Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 63. Diantar Carol


__ADS_3

Ixora mendudukkan pantatnya setelah sampai di ruang tunggu. Dia masuk ke ruang tunggu VIP dengan menunjukkan akun di hand phone Dealova yang menjadi members di tempat itu dan tagihan masuk ke akun Dealova. Keluarga William dan Keluarga Jonathan sudah biasa masuk ke ruang tunggu itu jika berada di bandara.


Setelah Ixora duduk dengan nyaman sambil menunggu pesanan minuman dan makanan, Ixora memasang lagi penyangga tangannya.


Saat Ixora akan mengambil gelas minumannya hand phone Dealova yang dia taruh di atas meja berdering.


“Papa.” Gumam Ixora saat melihat di layar hand phone nya tertera nama kontak Singa Jantan. Ixora sudah tahu jika Adiknya memberi nama kontak Singa Jantan pada Papanya dan Singa Betina pada Mamanya.


Ixora segera menggeser tombol hijau.


“Kamu di mana?” suara Sang Papa, Tuan William dengan nada tinggi terdengar antara rasa kuatir dan marah. Kuatir untuk keselamatan anaknya dan marah karena kenekatan Ixora.


“Pa, maaf.” Ucap Ixora yang mendengar nada tinggi Sang Papa


“Aku tanya kamu di mana?” tanya Tuan William lagi kini suara nya sedikit melunak


“Di bandara Pa.” Jawab Ixora


“Tepat nya di mana?” tanya Tuan William lagi dengan tidak sabar


“Di ruang tunggu kedatangan tempat biasa kita kalau menunggu di bandara.” Jawab Ixora


“Tetap di situ jangan pergi pergi lagi.” Suara Tuan William lagi dan selanjutnya sambungan teleponnya sudah putus.


Ixora menaruh hand phone Dealova pada saku baju piyamanya. Sambil makan dan minum hidangan di meja pesanan nya. Ixora tampak berpikir pikir.

__ADS_1


“Pasti Papa menginginkan aku pulang, bagaimana kalau Bang Bule balik ke sini gantian dia yang tidak bertemu aku.” Gumam Ixora dalam hati.


“Hmmm sial.” Umpat nya pada dirinya sendiri. Dia sangat menyesal semua rencana dan harapan nya sirna.


Ixora lalu mengambil hand phone milik Dealova lagi dan dia mengirim pesan teks pada Bang Bule mengatakan kalau Papa nya sudah menyusulnya di bandara. Daripada nanti tiba tiba Papa nya mengambil alih hand phone milik Dealova, dia tidak bisa lagi mengabari Bang Bule.


Beberapa menit kemudian di depan Ixora sudah muncul sosok Sang Papa. Tuan William langsung geleng geleng kepala melihat kenekatan dan penampilan anak gadisnya yang hanya mengenakan baju piyama panjang itu.


“Kita ke Dokter sekarang!” suara Tuan William yang masih berdiri sambil menatap tajam ke arah Ixora.


Ixora yang sudah bisa menebak maksud kedatangan Papanya pun lalu bangkit berdiri dan mengikuti perintah Sang Papa. Sebab percuma saja jika melawan perintah Sang Papa hanya akan membuat kegaduhan dan tontonan orang orang.


Mereka berdua berjalan meninggalkan ruang tunggu vip tersebut, Tuan William menggandeng tangan kiri Ixora.


“Pa, mobilku?” tanya Ixora saat mereka berdua masih berjalan. Sebelum Tuan William menjawab, tiba tiba ada suara orang yang sudah mereka kenal.


“Tuan ....” ucapnya lagi yang kini sudah menyejajarkan langkah kakinya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


“Carol.” Ucap Tuan William selanjutnya saat laki laki muda yang tidak lain adalah Carol sudah berada di dekatnya. Tuan William pun melepas gandengan tangannya pada tangan kiri Ixora lalu dia menjabat tangan kanan Carol. Mereka bertiga lalu berhenti dan saling berjabat tangan.


“Kamu dari mana?” tanya Tuan William pada Carol.


“Dari Singapore Tuan, ada sedikit urusan di sana.” Jawab Carol sambil tersenyum lalu dia menatap Ixora. Carol tidak mengatakan kalau dia pulang dari rumah sakit Singapore untuk melaksanakan program vasektomi nya.


“Ixora ya?” tanya Carol sambil menoleh ke arah Ixora, meskipun Ixora masih memakai masker dan kaca mata dia bisa menebak gadis di samping Tuan William itu adalah Ixora, karena melihat dari rambut indah Ixora yang sudah kembali pada aslinya setelah beberapa hari tidak tampil sebagai Isomah. Juga postur tubuh Ixora yang dibalut dengan piyama panjang kualitas berkelas.

__ADS_1


“Iya Kak.” Jawab Ixora sambil menganggukkan kepalanya. Carol pun tampak menganggukkan kepalanya sambil mengulurkan tangan tangannya. Ixora lalu menempelkan sekilas punggung tangan kirinya.


“Apa dia pulang dari rumah sakit Singapore juga.” Gumam Carol dalam hati


“Apa Ixora sudah pulang dari rumah sakit?” tanya Carol sambil menatap Tuan William, dia sudah mendapat kabar dari Tuan Alfredo kalau Ixora sedang sakit.


“Ini akan aku bawa ke Dokter.” Jawab Tuan William dengan nada datar. Dan Carol mengeryitkan dahinya.


“Kebetulan bertemu kamu di sini, tolong bawa mobil Ixora dan antar dia ke Dokter.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil menatap wajah Carol.


“Aku masih ada urusan di William Group.” Ucapnya selanjutnya, dia tadi memang saat masih di William Group mendapat telepon dari isterinya dan juga dari pihak kepolisian lalu lintas. Tanpa berpikir panjang Tuan William langsung berangkat sendiri mencari Ixora, apalagi sopir sedang tidak ada yang stand by di tempat.


“Tapi Pa....” ucap Ixora akan tetapi kalimatnya tidak berlanjut sebab Tuan William langsung memotongnya.


“Ikuti apa kata orang tua.” Saut Tuan William sambil menatap tajam anak gadisnya yang sudah membuat dirinya kawatir.


“Nanti setelah dari Dokter langsung antar Ixora ke mansion Willam. Kamu bisa diantar pulang sopir kami nanti.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil menatap Carol.


“Baik Tuan.” Ucap Carol sambil tersenyum senang.


“Izinkan saya menghubungi sopir yang menjemput saya untuk kembali ke mansion Alfredo.” Ucap Carol selanjutnya sambil mengambil hand phone dari saku blazer nya.


Setelah Carol menghubungi sopir pribadinya agar kembali ke mansion Alfredo. Mereka bertiga segera melangkah meninggalkan tempat itu menuju ke tempat mobilnya terparkir. Mereka pun akhirnya berpisah Tuan William berjalan menunu ke mobilnya sedangkan Carol dan Ixora berjalan menuju ke mobil Ixora terparkir.


Carol bibirnya terus tersenyum berjalan di samping Ixora. Sesekali dia menggandeng tangan kiri Ixora akan tetapi gestur tubuh Ixora menolak gandengan tangan dari Carol. Ixora mempercepat jalannya dan sedikit menjauh dari Carol. Carol hanya tersenyum sebab menyadari Ixora sudah memiliki tambatan hati.

__ADS_1


“Hmmm suatu saat kamu yang minta aku gandeng he... he...” gumam Carol dalam hati yang sangat percaya diri perjodohan nya akan terlaksana.


__ADS_2