
Sementara itu di mansion Willam. Nyonya William sejak pagi sudah ikut memasak di dapur mansion yang super luas dengan banyak pelayan yang bekerja. Beliau ikut membantu memasakkan makanan kesukaan Ixora.
Akan tetapi tiba tiba...
“Nyonya.. Nyonya.. “ teriak Pak Wagiman yang sosoknya tiba tiba muncul di depan pintu dapur. Pak Wagiman masih berpenampilan dengan jaket lengkap dqn dengan helm di kepalanya.
“Ada apa Pak?” tanya Nyonya William sambil menoleh. Para pelayan pun ikut menoleh dengan pandangan mata dan ekspresi wajah kuatir.
“Nona Ixora..... Nona Ixora tidak ada di kost nya.” Jawab Pak Wagiman dengan ekspresi wajah ketakutan. Dia takut dimarahi oleh Nyonya William karena tidak bisa membawa pulang Nona Ixora.
“Hah? Terus ke mana anak itu?” tanya Nyonya William was was
“Apa dibawa kabur Bule itu? Bagaimana Naura itu di suruh menjaga Ixora saja tidak bisa?” ucap Nyonya William dengan nada tanya tapi entah bertanya kepada siapa.
“Nona Ixora di kampus, ada kegiatan di kampus kata Bunda Naura. “ jawab Pak Wagiman sambil menatap Nyonya William
“Owalah Pak.. Pak.. bikin aku was was saja.” Ucap Nyonya William yang terlihat lega
“Ya sudah, kalau begitu..” ucap Nyonya William dengan nada suara sedikit kecewa karena gagal untuk melepas rindu dengan puteri keduanya. Nyonya William melanjutkan membantu memasak sedangkan pak Wagiman kembali ke tempat kerjanya.
__ADS_1
Waktu pun terus berlalu, acara makan siang dan makan malam di ruang makan keluarga William hanya tiga orang saja. Nyonya dan Tuan William bersama si bungsu Dealova.
“Sepi juga ya Ma, ga ada Kak Ixora dan Kak Alexa.” Ucap Dealova setelah menyudahi makan malamnya. Meskipun banyak menu makanan akan tetapi Dealova tidak begitu bernafsu untuk makan lebih banyak sebab selain rindu dengan sang Kakak Kakaknya dia juga gelisah karena belum tahu nilai kelulusannya.
Sang Mama dan Sang Papa menjawab dengan anggukan kepala tidak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, hanya diam saja. Sebab mereka berdua juga merasakan rindu pada kedua puterinya. Selain itu Nyonya William juga kuatir jika Ixora bisa bertemu dengan Bang Bule di luar sana.
Setelah acara makan malam, Tuan dan Nyonya William langsung menuju ke ruang kerja Tuan William . Mereka berdua akan membicarakan masalah Ixora. Tuan William akan menunjukkan sesuatu pada isterinya.
“Pa, Ixora benar benar ada kegiatan di kampus atau hanya akal akalan dia agar bisa pacaran dengan Bule itu apa ya Pa?” tanya Nyonya William saat masuk ke dalam ruang kerja suaminya dan langsung menuju ke sofa.
“Ini tuh karena kesalahan Papa, dulu diberi waktu dan kesempatan mereka bisa sering berdua dua.” Ucap Nyonya William sambil menatap tajam suaminya yang sudah duduk di kursi kerjanya sambil mengaktifkan komputer.
“Kalau menurutku Ixora benar benar ada kegiatan di kampus. Anak itu lebih lurus lurus saja dibanding dengan adiknya yang banyak akal bulus nya.” ucap Tuan William yang ingat banyak peristiwa Dealova berbohong pada dirinya bilang katanya sakit perut minta dijemput, saat sudah pulang bilang sudah sembuh.
“Terus menurutku, Bule itu tidak tertarik lagi dengan Ixora saat ini. Pasti dia akan malu jika jalan berdua dengan Ixora sekarang apalagi pacaran. Mama tenang saja.” Ucap Tuan William selanjutnya
“Seperti apa Ixora sekarang Pa?” tanya Nyonya William sambil menatap suaminya lagi.
“Sini Mama lihat..” jawab Tuan William yang sudah membuka rekaman CCTV yang memperlihatkan penampilan Ixora menjadi Isomah. Nyonya William pun bangkit berdiri dan berjalan mendekati suaminya.
__ADS_1
“Haduh anakku kok jadi seperti itu...” ucap Nyonya William saat melihat rekaman CCTV, Ixora menjadi jelek dan tidak menarik sama sekali.
“Itu kan demi keselamatan dirinya Ma. Aku juga memasang CCTV di lokasi kost Ixora. Jadi Mama tenang saja.” Ucap Tuan William sambil tersenyum menatap istrinya.
“Kalau hati Mama tenang kan enak goyang goyang nya he... he...he...” ucap Tuan William selanjutnya sambil tertawa dan Nyonya William pun langsung menimpuk pundak suaminya dan segera berjalan keluar dari ruang kerja Tuan William menuju ke kamar. Ahhh mungkin dia akan mempersiapkan acara goyang goyang.
Detik berganti detik menit berganti menit jam berganti jam. Gelapnya malam pun telah berganti menjadi terang karena munculnya sang matahari, dan pagi hari pun tiba..
Di kamar Isomah sudah siap akan berangkat ke kampus untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan latihan bela diri. Isomah sudah mempersiapkan fisik dan mental lebih dulu.
“Hmmm semoga saja kegiatan ini nanti bukan ajang kaum senior untuk membully mahasiswa baru.” gumam Isomah yang menyempurnakannya make down untuk wajahnya. Dia berjaga jaga jika nanti ada yang melepas kaca matanya tetap tidak terlihat wajah aslinya. Dan juga agar Bang Bule tidak mengenali dirinya.
Setelah selesai Isomah pun segera melangkah keluar dari kamarnya. Dia segera berjalan untuk menuju ke kampusnya, tidak lupa dia sudah pamit pada Bunda Naura terlebih dahulu.
Saat dia melangkah melewati mini market. Tiba tiba ada mobil yang teramat sangat dia kenal. Mobil Bang Bule sudah terparkir manis di pinggir jalan. Bang Bule yang sudah curiga jika Isomah itu adalah Ixora sudah menunggu di tempat itu sajak hari masih gelap.
“Neng...” sapa Bang Bule sambil membuka pintu mobil. Sedangkan Isomah terus saja berjalan sambil mempercepat langkahnya.
“Neng ikut mobilku saja, tujuan kita sama.” Ucap Bang Bule akan tetapi tidak keras keras agar tidak di dengar banyak orang apalagi Nyonya Naura. Akan tetapi tetap saja Isomah terus melangkah tanpa menoleh.
__ADS_1
Bang Bule pun akhirnya masuk lagi ke dalam mobilnya, menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya pelan pelan mengikuti langkah kaki Isomah. Sambil mengikuti langkah kaki Isomah, Bang Bule masih saja terus menawarkan agar Isomah ikut ke dalam mobilnya. Akan tetapi Isomah tetap pada pendiriannya masih terus berjalan kaki hingga sampai di tempat tujuan. Dan Bang Bule pun juga terus saja menjalankan mobilnya pelan pelan mengikuti langkah kaki Isomah.