Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 117. Kedatangan Ixora William di Kampus


__ADS_3

Setelah Tuan William sudah tenang pikirannya Ixora pun pamit pada Papa dan Mama nya. Dia akan pulang dan menyiapkan segalanya.


Beberapa menit kemudian Ixora sudah menginjakkan kaki nya di Mansion William dengan diantar oleh taxi on line


“Hmm aku harus menghubungi Tuan Alfredo. “ gumam Ixora yang masih berpenampilan sebagai Isomah itu.


“Sebenar nya aku sangat malas untuk menghubungi dia tapi bagaimana lagi. Papa sedang sakit, padahal urusan persiapan lomba harus segera diselesaikan.” Gumam Ixora dalam hati sambil terus melangkah menuju ke dalam kamar nya.


Setelah masuk ke dalam kamar nya, Ixora segera membersihkan tubuh dan wajah nya untuk menjelma kembali menjadi Ixora yang cantik jelita.


Dan setelah tampil menjadi Ixora William, dia berjalan untuk mengambil hand phone nya. Sesaat dia mengusap usap layar hand phone nya lalu jari jari lentik nya tampak sibuk mengetik sebuah pesan.


“Tuan, ini saya Ixora William. Adakah waktu Tuan Alfredo jika saya melakukan panggilan suara pada Tuan.”


TING


Pesan untuk Tuan Alfredo terkirim dan centang dua.


Sementara itu di Mansion Alfredo, Tuan Alfredo sedang duduk duduk santai di ruang kerjanya sambil mengamati pergerakan saham saham nya.


Saat mendengar ada suara notifikasi di hand phone nya. Tuan Alfredo segera melihat hand phone nya sebab tadi sudah diberi tahu oleh Istri nya kalau calon besan nya masuk rumah sakit. Tuan Alfredo segera membuka pesan dari sederet angka , nomor kontak yang belum dia simpan.


“Ha? Ixora? Calon mantu ku. Kamu tidak perlu minta izin seperti itu, sewaktu waktu kamu bisa menghubungi aku, dengan senang hati aku akan menerima .” Ucap Tuan Alfredo setelah membaca pesan chat dari Ixora, lalu dia menekan tombol simbol kamera. Dia akan melakukan panggilan video pada Ixora William.


Ixora yang masih menunggu balasan dari Tuan Alfredo tampak kaget saat ada panggilan video dari Tuan Alfredo di hand phone nya. Ixora pun segera menekan tombol hijau.


“Sayang, katanya Tuan William masuk rumah sakit. Maaf kami belum bisa berkunjung. Nanti sore rencana kami untuk ke rumah sakit. Menunggu Carol selesai kerja.” Ucap Tuan Alfredo setelah Ixora menerima panggilan video nya. Tuan Alfredo tampak bahagia bisa melihat wajah calon menantunya itu.

__ADS_1


“Ada apa Sayang?” tanya Tuan Alfredo selanjutnya.


“Tuan, tolong bantu saya, saya akan membuka identitas saya pada publik dan panitia lomba, sebab paspor Isomah tidak bisa dibuat.” Ucap Ixora langsung pada pokok permasalahan nya.


“Okey Sayang, aku akan suruh orang orang menyiapkan semua bukti administrasi nya.” Ucap Tuan Alfredo sambil tersenyum


“Kita buat konferensi pers Tuan.” Ucap Ixora selanjutnya


“Okey kamu atur saja dan katakan pada ku di mana tempat dan waktu nya.” Ucap Tuan Alfredo sambil mengangguk anggukan kepalanya, dia juga ada ide untuk sekalian mengumumkan kalau Ixora adalah calon menantunya.


“Bagai mana kalau tempat nya di ruang kerja Tuan yang berada di kampus Mahardhika?” tanya Ixora minta persetujuan


“Setuju Sayang. Kamu langsung saja katakan pada mereka kapan mau pakai ruangan itu biar mereka menyiapkan. Aku kirim nomor kontak yang bisa kamu hubungi.” ucap Tuan Alfredo


“Terima kasih Tuan Alfredo. “ ucap Ixora yang tampak lega.


“Sama sama Sayang, panggil saja aku Papa ya..” ucap Tuan Alfredo sambil tersenyum. Akan tetapi Ixora tidak menjawab dan segera memutus sambungan panggilan video nya dengan Tuan Alfredo.


Di keesokan paginya.


“Hai Kakak kok sudah cantik. Mau ke rumah sakit Kak?” tanya Dealova yang sudah tampil dengan seragam sekolahnya saat membuka kamar dan melihat Ixora juga sedang keluar dari kamar nya Ixora.


“Mau ke kampus.” Jawab Ixora dan segera melangkah menuju ke anak tangga.


“Ha? Yang bener?” tanya Dealova yang juga berjalan menuju anak tangga. Dia kaget saat mendengar kakaknya akan ke kampus sudah berpenampilan cantik tidak lagi sebagai Isomah.


“Bener, sudah ayo buruan. Nanti aku ikut di mobil yang mengantar kamu, belum boleh bawa mobil sendiri sama Papa.” Jawab Ixora sambil menuruni anak tangga. Dealova pun mengikuti langkah kaki Ixora menuruni anak tangga dan segera melangkah menuju ke ruang makan.

__ADS_1


Setelah sarapan mereka berdua pun segera melangkah menuju ke pintu utama Mansion. Saat pintu dibuka, sudah siap mobil yang akan mengantar mereka. Tampak pintu mobil bagian belakang sudah terbuka. Ixora dan Dealova pun segera masuk ke dalam mobil.


“Selamat pagi Nona.” Ucap sang sopir dan seorang pengawal yang duduk di jok depan.


“Selamat pagi..” ucap Ixora dan Dealova secara bersamaan dan suara cempreng Dealova terdengar lebih keras dari suara Ixora. Setelah pintu mobil tertutup dengan sempurna mobil pun berjalan dengan pelan pelan meninggalkan halaman mansion William.


Setelah mobil mengantar Dealova, mobil segera melaju untuk menuju ke kampus Mahardhika.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman kampus Mahardhika. Dan mobil terus melaju menuju ke fakultas kedokteran terlebih dahulu. Ixora sudah membuat janji dengan bagian administrasi di pagi hari dengan harapan situasi kampus masih sepi.


Setelah mobil berhenti di tempat parkir tamu. Ixora pun segera turun dari mobil.


“Saya antar Nona.” Ucap sang pengawal. Ixora pun diam saja tidak menolak. Sang pengawal berjalan mengikuti Ixora dengan berjarak.


Benar situasi kampus masih tampak sepi, akan tetapi beberapa orang yang sudah tahu Ixora William secara spontan menoleh dan menatap Ixora tidak lupa mereka pun berbisik bisik dengan teman di dekat nya. Ixora hanya tersenyum dan segera menuju ke gedung administrasi mahasiswa untuk mendapatkan bukti bukti jika mahasiswa Isomah Wagiman adalah Ixora William.


Sementara itu di saat Ixora masih berada di dalam gedung administrasi. Di halaman kampus datang mobil Carol Alfredo yang mengantar Anneke. Sebab Anneke ngambek minta diantar jemput karena beberapa kali week end Carol tidak menginap di rumah nya, ditambah tadi malam Carol menjenguk calon mertua. Anneke sudah berprasangka jika Carol pasti bertemu dengan Ixora.


Sesaat mata Carol tertuju pada mobil yang sudah dia kenal. Mobil keluarga William.


“Ada urusan apa keluarga William di kampus ini, kemarin dan hari ini ada mobil mereka?” tanya Carol pada diri nya sendiri di dalam hati.


“Apa mereka memata mata i aku. Apa mereka sudah tahu aku ada hubungan dengan Anneke? Gawat!” Gumam nya lagi dan masih tetap di dalam hati agar Anneke yang duduk di samping nya tidak mendengar.


Hati Carol pun mulai gelisah.


Sesaat Carol menghentikan mobilnya.

__ADS_1


“Cepat turun!” perintah Carol kemudian pada Anneke.


“Cium dulu Sayang.” Ucap Anneke sambil mencondongkan kepala nya. Akan tetapi telapak tangan Carol segera menjauhkan muka Anneke dari muka nya dengan kasar.


__ADS_2