Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 132.


__ADS_3

“Kamu sekarang sudah mulai cerdik ya... “ ucap Tuan William sambil mengacak acak puncak kepala Ixora. Ixora pun tertawa kecil lalu memeluk tubuh Papa nya.


“Pa, kita buat konferensi pers lagi ya, kita umumkan pencurian itu dan aku akan bilang pantang menyerah aku akan buat penelitian lagi. Agar pencurinya tetap mengira yang dia curi memang benar benar penelitian lomba.” Ucap Ixora yang masih memeluk Sang Papa. Tuan William menepuk nepuk punggung Ixora.


“Okey okey... .” ucap Tuan William masih menepuk nepuk punggung Ixora.


“Aku juga Okey Ix.” Ucap Nyonya William yang mendengar usulan Ixora mengadakan konferensi pers lagi.


“Aku akan ikut konferensi pers dan aku akan menangis tersedu sedu agar pencuri nya dan orang orang yang berniat jahat kepada kamu itu puas sepuas puas nya.” Ucap Nyonya William selanjutnya.


“Okey Ma he... He... “ ucap Ixora lalu dia pun memeluk Sang Mama.


Tuan William dan Ixora pun melangkah meninggalkan kamar, sedangkan Nyonya William tidak mau meninggalkan kamar nya dengan alasan akan terus menjaga barang berharga Ixora.


Tuan William lalu menghubungi para media dia akan melakukan konferensi pers masalah pencurian itu. Sebab sejak tadi pun hand phone dia mau Ixora terus ada pesan masuk menanyakan perihal pencurian itu dan juga ada banyak panggilan tidak terjawab. Akhirnya mereka pun membuat jadwal konfederasi pers.


Dan waktu terus berlalu siang hari di kamar kost Beny. Dua anak manusia yang sudah terpuaskan masih tertidur pulas di kasur lipat yang tipis dan sempit itu.


Dan sesaat kemudian...


TOK... TOK.. TOK...


TOK... TOK... TOK..


Suara ketukan pintu berkali kali namun dua anak manusia itu tidak terbangunkan malah saling berpelukan dengan tubuh pol lost mereka. Mereka mengira itu suara ketukan pintu kamar sebelah.


TOK.. TOK... TOK...


TOK... TOK.. TOK...


Suara ketukan pintu lebih keras ditambah lagi dengan gedoran gedoran


DOR... DOR... DOR..


Reyvan pun lalu membuka matanya.


“Hah? Sudah siang waktu pulang kuliah!” teriak Reyvan lalu mengibaskan tangan Anneke yang masih memeluk tubuhnya. Anneke pun kaget karena sangat keras tangan Reyvan mengibaskan tangannya. Dan Anneke pun juga membuka mata nya.

__ADS_1


Reyvan segera bangkit dari tidurnya dan segera memakai bajunya.


TOK... TOK ... TOK


“Tunggu Ben!” Teriak Reyvan sambil terus memakai bajunya.


“Cepat pakai baju mu, apa kamu juga mau melakukannya dengan Beny.” Ucap Reyvan sambil melihat Anneke yang belum juga bangun hanya matanya saja yang sudah terbuka.


“Aku tidak menyangka kamar macam seperti ini bisa memberikan kenikmatan lebih.” Ucap Anneke sambil tersenyum. Anneke pun lalu bangun dan memakai dress sexy dan perlengkapannya. Tidak lupa dia mengambil bekas pengaman onderdil Reyvan dan dia simpan dalam tas nya.


Reyvan lalu membuka pintu kamar kost Beny saat dirinya dan Anneke sudah berpakaian lengkap.


“Aku langsung cabut ya Rey.” Ucap Anneke yang langsung meninggalkan kamar kost Beny tanpa menyapa Beny yang masih berdiri di depan pintu. Anneke tidak mau banyak orang tahu jika dirinya ngamar di kost teramat sederhana itu. Bisa bisa akan banyak mahasiswa mengajaknya diri nya sang primadona kampus untuk ngamar bersama. Bisa langsung turun harga diri nya, dia yang merupakan merupakan kekasih putra pemilik kampus mau diajak ngamar di kost amat sederhana.


Sedangkan Beny yang masih berdiri tampak melongo bengong kaget dan heran tidak menyangka primadona kampus itu sudah masuk di dalam kamar nya.


“Rey kamu hebat bisa kencan dengan primadona kampus, aku follower dia loh.” Ucap Beny sambil masih melihat punggung Anneke sambil geleng geleng kepala.


“Uang sewa kamar tambah dong Rey.” Ucap Beny yang sekarang sudah masuk ke dalam kamar.


“Aku cabut ya Ben.” Ucap Reyvan selanjutnya


“Terima kasih banyak ya, adik kecilku sudah mantap mantap Ha.. ha... ha...” ucap Reyvan sambil tertawa


“Tidak rugi aku pertama kali melakukan dengan primadona kampus, tak apa lah untuk uji coba yang bukan perawaan ha... ha...” ucap Reyvan masih tertawa dan mulai melangkah keluar dari pintu.


“Aku bisa uji coba dia tidak Rey? Kalau bisa akan aku video pasti viral ha... ha... ha..” ucap Beny sambil tertawa lebar.


“Sudah aku cabut ya!” ucap Reyvan dan terus melangkah meninggalkan kamar kost Beny.


“Bukannya kamu sudah cabut sejak tadi Rey!” teriak Beny lalu dia mengambil satu batang rokok dari bungkus nya dan membiarkan pintu kamar nya tetap terbuka agar udara mesumnya keluar lebih dulu berganti dengan udara penuh asap rokok nya.


Waktu pun terus berlalu dan malam hari di mansion Willam. Tepat nya di kamar Tuan dan Nyonya William.


Tuan William sudah tidur nyenyak di tempat tidur nya. Sedangkan Nyonya William matanya masih berkedip kedip dia tidak bisa tidur. Pikirannya berlari lari, berputar putar. Sejenak dia memikirkan acara konferensi pers besok, sejenak lagi dia memikirkan rencana perjodohan Carol dan Ixora yang belum ada kepastian sebab lama lama Nyonya William juga mulai menyadari sikap Carol yang tidak baik. Dan sejenak juga dia memikirkan barang barang berharga yang harus dia jaga.


Dan tiba tiba di luar kamar terdengar suara.

__ADS_1


GLODAK


Nyonya William yang tidak bisa tidur langsung bangkit dari tempat tidur.


“Apa maling ya, tapi kan ada penjaga di luar.” Gumam Nyonya William.


“Pa... Pa.. bangun ada yang mencurigakan.” Ucap Nyonya William sambil menggoyang goyangkan kaki suami nya.


“Ada apa sih Ma?” tanya Tuan William sambil membuka mata nya dengan berat.


“Ada suara GLODAK di luar kamar, aku takut kalau ada pencuri masuk ke dalam mansion.” Ucap Nyonya William dengan nada khawatir.


“Hah?” teriak Tuan William lalu bangkit dari tidurnya.


“Coba aku lihat di layar CCTV.” Ucap Tuan William lalu bangkit berdiri. Saat Tuan William baru saja melangkahkan kaki nya.


Terdengar suara...


“Meeeeooooong.” Suara kucing beneran di luar kamar.


“Ooo kucing Dealova, Pa.” Ucap Nyonya William tampak lega.


Tuan William tetap membuka lap top nya untuk melihat tangkapan CCTV. Tuan William jari jari nya sibuk dengan tuts tuts di keyboard sedang pandangan mata serius menatap layar lap.top.


“Bener kucing Dealova. Anak itu sudah dibilang, disuruh kucing taruh kandang tetap saja dibiarkan di luar kandang. Hiasan taman dijatuhkan.” Ucap Tuan William setelah melihat tangkapan CCTV.


“Pa, jagain barang penelitian Ixora kok lebih berat dari pada jagain perhiasanku ya?” ucap Nyonya William yang berdiri di belakang tempat duduk suaminya.


“Lha iya, perhiasan hilang bisa beli lagi bisa pesan lagi kalau ada uang. Lha ini mau beli di mana, perlu waktu dan pikiran buatnya.” Ucap Tuan William lalu menutup lap top nya. Mereka berdua pun kembali ke tempat tidur, meskipun Nyonya William tetap tidak bisa tidur nyenyak


Malam pun semakin larut dan dini hari pun tiba.


Sementara itu di lain tempat di halaman gedung misterius yang berdiri kokoh itu, di balik remang remang lampu temaram ada tiga laki laki berjalan mengendap endap.


....


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2