
Setelah satu jam kemudian, Bang Bule pun mohon diri. Dan setelah Bang Bule pulang, Isomah mencari Bunda Naura, selain akan laporan jika Kakek Penjual Obat sudah pulang , dia pun ingin tahu kenapa Bunda Naura tiba tiba memperlakukan dengan baik pada Kakek Penjual Obat.
TOK... TOK... TOK...
Isomah mengetuk ngetuk pintu kamar Bunda Naura. Dan tidak lama pintu kamar itu terbuka dan tampak sosok Bunda Naura di balik pintu dan masih memegang handel pintu.
“Bun, Kakek sudah pulang.” Ucap Isomah dengan nada sopan saat pintu sudah dibuka oleh Bunda Naura.
“Ooo ya sudah sekarang kamu istirahat.” Ucap Bunda Naura sambil menatap wajah Isomah.
“Bun, Bunda Naura mengizinkan Kakek ke sini lagi?” tanya Isomah yang mulai menyelidik kenapa Bunda Naura tiba tiba berubah menjadi baik.
“Iya dong, Bunda tahu kamu mau belajar tentang obat tradisional atau jamu jamuan pada Kakek tadi kan?” jawab Bunda Naura ganti bertanya. Isomah yang mendengar pun terlihat senang karena dugaan Bunda Naura malah memberi jalan agar dia bisa sering ketemuan dengan Bang Bule.
“Iya Bun.” Jawab Isomah sambil tersenyum.
“Maka kita harus berbaik baik pada Kakek itu sampai resep resep jamunya kamu dapatkan.” Ucap Bunda Naura selanjutnya. Isomah pun tersenyum senang sambil menganggukan kepala nya.
“Sudah sekarang kamu istirahat sana. Bunda juga capek mengantuk pengen istirahat.” Ucap Bunda Naura yang memang wajah nya terlihat capek, sorot matanya terlihat sayu mungkin tadi terlalu pagi beliau bangunnya.
“Baik Bun. Maaf ya sudah mengganggu istirahat Bunda.” Ucap Isomah lalu dia mohon diri untuk kembali ke kamar kost nya.
Saat Isomah melewati ruangan yang dipakai oleh penghuni kost duduk duduk santai sambil ngobrol ngobrol dan ngemil ngemil.
“Ha...Ha... ngaku nya mahasiswa kedokteran ternyata mau jualan jamu sama Kakek Kakek.” Ucap salah satu dari mereka sambil tertawa.
“Paling juga besok akan melakukan penipuan jual jamu dan obat palsu.” Saut yang lainnya.
__ADS_1
Isomah yang berjalan melewati mereka dan terus saja membicarakan dirinya, tidak begitu mempedulikan.
“Asal tidak keterlaluan biar bibir kalian sampai monyong ngatain aku, aku tidak peduli. Dari pada melayani malah bikin emosi dan habis energi.” Gumam Isomah dalam hati.
Isomah pun terus melangkah menuju ke kamarnya. Penghuni kost lainnya masih saja membicarakan Isomah dan menertawakan nya.
Isomah membuka pintu pelan pelan, lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya. Setelah menutup pintu rapat rapat yang dia lakukan adalah untuk menghubungi Bang Bule lewat hand phone barunya, dia akan menceritakan kabar bagus.
“Hmmm Bang Buke sudah sampai rumah belum ya..” gumam Isomah sambil mengambil hand phone barunya.
“Bang Bule pasti senang mendengar kabar yang baru aku dengar dari Bunda Naura.” Gumam Isomah lagi sambil mengusap usap layar hand phone nya.
Sementara itu Bang Bule yang masih mengendarai vespa tuanya, dia masih kepanasan oleh terik sinar matahari, meskipun mata hari sudah bergerak condong ke barat akan tetapi karena rumah Bang Bule arahnya barat kampus Mahardhika maka wajah Bang Bule terpapar sorotan sinar matahari. Untung memakai topeng jadi tidak akan belang dan terbakar wajahnya, tetapi tetap saja terasa panas dan wajah berkeringat. Bang Bule ingin segera sampai di rumah dan melepas segala perlengkapan penyamarannya.
Akan tetapi tiba tiba, terdengar suara dering di hand phone nya. Suara dering khusus yang senantiasa dia tunggu tunggu hadirnya.
“Hallo Beb, ada apa?” ucap Bang Bule setelah menggeser tombol hijau.
“Bang, kita dapat jalan buat ketemuan di luar.” Ucap Ixora dengan nada riang gembira.
“Beb, kamu tidak salah omong?” tanya Bang Bule karena tidak yakin mereka berdua ada izin untuk keluar berdua secara leluasa.
“Tidak Bang, Bunda Naura mengira aku akan belajar resep resep jamu Kakek, maka dia baik pada Kakek, he... he...he.. “ jawab Ixora lalu dia tertawa kecil.
“Maka besok kita bisa punya alasan belajar buat jamu di rumah Kakek. Terus kita bisa keluar.” Ucap Ixora selanjutnya dengan nada serius dan penuh harapan.
“Okey Okey Beb, nanti kita lanjut ya.. Aku masih di jalan nih.. Kita tutup dulu ya.” Ucap Bang Bule, karena di dekat dia menghentikan vespanya ada pedagang siomay yang juga ada di tepi jalan dan terus mengamati juga mendengarkan pembicaraan Bang Bule dengan Ixora lewat panggilan suara di hand phone nya.
__ADS_1
Bang Bule pun segera memasukkan hand phone nya di saku jaket di sebelah dada. Bang Bule menatap tajam pedagang siomay yang masih menatapnya sambil senyum senyum.
“Mbah akung gaul, sudah uzur pacaran panggil Beb.. beb segala..” ucap pedagang siomay sambil tersenyum lebar menatap Bang Bule.
“Silik kamu!” ucap Bang Bule tanpa menoleh lalu dia segera menyalakan mesin vespa tuanya. Dan langsung meluncur meninggalkan pedagang siomay, yang terlihat heran dengan gerak gesit orang yang tampak bagai Kakek Kakek itu.
“Kakek zaman now, pacaran dan masih kuat tenaganya, apa ya resepnya..” gumam pedagang siomay sambil geleng geleng kepala.
Sementara itu Bang Bule terus melajukan vespa tuanya. Dia ingin segera sampai ke rumah dan akan menelepon balik Ixora untuk menanyakan lebih lanjut tentang kabar bahagia yang baru saja didengarnya.
Beberapa menit kemudian vespa tua Bang Bule sudah memasuki halaman rumah Bang Bule. Dia terus melajukan menuju ke garasi. Di halaman terlihat Nency dan Reyvan sedang akan mulai melakukan pekerjaan hukumannya. Mereka berdua menatap Bang Bule yang berpenampilan sebagai Kakek itu.
Saat Bang Bule keluar dari garasi Nency dan Reyvan masih menatap Bang Bule. Bang Bule pun membalas dengan menatap tajam ke arah mereka berdua.
“Apa lihat lihat?” ucap Bang Bule dengan suara Kakek Kakek yang emosi. Reyvan dan Nency langsung geleng geleng kepala dengan wajah ketakutan.
Dengan cepat Bang Bule masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dalam kamarnya. Sesampai di kamar dengan cepat dia melepas semua perlengkapan penyamarannya.
“Huhhhh panas juga.” Gumam Bang Bule yang kini hanya mengenakan celana boxer dan belum memakai baju atasan. Tubuh kekar, dada bidang dan perut six pack nya tampak terpampang.
Dia sebenarnya ingin mandi akan tetapi karena sudah tidak sabar untuk menanyakan kelanjutan kabar baru yang membahagiakan dia pun segera melakukan panggilan video dengan Ixora.
Sementara Ixora alias Isomah sedang istirahat, membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia tidak bisa memejamkan matanya akan tetapi dengan membaringkan tubuhnya sudah cukup untuk mengistirahatkan otot otot dan syaraf syarafnya.
Dan tiba tiba terdengar dering di hand phone barunya yang dia sanding. Dengan cepat di ambil, nampak di layar hand phone nya Bang Bule Sayangku sedang melakukan panggilan video. Isomah pun segera menggeser tombol hijau.
Sesaat setelah menggeser tombol hijau.
__ADS_1
“Aaawwwww.” Teriak Ixora sambil menutup matanya.