
“Bang Bule bantu kami mencari Mama ya.. Maaf in segala kesalahan Mama ya Bang.” Ucap Ixora penuh dengan penuh permohonan.
“Iya Beb, aku akan segera menyusul kamu.” Ucap Bang Bule dan setelah izin untuk mengakhir sambungan teleponnya lalu Bang Bule memutus sambungan hand phone nya pada Ixora sebab ada notifikasi masuk ke hand phone nya dari teman yang mengantar mobil yang akan di sewa oleh Bang Bule.
Bang Bule lalu bangkit dari tempat duduk nya setelah membaca pesan dari temannya yang mengatakan kalau dia sudah datang. Bang Bule segera melangkah menuju ke tempat mobil teman nya yang sudah menunggu.
“Ayo masuk aku antar kamu mau ke mana malam malam begini.” Ucap Marcel temannya Bang Bule, pemuda asli warga negara Philipina, sambil mencondongkan tubuh nya dan terulur tangannya membukakan pintu mobil buat Bang Bule sementara Marcel masih duduk di kursi kemudi nya. Bang Bule pun segera masuk dan duduk di jok samping kemudi.
“Kamu bawa aku ke tempat Ixora ku.. My Baby..” ucap Bang Bule sambil menaruh hand phone nya pada holder yang terpasang di dash board mobil Marcel.
“Ini kenapa lewat jalan tikus Bul, mereka mau ke mana?” tanya Marcel saat melihat peta jejak di mana Ixora berada.
“Calon mertua ku diculik entah di bawa ke mana.” Ucap Bang Bule sambil mengambil lap top nya dan segera membuka layar lap topnya.
Mobil pun berjalan pelan pelan meninggalkan lokasi bandara Ninoy Aquino dan setelah sampai di jalan raya Marcel menambah laju kecepatan nya. Sementara Bang Bule sibuk dengan tuts tuts keyboard lap top nya dan tatapan mata nya serius di layar lap topnya.
“Ini nomor orang yang sudah berbuah jahat pada Ixora posisi nya sudah berada di laut.” Gumam Bang Bule saat melihat jejak nomor yang mencurigakan berada di luar daratan.
Bang Bule pun kembali sibuk dengan lap top nya sementara Marcel masih terus fokus pada kemudi mobil nya.
“Sial, benar mereka memang sudah sejak kemarin mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Nyonya William.” Ucap Bang Bule setelah membuka data data nomor hand phone orang yang dicurigai nya yang tidak lain adalah Bos Tambun.
__ADS_1
“Berarti benar Nyonya William di bawa ke laut oleh nomor orang yang sudah aku curigai sejak kemarin kemarin.” Ucap Bang Bule sambil menatap Marcel dari samping. Bang Bule pun lalu menceritakan kasus yang baru saja dialami oleh Ixora mulai dari hoax, pencurian hingga penguntitan.
“Ooo I know.. pasti mereka menuju ke pulau terpencil tempat sembunyi para mafia.” Ucap Marcel sambil mengangguk anggukan kepalanya dan ekspresi wajah nya tampak berpikir keras.
“Apa polisi tidak tahu tempat itu?” tanya Bang Bule serius.
“Entahlah Penjagaan ketat oleh para jaringan nya kalau tidak ya mereka para mafia bayar mahal agar aman. Tahu sendirilah ..” ucap Marcel yang tidak berlanjut kalimat nya.
“Bul, lebih baik kita lewat jalur pintas dan aku akan hubungi nelayan yang memiliki kapal buat kita sewa, meskipun kecil tetapi jalan nya cepat.” Ucap Marcel selanjutnya dan melajukan mobil nya lebih kencang.
“Terus diri ku tidak bisa bertemu dengan Ixora ku lebih dahulu?” tanya Bang Bule dengan ekspresi wajah sedih sebab dia sudah sangat merindu kekasih hati nya itu.
“Bul, calon mertua mu membutuhkan bantuan kamu cepat, besok kamu juga bisa ketemu Ixora mu.” Ucap Marcel lalu dia melajukan mobil nya tanpa lagi melihat layar hand phone Bang Bule karena dia sudah tahu jalur pintas menuju pelabuhan.
“Hhhhhh kenapa polisi lambat sekali mendapatkan informasi.” Ucap Tuan William dengan nada kesal lalu beliau menyandarkan tubuh dan kepala nya di sandaran jok mobil. Dan kedua tangan nya memijit mijit pelipis nya.
“Mungkin mobil yang membawa Mama sedang lewat di jalan yang tidak ada polisi berjaga Pa.. jadi tidak ada informasi masuk.” Ucap Ixora sambil menoleh ke arah Sang Papa yang duduk di samping nya. Ixora yang tidak tega melihat Sang Papa yang terlihat sangat capek dan kusut itu pun lalu tangannya terulur untuk memijit mijit punggung Sang Papa.
Beberapa menit kemudian ada satu motor polisi mendekat ke arah mobil polisi terdepan. Selanjutnya motor polisi itu berhenti dan tampak pak polisi di dalam mobil membuka pintu mobil nya. Selanjutnya mereka terlihat berbincang bincang serius.
Dan sesaat kemudian dua polisi itu berjalan menuju ke mobil yang ditumpangi oleh Tuan William. Dua polisi itu berdiri di samping mobil yang ditumpangi oleh Tuan William. Sang pengawal pun lalu membuka jendela kaca mobil nya.
__ADS_1
“Tuan, saya melihat mobil itu berjalan terus ke sana.” Ucap satu orang polisi yang tadi naik motor.
“Kenapa kita malah berhenti di sini, kenapa tidak segera terus berjalan.” Ucap Tuan William yang sudah menegakkan tubuh nya.
“Tuan bahaya masuk ke jalan sana.” Ucap dua polisi itu secara bersamaan.
“Istriku berarti dalam bahaya. Kenapa kalian malah berhenti.” Ucap Tuan William dengan nada kesal dan khawatir akan keselamatan isteri nya.
“Ayo cepat jalan!” perintah Tuan William pada sang pengawal sambil menepuk bahu sang pengawal. Dan sang pengawal pun segera menyalakan mesin mobil nya lalu mobil pun segera berjalan.
“Tuan.. Tuan.. di sana tempat sarang ..” teriak salah satu orang polisi yang tadi naik motor.
Dua orang Polisi itu pun terus berjalan dengan cepat menuju ke mobil nya dan motor nya. Dan mobil dan motor polisi itu terus melaju mengikuti mobil yang dikemudikan oleh salah satu pengawal Tuan William yang ditumpangi oleh Ixora dan Tuan William. Mobil Sang pengawal Nyonya William pun juga ikut berjalan mengikuti mobil polisi dan motor polisi yang sudah melesat mendahului.
Sedangkan polisi pengawal tamu hotel turun dari mobil setelah mendapat informasi dari tim pencari Nyonya William yang menyarankan kelima perempuan anggota genk dadakan itu kembali saja ke hotel sebab situasi kini membahayakan bagi mereka.
“Hiks... hiks... bagaimana dengan nasib Nyonya William?” tanya sang guide perempuan orang tua peserta dari negara Philipina sambil terisak isak menangis.
“Petugas yang akan mencari Nyonya William.” Jawab polisi pengawal tamu hotel.
“Itu Tuan William dan Ixora juga ikut mencari.” Ucap salah satu perempuan anggota genk dadakan itu yang ingin tetap ikut mencari Nyonya William.
__ADS_1
“Nyonya, tadi teman saya akan memberi tahu jika para perempuan lebih baik kembali saja ke hotel akan tetapi Tuan William keburu menyuruh sopir nya menjalankan mobil nya dan Nona Ixora juga keburu terbawa ikut.” Ucap polisi pengawal tamu hotel itu.