
Ixora dan Bang Bule pun berjalan dengan cepat dan semakin mendekat, sesaat kemudian dua anak manusia yang sudah lama menahan rindu untuk bertemu itu pun langsung berpelukan untuk menumpahkan rasa rindu nya. Bang Bule tanpa sadar menciumi puncak kepala Ixora dan selanjutnya kedua pipi mulus Ixora.
“Hei... hei... jangan main peluk cium di rumah orang.” teriak Nyonya William sambil menoleh ke arah Bang Bule dan Ixora yang masih saling berpelukan bahkan Bang Bule pun mengangkat tubuh Ixora agar dia lebih mudah menciumi pipi Ixora dan tangan Ixora memeluk erat tubuh Bang Bule yang sangat dia rindu.
“Bang sudah...” bisik lirih Ixora yang kini wajahnya semburat berwarna merah jambu karena malu. Malu dengan orang orang yang melihat dia dan Bang Bule saling berpelukan dan berciuman.
Bang Bule pun menurunkan Ixora, Ixora se saat tertunduk dan selanjutnya dia berjalan menuju ke tempat duduk Mama nya.
“Mama... “ ucap Ixora sambil memeluk dan menciumi Sang Mama, pelukan dan ciuman bahagia karena Mamanya selamat.
“Mama kok pakai jaket Bang Bule?” tanya Ixora saat menyadari Sang Mama memakai jaket kekasih hati nya yang sangat dibenci oleh Sang Mama.
“Iya, dia yang meminjami aku.” Ucap Nyonya William dengan rasa gengsi dan malu jadi satu, lalu dia melepas jaket milik Bang Bule itu lalu menyerahkan pada Bang Bule yang sudah kembali duduk di sofa ruang tamu itu.
Tuan William yang mendengar dan melihat Sang Isteri sudah memakai jaket Bang Bule tampak ekspresi wajah nya hanya datar datar saja dia tidak marah atau cemburu. Mungkin memaklumi jika itu dalam kondisi darurat dan di lubuk hati nya juga ada rasa terharu akan perhatian dan perlindungan Bang Bule pada istri nya padahal istrinya sudah memperlakukan dengan tidak baik pada Bang Bule dan orang tua nya.
Bang Bule menerima jaket nya lalu memakainya. Bibir Bang Bule masih terus tersenyum menatap wajah Ixora yang juga masih sesekali menatapnya bergantian dengan menatap wajah sang Mama dan Papa nya, dengan tatapan mata penuh harap agar orang tua nya kini memberi restu akan hubungan kasih nya dengan Bang Bule yang sudah membantu menyelamatkan Mama nya.
“Mereka berdua sangat cocok, kalau mereka berdua menikah jangan lupa undang saya Nyonya.” Ucap Marcel yang sudah mendengar cerita dari Bang Bule jika Nyonya William tidak menyetujui hubungan nya dengan Ixora.
__ADS_1
“Hmmm.” Gumam Nyonya William dengan ekspresi wajah tanpa senyum dan tanpa menatap siapa pun, dia malah mencomot satu makanan dan memasukkan makanan itu ke dalam mulut nya.
“Ma aku mau nya menikah dengan Bang Bule tidak mau dengan lain nya.” Ucap Ixora memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dirasa sangat cocok yang mana ada orang orang yang mungkin bisa membantu nya dan juga baru saja Bang Bule menyelamatkan Mama nya.
“Emang kalau tidak dengan Bang Bule mau dengan siapa? Dengan aku?” tanya Marcel sengaja menggoda. Bang Bule yang mendengar langsung menatap tajam ke arah Marcel.
“Jangan Bro, tidak baik menyerobot milik teman!” ucap salah satu nelayan yang duduk di samping Marcel sambil menepuk paha Marcel dengan keras.
“Tuan, Nyonya undang kami juga kalau mereka menikah kami mau ikut Bro Marcel datang ke Indonesia menghadiri pernikahan Bang Bule dan Nona Ixora.” Pinta salah satu nelayan itu.
“Iya, tapi Mama nya tidak suka punya menantu Bang Bule.” Ucap Tuan William dengan jujur.
“Iya Nyah, Bang Bule juga baik hati sudah mengendong Nyonya. Mau cari menantu yang seperti macam apa lagi Nyah. Yang penting mencintai puteri Nyonya, tanggung jawab pada isteri dan keluarga. Bang Bule sama calon mertua saja begitu melindungi dan perhatian apalagi nanti pada isteri dan anak anaknya.” Ucap salah satu nelayan sambil menatap ke arah Nyonya William yang mulut nya masih mengunyah makanan akan tetapi dalam otak nya Nyonya William memikirkan perkataan Sang Nelayan itu.
“Ma, Pa aku juga mau mengatakan jika yang menabrak aku dulu adalah Kak Carol.” Ucap Ixora dengan tenang namun bagai halilintar menghantam Nyonya William dan Tuan William.
“Hah, apa yang kamu katakan tadi?” teriak Tuan William sambil menatap Ixora, Nyonya William juga tampak kaget dan menatap Ixora. Saking kaget nya hampir Nyonya William keselek makanan nya, Nyonya William pun lalu mengambil air minum nya.
“Kak Carol yang sudah menabrak aku. Aku saat itu belum mengatakan karena Kak Carol atau entah pihak kampus sudah menghapus rekaman CCTV. Mama pasti tidak percaya.” Ucap Ixora selanjutnya.
__ADS_1
“Sekarang ada Bang Bule di sini, dia bisa menunjukkan bukti rekaman CCTV itu, sebab Bang Bule sudah memulihkan kembali data yang sudah dihapus.” Ucap Ixora dengan nada serius sambil menatap Bang Bule.
“Ayo sekarang makan pagi dulu, dilanjut nanti saja pembicaraan pernikahan nya.” Ucap salah satu perempuan istri nelayan itu sambil menatap Nyonya William dan Ixora secara bergantian, karena dia merasakan situasi menegang. Salah satu perempuan lainnya yang merupakan istri nelayan satu nya bangkit berdiri dan berjalan ke belakang untuk membantu menyiapkan makanan. Dua orang nelayan itu tetanggaan tetapi juga masih merupakan saudara.
“Pak, panggil sopir yang menunggu mobil biar ikut makan bersama.” Ucap perempuan itu lagi sambil menoleh ke arah suaminya. Satu orang nelayan itu lalu berjalan keluar untuk memanggil dua orang pengawal yang dibilang sopir oleh istri nelayan itu. Sedang satu nelayan lain nya ikut masuk ke dalam mengikuti istrinya yang sudah lebih dahulu masuk.
Tampak wajah Tuan dan Nyonya William masih tampak tegang. Perempuan istri nelayan itu lalu bangkit berdiri sambil berkata...
“Nyonya dan Nona Ixora mari ke belakang. Bersihkan tubuh dulu. Nyonya bisa memakai alas kaki saya. Itu kaos kaki nya sudah kotor nanti malah gatal kaki mulus Nyonya. Nona Ixora juga biar cantik dan wangi ada kekasih hati nya tuh biar tambah cinta.” Ucap perempuan istri nelayan pemilik rumah itu sambil menatap kaki Nyonya William lalu menatap Ixora. Ixora pun lalu menatap Kaki sang Mama.
“Mama... he... he... he.. pakai kaos kaki siapa?” tanya Ixora sambil tertawa kecil.
“Bule mu itu.” Ucap Nyonya William lalu melepas kaos kaki di kedua telapak kaki nya.
“Bul, sudah kotor dan robek. Besok aku ganti ya..” ucap Nyonya William saat melihat wujud kaos kaki Bang Bule sudah kotor dan ada bolong nya.
“Ha...Ha... ganti nya putri Nyonya yang cantik ini.” Ucap istri nelayan itu sambil tertawa
“Ayo Nona.” Ajak istri nelayan sambil menarik tangan Ixora dengan lembut.
__ADS_1