Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 58. Gawat


__ADS_3

Nyonya William melangkah dengan cepat memasuki kamar Ixora tujuannya adalah untuk mengambil hand phone Ixora.


“Sudah disadap kok masih juga berhubungan. Pasti dibantu Alexa atau Bule itu.” Ucap Nyonya William dengan nada kesal.


Nyonya William langsung menuju ke meja belajar Ixora, dia melihat hand phone Ixora berada di atas meja meja itu. Dengan segera dia mengambil hand phone itu.


“Hmmm aku bawa saja hand phone Ixora, kalau ada hal hal yang penting baru aku sampaikan ke pada dia.” Gumam Nyonya William sambil menggenggam hand phone Ixora..


Ixora yang berdiri di pintu kamarnya melihat Sang Mama membawa hand phone. Dia sedikit tenang karena Sang Mama tidak melihat tote bag yang dia sembunyikan di bawah bantal nya.


Akan tetapi saat Nyonya William membalikkan tubuhnya matanya menatap tali tote bag Ixora sedikit menyembul di balik bantal Ixora.


“Hmmm dia menyembunyikan apa du bawah bantal?” gumam Nyonya William dalam hati. Dia lalu berjalan menuju ke tempat tidur Ixora. Ixora yang melihat Sang Mama berjalan menuju ke tempat tidurnya pun juga ikut melangkah mendekati Sang Mama.


Nyonya William lalu dengan segera mengambil bantal, dan dilihat nya tote bag Ixora. Dia ambil tote bag itu dan dia tumpahkan isi di dalam tote bag ke atas tempat tidur. Dan secara otomatis buku dan juga hand phone khususnya keluar dari tote bag itu.


“Hah? Ternyata ini alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Bule itu.” Ucap Nyonya William saat melihat ada sebuah hand phone yang tampak masih baru, keluar dari dalam tote bag Ixora.


“Ma... jangan Ma! Jangan diambil Ma....” teriak Ixora berusaha untuk mengambil hand phone nya akan tetapi tangan Nyonya William lebih cepat.


“Kalau tidak aku ambil hand phone mu, kamu tidak bisa melupakan Bule itu. Hidupmu selalu dalam pengaruhnya.” Ucap Nyonya William sambil memegang erat hand phone Ixora.


“Ma... please Ma, jangan ambil hand phone Ixora.. !” teriak Ixora berusaha merebut hand phone nya


“Non, hati hati tangan Non masih sakit.” Teriak sang perawat yang turut mendekat di antara Ibu dan anak yang sedang saling berebut hand phone itu.


“Kamu itu juga bagaimana kerjamu, disuruh mengawasi saja tidak bisa!” teriak Nyonya William sambil menatap Sang perawat, lalu dia segera berjalan meninggalkan kamar Ixora.


Sementara Sang perawat memegang tangan kiri Ixora mencegah agar Ixora tidak menggerakkan tangan kanannya, sebab tadi dengan reflek tangan Ixora bergerak untuk merebut hand phone nya.


Nyonya William terus melangkah keluar menuruni anak tangga. Ixora pun lalu mengibaskan tangan Sang perawat yang melarangnya dan dia berjalan mengejar Sang Mama.

__ADS_1


“Ma, jangan ambil hand phone ku Ma.” Teriak Ixora yang terus mengikuti langkah kaki Sang Mama


“Papa tolong Ixora!” Teriak Ixora berusaha meminta bantuan Sang Papa. Akan tetapi tidak terlihat sosok Sang Papa di sekitar itu. Kemungkinan Tuan William sudah berada di dalam kamar.


Di saat bersamaan Dealova yang baru saja selesai dari kursusnya, berjalan akan menaiki anak tangga.


“Kakak ada apa?” tanya Dealova dengan nada dan ekspresi wajah kuatir sebab melihat Kakaknya Ixora berjalan cepat mengikuti Sang Mama, akan tetapi berteriak minta tolong pada Sang Papa.


“Hand phone ku semua diambil Mama.” Jawab Ixora lalu dia menghentikan langkahnya, dia merasa sia sia mengikuti sang Mama paling pintu kamar akan langsung dikunci nya.


“Haduh gawat, bagaimana kalau Bang Bule menghubungi Kakak dan yang menjawab adalah Mama.” Ucap Dealova sambil menatap pada wajah Kakaknya.


“Aku pinjam hand phone mu ya.” Bisik Ixora di dekat telinga Dealova.


Akan tetapi sesaat kemudian


“Nona mari masuk ke dalam kamar lagi. Saya cek kondisi tangan Nona, tadi saya lihat Nona menggerakkan tangan kanan untuk merebut hand phone Nona.” Ucap Sang perawat yang sudah berdiri di dekat Ixora dan Dealova.


“Mama tidak usah sedih, makanan ini tidak mungkin mubazir, ada banyak anak buah ku dan juga anak anak binaan.” Ucap Bang Bule saat sudah mematikan mesin mobilnya.


“Tetap beda rasanya hati ini, aku rencana buat untuk Ixora. Tapi ya sudah mungkin rejeki orang orang yang ada di sini.” Ucap Nyonya Jansen sambil membuka pintu mobil dan dia segera turun dari mobil Bang Bule, lalu berjalan menuju ke rumahnya.


Sedangkan Bang Bule memanggil salah satu anak buahnya agar mengambil semua kotak kotak makanan yang ada di dalam mobil. Setelah nya Bang Bule pun juga berjalan menuju ke rumahnya.


Saat Bang Bule langkahnya sampai di ruang tengah, dilihatnya Sang Mama sudah duduk di sofa.


“Kamu sekarang atur cara dan waktu bagaimana kamu bisa membawa Ixora ke sini.” Ucap Nyonya Jansen yang sudah duduk di sofa di ruang tengah sambil menatap Bang Bule.


“Kalau tidak berhasil kamu harus pulang ke Belanda. Dengan menjauh siapa tahu justru ada jalan agar kamu bisa mendapat restu atau kamu bisa melupakan Ixora.” Ucap Nyonya Jansen sambil masih menatap Bang Bule yang berdiri mematung di depan nya.


“Kadang di saat kita dekat tidak tampak kebaikan kebaikan apa yang sudah kita lakukan.” Ucap Nyonya Jansen selanjutnya.

__ADS_1


“Iya Ma.” Jawab Bang Bule singkat lalu melangkah menuju ke kamarnya.


Bang Bule membuka segera pintu kamarnya dan dengan segera pula dia melangkah masuk. Raut wajahnya tampak sangat kecewa da sedih. Kecewa tidak bisa ketemu dan mempertemukan Ixora dengan Mamanya. Juga sedih jika harus pulang ke Belanda.


Bang Bule membaringkan tubuhnya di kursi rotan panjang legendaris. Dia lalu mengusap usap layar hand phone. Dia mengirim pesan suara ke Ixora.


“Beb, bisa tidak kamu besok keluar mansion sebentar saja.”


TING


Pesan suara terkirim dan Bang Bule pun senang sebab langsung centang dua dan langsung terbaca sebab warna centang sudah berubah menjadi biru. Dan tampak kontak My Baby sedang mengetik.


Dan tidak lama kemudian ada balasan pesan teks dari kontak My Baby


“Tidak bisa.”


Bang Bule kaget dengan jawaban Ixora yang sangat cepat akan tetapi bukan jawaban yang menyenangkan hati. Bang Bule pun segera memencet tombol gambar kamera video. Dia akan melakukan panggilan video pada Ixora. Akan tetapi hand phone Ixora sudah tidak aktif lagi.


Berkali kali Bang Bule Vincent terus mencoba menghubungi nomor hand phone Ixora tetapi tetap saja tidak bisa terhubung sebab sudah tidak aktif lagi.


“Hmm apa yang sudah terjadi pada Ixora. Apa dia dimarahi orang tuanya.” Gumam Bang Bule dalam hati.


Saat Bang Bule masih memikirkan nasib Ixora dan juga nasib cintanya. Tiba tiba terdengar suara notifikasi di hand phone nya. Bang Bule segera meraih hand phone nya dan dia lihat ada pesan masuk di aplikasi chatting nya. Saat dia lihat.


“Dealova, ada apa dia kirim pesan padaku.” Ucap Bang Bule saat melihat kontak nama Dealova yang mengirim pesan.


“Bang, gawat hand phone Kak Ixora sekarang dibawa Mama semua. Bang Bule kalau mau menghubungi Kak Ixora lewat nomorku. Tapi harus cari waktu dan kesempatan aku memberi tahu Kak Ixora, sebab penjagaan ketat.. bye.. Bang Bul.”


Bang Bule lalu menaruh hand phone nya dengan malas, setelah memberi pesan balasan ucapan terimakasih pada Dealova.


“Hmmm tambah susah.” Gumam Bang Bule lalu dia berpikir pikir untuk mencari cara agar bisa bertemu dengan Ixora.

__ADS_1


__ADS_2