
Mobil keluarga William pelan pelan meninggalkan halaman mension William. Mobil di kemudikan oleh Tuan William, Dealova duduk di jok depan di samping Papa nya. Sedang kan Ixora dan Nyonya William duduk di jok belakang kemudi.
Setelah mobil memasuki jalan raya Tuan William menambah laju kecepatan mobilnya. Mereka berbincang bincang dan bercanda membahas cogan dan coker. Tuan William hanya diam saja dengan pandangan mata fokus ke depan.
Nyonya William menanggapi perbincangan kedua anak gadis nya dengan bibir tersenyum. Sebab kedua anak gadisnya masih percaya kalau mereka akan menghadiri undangan gala dinner dari perusahaan kolega Papa nya.
Akan tetapi tiba tiba Ixora merasakan sesuatu yang tidak beres.
“Pa..” ucap Ixora dengan sedikit keras dan nada serius. Ixora pun sedikit menegakkan punggungnya. Melihat nada dan gestur tubuh Ixora itu, Nyonya William tampak was was jika Ixora sudah tahu akan ke mana arah mobil berjalan.
“Hmmm.” Gumam Tuan William tanpa menoleh.
“Papa amati dech ada motor yang mengikuti kita.” Ucap Ixora sambil matanya menatap kaca spion yang berada di depan. Dealova yang mendengar spontan menoleh ke arah belakang begitu juga Nyonya William.
“Aku tidak begitu perhatikan. Tetapi orang yang mengikuti kamu dan mau kurang ajar sama kamu itu sudah mendekam di rumah tahanan.” Jawab Tuan William dengan tenang dan pandangan mata terus fokus ke arah depan.
“Lihat dari spion dech Pa.” Ucap Ixora lagi
“Pa, gimana nich kalau nanti aku diculik.” Ucap Nyonya William dengan nada kuatir akan tetapi tiba tiba Dealova menoleh menatap sang Mama sambil mengeryitkan dahi nya ke arah Mamanya.
“Eh.. maksudku anak anakku diculik.” Ucap Nyonya William kemudian sambil melotot ke arah Dealova.
“Tenang saja Ma. Biar pengawal yang memberesi kalau mereka macam macam pada kita. Pengawal mengikuti kita tapi berjarak.” Ucap Tuan William sambil sekilas melihat belakang mobilnya lewat kaca spion
Sementara itu motor yang dilihat oleh Ixora itu memang motor yang mengikuti mobil mereka. Motor yang dikendarai oleh ketua preman dan anak buahnya suruhan Anneke. Karena dia melihat ada sosok Ixora di dalam mobil maka mereka terus mengikuti. Akan tetapi mereka tidak berani melakukan apa apa selain hanya mengikuti saja.
Karena motor hanya mengikuti saja tidak membuat masalah maka Tuan William hanya menghubungi pengawal nya untuk mengawasi dan berjaga jaga.
__ADS_1
Mobil Tuan William terus melaju dan beberapa saat kemudian. Ixora terlihat kaget saat mobil menuju ke kawasan lokasi mansion Alfredo.
“Ma, tolong katakan dengan sejujur nya kita mau ke mana?” tanya Ixora dengan nada serius sambil menoleh menatap Sang Mama.
“Menghadiri undangan gala dinner.” Jawab sang Mama dengan santai dan tanpa menoleh ke arah Ixora yang duduk di sampingnya itu.
“Tempatnya?” tanya Ixora lagi
“Ikut aja ke mana Papa membawa.” Jawab Sang Mama sambil melihat Suaminya yang masih fokus pada kemudi mobilnya.
“Ma, Mama pasti bohong. Ini jalan menuju mansion Alfredo.” Ucap Ixora dengan nada kesal, Dealova yang mendengar langsung menoleh ke arah Kakaknya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
“Iya.” Saut Tuan William
“Ingat harus jaga etika dan nama baik keluarga William.” Ucap Tuan William selanjutnya
“Dan cerdas.” Saut Tuan William
“Aih... Pa buat aku yang pertama murah senyum dulu ha... Ha....” ucap Dealova sambil tertawa, sedang kan Ixora masih tampak cemberut karena hatinya sangat kesal sudah dibohongi oleh orang tua nya.
Mobil terus melaju dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki pintu gerbang mansion Alfredo. Pintu gerbang sudah secara otomatis terbuka, sebab penjaga pintu sudah mendapatkan informasi jika akan ada tamu keluarga William.
“Ingat pesan Papa, kalian harus jaga nama baik keluarga William.“ ucap Nyonya William mengingatkan lagi pada Ixora saat mobil sudah berhenti di dekat pintu utama Mansion Alfredo.
Sesaat kemudian tampak pintu utama Mansion sudah terbuka dan muncul empat sosok dari dalam Mansion. Caroline puteri Tuan Alfredo tampak cantik dan ceria dia yang keluar paling duluan. Kemudian Carol juga tampak tampan dan segar dengan bibir tersenyum merekah menyambut tamu yang dinanti . Demikian juga Tuan dan Nyonya Alfredo berdiri dengan senyuman untuk menyambut calon besan.
Keluarga William yang sudah turun dari mobil pun terlihat berjalan sambil tersenyum menuju ke arah Tuan rumah yang sudah berdiri menyambut mereka.
__ADS_1
Setelah mereka saling berjabat tangan dan para perempuan ditambah saling cipika cipiki, mereka masuk ke dalam mansion dan langsung menuju ke meja perjamuan.
Carol terus saja tersenyum bibirnya, dia mengambil tempat duduk yang berada tepat di depan Ixora agar bisa memandang wajah cantik Ixora yang sejak tadi pagi dia damba dambakan untuk dilihat namun gagal.
“Aku dengar Ixora sudah mengetahui rencana perjodohan nya dengan Carol.” Ucap Tuan Alfredo yang duduk di kepala meja sambil menatap wajah Ixora dan Carol secara bergantian
“Hmmm dan aku dengar mantan kekasih Ixora pergi meninggalkan Ixora begitu saja.” Ucapnya selanjutnya sambil tersenyum menatap wajah Ixora agak lama.
“Maaf Tuan, kami masih menjalin hubungan. Hanya terjadi sedikit salah paham.” Ucap Ixora sambil menatap Tuan Alfredo dengan tatapan tajam, berani.
“Ix!” ucap lirih Nyonya William yang memperingati Ixora agar menjaga sikap. Meskipun suara Nyonya William lirih akan tetapi semua orang yang berada di meja makan itu mendengar termasuk Tuan Alfredo.
“Ha... Ha... tidak apa apa Nyonya, saya paling suka dengan perempuan tipe setia dan berani.” Ucap Tuan Alfredo sambil tertawa
“Semakin menguatkan keinginan saya menjadikan Ixora sebagai isteri Carol, dia tipe setia.” Puji Tuan Alfredo sambil tersenyum menatap Ixora. Dan tentu saja Carol juga tersenyum senang.
“Terima kasih atas pujian nya Tuan Alfredo.” Ucap Ixora dengan nada ramah dan bibir tersenyum demi pesan kedua orang tua nya, akan tetapi hati nya sangat dongkol dan dengan sengaja kaki nya menginjak kaki Dealova yang duduk di sebelah nya. Dealova akan berteriak akan tetapi karena ingat pesan orang tuanya, dia pun juga tersenyum meskipun kaki nya diinjak oleh Kakak nya, dengan keras pula.
“Hmmm perfect.” Gumam Tuan Alfredo sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Mereka terus melanjutkan makan malam nya sambil berbincang bincang ringan. Carol terus saja memperhatikan dan mencuri curi pandang ke wajah Ixora. Sedangkan Ixora benar benar tidak bisa menikmati hidangan makan malam itu, meskipun semua menu nikmat dan lezat.
Akan tetapi tiba tiba satu orang pelayan datang tergopoh gopoh masuk ke dalam ruang makan itu.
“Tuan maaf. Di luar mansion terjadi keributan.” Ucap sang pelayan dengan nada kuatir dan ekspresi wajah cemas.
Semua orang yang berada di meja makan menoleh menatap ke arah Sang pelayan tersebut dengan wajah kaget dan kuatir. Terutama Carol.
__ADS_1