghubungi aku. Aku terima tidak ya. Aku baru ingat pasti nomorku disadap oleh anak buah Bang Bule.” Gumam Reyvan saat melihat di layar hand phone nya Anneke melakukan panggilan video.


“Aku kirim pesan chat saja nanti.” Gumam Reyvan lalu mengabaikan panggilan video Anneke. Padahal Anneke di seberang sana sudah memakai baju tank top super sexy nya yang akan digunakan untuk menggoda Reyvan agar tujuannya segera terlaksana.


“Aku ajak ketemuan di kost Beny saja. Biar aman masih berada di lokasi kampus, biar tidak dicurigai.” Gumam Reyvan lalu dia mengusap usap layar hand phone nya dan setelah nya jempol jari tangannya terlihat sibuk mengetik ngetik.


“Kita belajar bersama di kost Beny.. lokasi aku share menyusul.”


TING


Sedangkan di lain tempat di fakultas vokasi setelah Ixora sudah selesai kuliah dia dipanggil secara khusus oleh Ibu Dosen Retno.


Ixora mengetuk ngetuk pintu ruang Ibu Dosen Retno pelan pelan.


TOK TOK TOK


Dan sesaat kemudian pintu terbuka dan muncul sosok Ibu Dosen Retno yang masih memegang handel pintu.

__ADS_1


“Mari Nona... Maaf saya benar benar tidak tahu jika Isomah itu adalah Nona Ixora William. Maaf jika saya pernah berbuat kesalahan.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil tersenyum dan mempersilahkan Ixora masuk ke dalam ruang kerja nya.


“Ibu, panggil nama saya saja.. Ibu Retno tidak punya salah kok.” Ucap Ixora sambil tersenyum.


“Terima kasih, mari Ixora..” ucap Ibu Dosen Retno lagi sambil tersenyum.


Mereka berdua lalu berjalan menuju ke meja kerja Ibu Dosen Retno. Ibu Dosen duduk di kursi nya dan Ixora duduk di depan meja Ibu Dosen Retno, jadi mereka duduk saling berhadapan dengan berjarak meja kerja Ibu Dosen Retno.


Mereka membicarakan tentang kesiapan penelitian Ixora dan kelengkapan segala administrasi nya. Lalu mereka pun menjadwalkan waktu kunjungan Ibu Dosen Retno ke mansion William.


“Ixora, saya antar pulang, masih di kost apa di Mansion?” ucap Ibu Dosen Retno saat mereka sudah selesai pembicaraan nya.


“Terima kasih Bu, saya diantar Bu, sebenar nya malu jadi macam anak TK saja he...he...” ucap Ixora sambil tertawa kecil, dia sebenar nya ingin bawa mobil sendiri atau tetap tinggal di kost tetapi tidak diizinkan oleh Papa dan Mama nya.


“Demi keselamatan kamu Ix, apalagi kamu butuh kenyamanan dan keamanan untuk menyelesaikan tugas berat mu sekarang.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil tersenyum menatap wajah cantik natural Ixora.


Mereka berdua lalu bangkit berdiri dan selanjutnya melangkah meninggalkan ruang kerja. Tidak lupa Ibu Dosen Retno mengunci pintu ruang kerja nya.


Mereka berdua terus melangkah, suasana kampus sudah tampak sepi. Lampu lampu di dalam gedung sebagai penerangan sudah mulai menyala.


Ibu Dosen Retno dan Ixora lalu berpisah jalan, Ibu Dosen Retno menuju ke tempat parkir mobil dosen sedangkan Ixora berjalan menuju ke depan ke tempat parkir mobil tamu, di mana sopir dan pengawal menunggu diri nya.


Saat Ixora membuka pintu mobil dia melihat ada sekelibat orang memakai jaket kulit hitam, yang masuk ke dalam halaman kampus fakultas vokasi.

__ADS_1


“Perasaan ku kok tidak enak.” Gumam Ixora dalam hati.


“Pak, tunggu dulu sampai mobil Ibu Dosen Retno keluar.” Ucap Ixora saat sudah masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan sempurna. Dia mengkhawatirkan keselamatan Ibu Dosen Retno.


__ADS_2