Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 119. Konferensi Pers


__ADS_3

Kedua mobil keluarga William sudah memasuki halaman gedung rektorat, mobil terus berjalan menuju ke tempat parkir. Di situ tampak mobil mobil dari media media ternama dengan logo logo besar tercetak di badan mobil. Termasuk juga mobil media kampus. Mobil Tuan Alfredo pun juga sudah ada.


Saat Tuan William dan Ixora yang tampil sebagai Isomah turun dari mobil beberapa kamera men menyorotkan lampu dan mengarahkan kamera pada sosok kedua nya.


Tuan William dan Ixora terus berjalan menuju ke ruang kerja Tuan Alfredo yang sudah disiapkan untuk konferensi pers. Cahaya lampu dan kamera terus mengarah pada mereka berdua. Pengawal keluarga William pun terus menjaga ketat pada mereka berdua.


Sementara itu. Pak Wagiman, Nyonya William dan Dealova juga turun dari mobil nya. Akan tetapi tidak ada sedikit pun cahaya lampu kamera mengenai sosok mereka bertiga.


“Ma mereka kok tidak menyorot kita?” tanya Dealova dengan nada suara kecewa


“Biar saja, lebih baik nanti mereka menyorot kita saat kita sudah tampil cantik jelita.” Ucap Nyonya William sambil terus berjalan mengikuti langkah suami nya dan Ixora.


Akan tetapi saat mereka bertiga sampai di depan pintu ruangan Tuan Alfredo, pintu sudah ditutup dengan rapat rapat dan dijaga oleh tiga satpam ditambah lagi oleh dua orang menwa.


“Aku itu isteri Tuan William Mama nya Ixora kenapa tidak boleh masuk!” teriak Nyonya William yang berpenampilan sebagai Bu Wagiman.


“Maaf Bu, yang boleh masuk hanya Tuan William dan puterinya yang kuliah di sini.” Jawab salah satu satpam dengan nada sopan.


“Silahkan Ibu dan rombongan nya menunggu di ruang sebelah.” Ucap nya selanjutnya.


Mau tak mau mereka pun berjalan menuju ke ruang sebelah untuk menunggu. Mereka diberi teh botol dan satu kotak berisi snack. Tampak Nyonya William dan Dealova bibir nya cemberut sedangkan Pak Wagiman tersenyum senang sebab tidak akan diwawancarai oleh para wartawan, sejak tadi dia khawatir was was jika harus ikut berbicara di depan para wartawan.


Sementara itu di dalam ruang kerja Tuan Alfredo. Setelah Tuan William dan Ixora masuk ke dalam ruangan mereka diterima oleh Tuan Alfredo yang sudah duduk di sofa. Tuan Alfredo dan Tuan William tampak ekspresi wajah nya tenang sambil berbincang bincang sesekali mereka tersenyum dan tertawa kecil. Para kamera men terus saja mengabadikan momen itu. Sedangkan Ixora yang masih tampil sebagai Isomah duduk anggun di salah satu sofa itu.

__ADS_1


“Tuan dan Nona apa sudah siap? Para media sudah tidak sabar.” Ucap Karyawan kampus panitia acara konferensi pers itu. Tuan William, Tuan Alfredo dan Ixora pun mengatakan siap.


Dan acara pun di mulai.


“Saya, Alfredo pemilik kampus ini menyatakan jika Isomah Wagiman yang sebenarnya adalah Ixora William yang tidak lain adalah puteri kedua Tuan William.” Ucap Tuan Alfredo dengan nada serius dan tegas, di awal pembukaan konferensi pers.


“Apa motivasi Tuan menyembunyikan identitasnya Nona Ixora, apa itu untuk pembohongan publik atau untuk iseng semata?” tanya salah satu wartawan


“Tidak, itu demi keamanan Ixora, kalian pasti sudah dengar berita penculikan dirinya waktu itu.” Jawab Tuan William


“Lalu kenapa saat ini akan membuka penyamaran itu?” tanya wartawan yang lain.


“Karena aku harus melanjutkan penelitian di tingkat Internasional dan terkendala karena penyamaranku itu. Dan sekarang aku akan menunjukkan pada panitia lomba dan publik jika Isomah Wagiman itu memang benar benar Ixora William. Kalian semua lihat...” jawab Ixora dengan nada serius namun tetap tampak anggun tidak ada nada emosi atau pun grogi.


“Arahkan kamera kalian pada wajah Isomah Wagiman ini.” Ucap Ixora selanjutnya dan dia mengambil pembersih make down nya. Tuan William dan Tuan Alfredo pun menoleh menatap Ixora yang duduk di sofa tengah di antara mereka.


Beberapa menit kemudian.


“Wow... cantik alami.” Teriak salah satu dari wartawan yang ada di dalam ruangan itu. Para kamera men pun lantas mengezoom wajah Ixora yang bersih tanpa polesan sedikit apa pun di wajah nya. Kulit bersih putih mulus, alis mata hitam asli dari bulu bulu yang teratur rapi bukan tato atau pun tanam alis, bulu mata lentik dan bibir merah alami, hidung mancung pun asli bukan hasil oplas.


Ixora lantas memoles wajahnya dengan pelembab sambil tersenyum. Kemudian dia pun membuka baju kedodoran Isomah.


“Jangan buka di sini!” teriak Tuan William dan Tuan Alfredo tampak khawatir. Semua yang ada di dalam ruangan itu pun tampak penasaran Ixora William akan memberikan pertunjukan apa lagi.

__ADS_1


Dan ... abagradabrak...


Ixora William berdiri sambil menggeraikan rambut indah nya dan menaruh baju kedodoran Isomah di dalam tote bag nya.


“Waooo.. benar benar Isomah itu adalah Ixora William.” Teriak salah satu wartawan.


“Kalian lihat dengan mata kalian sendiri jika Isomah itu adalah Ixora hanya karena kepintaran Ixora dalam menggunakan alat alat make up yang justru membuat diri nya menjadi jelek.” Ucap Tuan Alfredo dengan tersenyum bangga menatap Ixora yang sudah kembali duduk dengan anggun di sofa.


“Dan di kesempatan ini juga, aku sampaikan pada kalian jika Ixora William adalah calon menantu saya.” Ucap Tuan Alfredo selanjutnya dengan bibir masih tersenyum bangga.


“Cut.” Teriak Ixora sambil bangkit berdiri dan segera melangkah meninggalkan ruangan itu.


Tuan Alfredo dan Tuan William tampak kaget demikian juga semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


“Tuan kita akhiri acara konferensi pers ini. Masalah tentang yang itu kita bahas lain waktu.” Ucap Tuan William sambil bangkit berdiri ingin menyusul anak gadis nya dan Tuan Alfredo pun menyetujuinya bagi nya yang terpenting dia sudah menyampaikan hal yang dia inginkan. Para kameramen dan wartawan tampak masih mengejar pertanyaan pertanyaan pada Tuan Alfredo dan Tuan William akan tetapi mereka berdua tidak menjawab sepatah kata pun dan terus melangkah meninggalkan ruang konferensi pers itu dan segera masuk ke dalam mobil nya.


Sedangkan Ixora sudah masuk ke dalam mobil sejak tadi sebab ada beberapa wartawan yang mengejarnya dan menanyakan tentang kebenaran apa yang sudah disampaikan oleh Tuan Alfredo barusan.


“Cepat segera tinggalkan tempat ini. Wartawan pasti akan mengejar ngejar aku dan Ixora.” Ucap Tuan William saat sudah menutup pintu mobil nya. Setelah sang pengawal sudah masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sempurna, mobil pun pelan pelan meninggalkan tempat parkir. Para wartawan yang tadi mengejar Tuan William terlihat kecewa karena mobil tertutup rapat dan pergi meninggalkan lokasi gedung rektorat.


Sementara itu di ruang tunggu Nyonya William dan Dealova masih melihat layar televisi yang menayangkan acara konferensi pers itu. Pak Wagiman pun melihat sambil menikmati snack nya.


“Nyonya mau pulang tidak?” tanya sang pengawal yang sejak tadi menjaga di depan pintu ruang tunggu.

__ADS_1


“Tuan William dan Nona Ixora sudah pulang.” Ucap nya selanjutnya


“Ha? Terus kapan acaraku diwawancara?” teriak Nyonya William dengan kaget.


__ADS_2