Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
PENGUMUMAN


__ADS_3

Reader tersayang, othor ucapkan banyak terimakasih atas hadir dan dukungannya untuk kisah Ixora dan Bang Bule. Kisah mereka sudah mendapat restu dari orang tua, dan Ixora pun telah menjadi wanita yang kuat. Jadi.. othor tekan tombol tamat ya..🙏.. Kisah uwu uwu mereka dan therapi laktasi di bonchap aja ya....


Dan Kini othor promo novel baru ( kisah keponakan nya Ixora,) dengan judul Valexa Deondria Kembar Ajaib.


Valexa dan Deondria anak kembar cerdas yang memiliki indera ke enam dan kekuatan lebih. Mereka berdua akan diculik oleh Richie Bach, orang yang pernah dilumpuhkan oleh Alexandria sang Mama mereka berdua.


Richie ternyata pengedar narkoba kelas kakap. Akankah Valexa dan Deondria menjadi tawanan Richie yang akan digunakan untuk menjatuhkan Alexandria dan Vadeo, atau justru mereka berdua yang akan membekuk Richie dan jaringannya.


Bab. 1. Intuisi si Kembar


Alexandria, mama dari si kembar Valexa dan Deondria terpaku saat membaca email yang isi nya dia harus menghadiri undangan ke luar negeri untuk urusan perusahaannya William Group yang tidak bisa diwakilkan.


“Aku harus meninggalkan Valexa Deondria dan Papa nya untuk sementara waktu.” Gumam Alexandria yang belum mengirim konfirmasi kehadirannya.


“Nanti aku diskusikan dengan Kak Deo saja.” Gumam Alexandria yang akan meminta pertimbangan pada suaminya.


“Siapa tahu aku boleh mengajak Valexa dan Deondria.” Gumam Alexandria sambil tersenyum membayangkan hebohnya kedua anak nya jika boleh ikut bersama nya.


Waktu terus berlalu dan tidak terasa sudah sore hari. Sang Sekretaris nya pun sudah pamit untuk pulang lebih dahulu. Alexandria pun bersiap siap untuk pulang. Rencana nya Vadeo sang suami akan menjemput nya. Setelah menutup lap top nya dia langsung meninggalkan ruang kerja nya di William Group. Dia akan menunggu suami nya di lantai bawah agar Sang suami tidak perlu naik ke lantai atas.


Saat dia keluar dari pintu terdengar langkah langkah kaki kecil berlari larian mendekati diri nya.


“Mamaaaa atu datang...” teriak suara dua anak kecil yang berlari lari yang tidak lain adalah Valexa dan Deondria.


“Aca, Aya jangan berlari.” Teriak Vadeo Jonathan, sang Papa yang melangkah di belakang Valexa dan Deondria. Vadeo lebih suka memanggil anak kembarnya dengan panggilan Aca dan Aya.


“Cudah tebuyu kangen Mama..” teriak Aca dengan lantang


“Iya bial cepet , ayo yayi Pa..” sambung Aya yang juga dengan suara lantang


“Hoyyyyeeele tita cudah campe.” Ucap mereka berdua sambil memeluk kaki Alexandria. Alexandria pun lalu menekuk lututnya agar kepala nya bersejajar dengan kepala kedua anak anak nya itu, lalu mereka bertiga saling berpelukan dan berciuman.


“Sudah harum dan cantik cantik.” Ucap Alexandria sambil masih menciumi wajah kedua anaknya.

__ADS_1


“Iya Ma.. udah mandi.” Jawab mereka berdua.


“Papa yang mandiin?” tanya Alexandria yang lalu menoleh dan mendongak sebab merasa sang suami sudah berada di dekat nya


“Iya dong.” Jawab Vadeo sambil mencium puncak kepala Alexandria. Tadi Valexa dan Deondria memang tidak mau ditinggal oleh orang tua nya bekerja, tidak mau juga masuk ke sekolah play group nya, alasannya bosan di sekolah. Dan akhirnya mereka berdua memilih ikut kerja di kantor Vadeo. Sementara Alexandria bekerja di William Group.


Vadeo lalu mengendong Valexa dan Deondria digendong oleh Alexandria. Mereka berempat melangkah untuk keluar dari gedung William Group menuju ke tempat mobil nya terparkir.


Beberapa menit kemudian mereka berempat sudah masuk ke dalam mobil. Valexa alias Aca duduk di jok depan di samping Vadeo sang Papa yang mengemudikan mobil. Sedangkan Deondria alias Aya duduk di jok belakang kemudi di samping Alexandria, Sang Mama.


Mobil berjalan pelan pelan menuju mansion Jonathan tempat tinggal mereka berempat bersama Opa dan Oma Jonathan.


“Pa yuyus aja ye depan dangan beyok ke kiyi nanti macet Pa.” Suara Valexa memberi saran pada sang Papa yang fokus mengemudikan mobilnya.


“Jalan ke Mansion kita kan harus belok kiri.” Jawab Vadeo sambil sekilas menoleh ke arah Valexa yang tampak serius melihat ke arah depan.


“Pa lewat yuyus aja nanti bayu beyok, putang cedikit tapi tidak macet.” Ucap Valexa lagi kini menoleh ke arah Papanya dan ekspresi wajah nya tampak serius saking serius nya berbicara hingga mulut mungilnya mengerucut ke depan.


“Iya Pa, ada yame yame di cana.” Saut Deondria tapi agak santai nada bicaranya.


Sesaat kemudian...


“Benar Pa, jalan macet, ada kecelakaan.” Ucap Alexandria setelah selesai melihat situasi dan berita lalu lintas lewat hand phone nya.


“Hmmm..” gumam Vadeo lalu dia pun siap siap menjalankan mobilnya ke jalur yang lurus.


“Anak anakku kenapa intuisi nya sangat tajam ya.” Gumam Vadeo dalam hati dan tampak dia fokus pada kemudi mobilnya namun masih memikirkan kelebihan kedua anaknya itu.


“Ih Mama dan Papa itu tidak pelcaya pada kita.” Ucap Valexa sambil bersedekap tangannya dengan wajah tampak kesal.


“Cebel dech, mayah pelcaya pada apikaci ga pelcaya pada anaknya cendiyi.” Ucap Valexa lagi.


“Percaya Sayang, Cuma memastikan saja he... he...” ucap Vadeo sambil tertawa kecil

__ADS_1


“Cama aja namanya ga pelcaya.” Saut Deondria yang juga bibirnya cemberut mengerucut. Alexandria yang duduk di samping nya dibuatnya gemas lalu menunduk dan mencium bibir anaknya yang mengerucut itu sambil tertawa kecil.


“Iya pate pate ngecek cegaya.” Ucap Valexa masih dengan nada kesal.


“Bukan ngecek tapi memastikan.” Ucap Vadeo sambil tangan kiri nya mengusap usap sebentar puncak kepala Valexa, gemas.


“Pucing baaaca oyang dewaca.” Saut Deondria yang kini sudah dipangku oleh Alexandria.


Sementara itu di bandara Soekarno Hatta, seorang laki laki Bule memakai kaca mata hitam dan salah satu tangannya menarik koper hitam nya yang berukuran sedang. Laki laki itu berjalan dengan kaki terpincang pincang keluar dari terminal kedatangan dari penerbangan internasional. Dia lah Richie Bach, orang yang pernah berniat jahat akan membawa kabur dokumen dokumen Vadeo agar perusahaan otomotif Vadeo ditutup karena bermasalah dengan perpanjangan izin. Dan tembakan dari Alexandria membuat kaki nya itu terpincang pincang jalannya. Kini dia datang ke Indonesia ingin balas dendam.


“Mana Amel katanya menjemputku.” Gumam Richie dalam hati sambil pandangan mata nya melihat ke arah orang orang penjemput para penumpang.


Dan tidak lama kemudian pandangan mata nya menangkap satu sosok wanita cantik nan sexy berjalan cepat menuju ke arah nya. Richie pun tersenyum.


“Hallo Richie kamu semakin tampan.” Ucap wanita cantik dan sexy itu saat sudah berada di depan Richie berjarak dua meter.


“Hey Amelia aku kira kamu tidak datang.” Ucap Richie yang kini jarak dia dengan wanita cantik dan sexy itu sudah semakin dekat. Mereka berdua pun lalu saling berpelukan dan cipika cipiki.


“Aku tidak mungkin ingkar janji, demi kamu.” Ucap Amel dengan kerlingan mata menggoda.


Mereka berdua pun terus berjalan menuju ke tempat mobil Amelia terparkir.


Dan tidak lama kemudian, mereka sudah ada di dalam mobil Amelia dan mobil berjalan meninggalkan lokasi bandara menuju ke hotel tempat Richie menginap.


“Bagaimana rencanamu Rich?” tanya Amel dengan pandangan mata tetap fokus ke depan tanpa menoleh ke samping ke arah Richie.


“Seperti yang kamu tahu, kaki ku menjadi cacat permanen. Aku harus ambil dua anak nya itu. Biar dia tahu rasa.” Jawab Richie dengan nada serius


“Kamu mau culik kedua anak Alexa?” tanya Amel sambil terus fokus pada kemudi mobil nya.


“Iya, dan akan aku didik dua anak itu menjadi penjahat kelas kakap biar mereka menghancurkan orang tua nya sendiri ha... ha... ha...” jawab Richie sambil tertawa.


“Aku akan puas sepuas puas nya ha... ha...” ucap Richie lagi dan terus saja mulut nya tertawa membayangkan bisa terbalas dendamnya.

__ADS_1


....


yuk lanjut baca ke novel Valexa dan Deondria 🥰🥰🥰


__ADS_2