
Sementara itu di Mansion William. Nyonya William sudah menunggu kedatangan Pak Wagiman dan Ixora sejak tadi. Nyonya William dan Tuan William sudah berencana akan mengadakan pesta kecil kecilan di villa bersama keluarga Alfredo. Nyonya William memang sengaja menyuruh Pak Wagiman mendadak menjemput Ixora agar dia tidak bis beralasan lagi. Sebab Nyonya William bagaimana pun tetap mempunyai rasa curiga di dalam hati nya.
“Pa, harusnya mereka sudah sampai di sini. Keburu siang jalan semakin macet atau malah keburu jalan ditutup.” Ucap Nyonya William yang sudah siap dengan penampilan santai tapi tetap cantik.
“Kamu telepon saja Pak Wagiman!” perintah Tuan William yang duduk santai di sofa di ruang keluarganya. Sedangkan Dealova belum keluar dari kamar nya. Dia pun tadi diberi tahu oleh Sang Mama secara mendadak.
Nyonya William lalu segera mengusap usap hand phone nya yang sejak tadi dia pegang. Sejak tadi dia sudah kontak kontak dengan Nyonya Alfredo, dia tidak mengatakan pesta atas kemenangan lomba akan tetapi pesta untuk sukses nya tugas tugas Ixora.
Dan kini Nyonya William mengusap usap hand phone nya untuk menghubungi Pak Wagiman.
Sedangkan di ruang tamu Ibu Dosen Retno, terlihat ketiga orang yang berada di ruang tamu itu terlihat masih sibuk. Pak Wagiman pun ikut sibuk membuka buka halaman buku journal penelitian. Sampai sampai minuman dan makanan kecil yang sudah disediakan oleh pelayan Ibu Dosen belum mereka sentuh sama sekali.
Dan tiba tiba terdengar bunyi dering di hand phone Pak Wagiman yang ada di dalam saku jaket nya di bagian dada nya. Pak Wagiman segera mengambil hand phone nya itu.
“Bu, ini sedang sibuk sekali, penting sekali ini.” Suara Pak Wagiman setelah menggeser tombol hijau dan dia lalu memutus sambungan teleponnya.
Sedangkan Nyonya William yang mendengar suara Pak Wagiman dan langsung main putus sambungan telepon ter lihat kaget dan juga sedikit emosi.
“Kurang ajar dia, panggil Bu Bu, emang aku Ibunya.. Dan main putus saja, aku yang menghubungi belum omong sepatah kata pun malah langsung diputus.” Ucap Nyonya William dengan nada tinggi dan jari jari tangannya kembali mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi lagi Pak Wagiman.
“Dia kan suami ke dua mu, mungkin di hand phone nya, nomor kamu diberi nama isteri kedua.” Ucap Tuan William sambil tersenyum dan terlihat Nyonya William semakin cemberut.
__ADS_1
“Haduh Pa, ini malah sekarang sudah tidak bisa dihubungi lagi!” teriak Nyonya William, karena Pak Wagiman di seberang sana memang langsung menon aktifkan hand phone nya. Dia tidak mau menerima panggilan Nyonya William karena khawatir perbincangan nya di dengar oleh Ibu Dosen hingga bisa bisa menyebabkan penyamaran Ixora terungkap.
“Coba kamu hubungi Ixora, mungkin mereka sedang di dalam perjalanan.” Ucap Tuan William dengan nada serius .
“Tapi tadi saat Pak Wagiman menerima panggilan telepon tidak ada suara bising lalu lintas.” Ucap Nyonya William akan tetapi dia tetap saja mengikuti kata suaminya, jari jari tangannya kembali mengusap usap layar hand phone nya kini untuk mencari nama kontak Ixora.
Ixora yang masih sibuk untuk mencari sumber bukti yang sudah digunakan oleh pemfitnah mendengar suara dering di hand phone nya. Dia sudah menduga itu pasti panggilan dari Sang Mama.
Ixora pun lantas mengambil hand phone nya yang berada di dalam tote bag nya. Dia melihat layar hand phone nya benar Sang Mama melakukan panggilan video. Ixora pun lantas menolak panggilan video dari Sang Mama dan jari jari Ixora lantas mengetik pesan chat untuk Sang Mama.
“Ma, maaf jangan hubungi kami dulu, sedang sibuk ada hubungannya dengan masalah penelitian. Pak Wagiman membantu kami.”
Pesan terkirim lalu Ixora juga menon aktifkan hand phone nya.
“Apa keluargamu juga sudah mengetahui berita ini?” tanya Ibu Dosen sambil menatap Isomah dan Pak Wagiman secara bergantian sebab Ibu Dosen mendengar dan melihat hand phone kedua tamu nya berkali kali mendapat panggilan. Isomah dan Pak Wagiman menjawab dengan gelengan kepala.
“Kita harus berjaga jaga jika dilaporkan” gumam Ibu Dosen dengan nada cemas.
“Aku yakin orang yang sudah memfitnah itu pasti sudah menghubungi panitia lomba.” Ucap Ibu Dosen sambil memijit mijit kepala nya yang mendadak merasa pusing dan pening.
“Maka kita harus menemukan kalau bukti yang sudah mereka posting itu hoax.” Ucap Ibu Dosen itu lagi
__ADS_1
“Bu, kita juga harus melaporkan jika itu adalah fitnah, pencemaran nama baik.” Ucap Isomah dengan nada serius.
“Kita tidak menemukan nama peneliti itu. Kita harus mencari ahli digital forensik untuk mengecek foto yang sudah mereka posting itu.” Ucap Isomah kemudian. Ibu Dosen pun terlihat mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju dengan usulan Isomah. Sedangkan Pak Wagiman tampak wajahnya semakin bingung. Bingung mendengar pembicaraan Ibu Dosen dan Isomah yang tidak dia pahami. Bingung juga memikirkan tugas dari Nyonya William yang tidak bisa dia laksanakan untuk menjemput Ixora pulang.
“Kita juga harus minta perlindungan hukum pada kampus.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya. Akan tetapi ucapan Ibu Dosen itu membuat ekspresi wajah Isomah tampak kaku menegang.
“Besok pagi kita ke gedung pusat. Kita harus mendapati legal official kampus.” Ucap Ibu Dosen sambil melepas kaca matanya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi nya agar pikirannya sedikit rileks. Sebab sudaj berkali kali mengecek tidak mendapatkan bukti yang didapat.
“Bu, apa itu harus?” tanya Isomah pelan. Sebab dia berpikir jika berurusan dengan legal official kampus Mahardhika pasti akan berurusan dengan Carol yang mana dia adalah pimpinan nya di sana dan selaku pengacara utamanya.
“Iya Is, semua orang kampus jika minta perlindungan hukum harus ke sana. Baik dosen, mahasiswa atau karyawan apa pun itu.” Jawab Ibu Dosen sambil tersenyum menatap wajah Isomah yang tampak khawatir.
“Kamu jangan takut dan khawatir, Ibu yakin penelitian mu orisinil dan akan ada pihak kampus yang melindungi kita. Nanti legal official kampus juga yang akan mencarikan ahli digital forensik.” Ucap Ibu Dosen lagi masih dengan bibir tersenyum.
“Ayo diminum teh nya sampai sudah dingin.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya sambil mempersilahkan Isomah dan Pak Wagiman untuk meminum teh nya. Pak Wagiman pun langsung meraih cangkir teh nya karena dia sudah menahan haus sejak tadi.
Sementara Isomah masih saja duduk terpaku. Dia tidak menyangka akan berurusan dengan hukum dan harus menemui legal official kampus yang mana ada Carol di sana.
“Ayo Is diminum dan dimakan, jangan sampai kamu sakit ya. Tugas mu masih banyak. Biar masalah ini diurus oleh legal official kampus dan tugas kita untuk menyiapkan penelitian lanjutan untuk tingkat Internasional. “ ucap Ibu Dosen lagi karena melihat Isomah masih diam saja, beliau pun menyodorkan kotak kue ke hadapan Isomah.
“Iya Nak, ayo dimakan.” Ucap Pak Wagiman sambil tangan nya terulur mencomot satu potong kue dari dalam kotak sebab dia sudah tergiur sejak tadi.
__ADS_1