Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 152. Kehilangan Jejak


__ADS_3

Sementara itu di mall tampak heboh. Lima perempuan beda negara itu juga ikut masuk ke dalam ruang tempat membuka rekaman CCTV.


“Itu kan perempuan masuk ke dalam bilik toilet Nyonya William, dan kenapa yang keluar orang hamil berkerudung.” Teriak salah satu dari mereka saat mengamati rekaman CCTV di lokasi toilet.


“Lihat lihat.. itu sepatu Nyonya William yang dipakai perempuan hamil itu.” Ucap si guide orang tua peserta lomba dari Philipina


“Juga jam tangan dan gelang nya.” Tambah nya lagi yang dia hafal dengan asesoris yang dikenakan oleh Nyonya William.


“Jelas perempuan itu mengganti baju Nyonya William.” Ucap nya lagi.


“Nyonya William diculik!” teriak mereka semua.


Pak Polisi yang ikut berada di dalam ruang an itu pun segera menghubungi panitia lomba dan pimpinan nya. Sedangkan sang pengawal segera menghubungi teman nya dan Tuan William.


Di kantor William Group


“Bagai mana bisa istriku diculik?” teriak Tuan William yang masih berada di kantor William Group dengan nada kaget dan khawatir.


“Tolong jangan sampai Ixora mendengar berita ini dulu sampai acara lomba selesai agar dia masih bisa mengikuti lomba dengan tenang. Aku akan segera menyusul ke sana.” Ucap Tuan William selanjutnya lalu segera memutus sambungan teleponnya dengan sang pengawal Nyonya William.


Tuan William pun segera menyuruh sekretaris nya untuk mencarikan tiket menuju ke Manila.

__ADS_1


“Haduh aku harus menjaga Dealova. Aku titipkan saja dia ke keluarga Jonathan.” Gumam Tuan William lalu dia menghubungi Sang besan untuk menitipkan pada anak bungsu nya. Karena kalau di mansion Willam tidak ada kedua orang tua nya bisa bisa Dealova tidak berangkat sekolah.


Sementara itu di lokasi mall, setelah menghubungi Tuan William, sang pengawal Nyonya William segera menghubungi Bang Bule akan tetapi hand phone Bang Bule tidak aktif. Sang pengawal pun hanya bisa mengirim pesan teks di aplikasi chatting.


Dan setelahnya sang pengawal menghubungi panitia lomba untuk menyampaikan pesan dari Tuan William agar merahasiakan berita penculikan Nyonya William pada Ixora. Sang pengawal lalu menaruh hand phone nya pada saku jas nya. Terlihat pak polisi masih sibuk meminta kiriman rekaman cctv pada pihak mall. Sementara kelima perempuan anggota genk dadakan yang kehilangan ketua nya itu tampak sedih dan gelisah.


“Tolong ya agar kasus ini dirahasiakan dulu pada Ixora dan peserta lomba lainnya.” Ucap sang pengawal pada kelima perempuan itu, dia khawatir mereka terburu buru share berita pada anak anak mereka.


“Iya iya, terus bagai mana dengan Nyonya William?” tanya salah satu dari anggota genk dadakan dengan masih gemetaran karena takut. Sedang yang lain sudah terisak isak menangis.


“Tim kepolisian sedang melacak menggunakan CCTV jalan raya. Mari kita sekarang menuju kantor polisi untuk memberikan keterangan secara langsung.” Ucap Pak Polisi pengawal yang sudah selesai urusannya dengan pihak mall.


“Ayo kita segera ke sana. Kalau perlu kita juga ikut mencari Nyonya William.” Ucap salah satu dari kelima perempuan anggotagenk dadakan itu.


“Nyonya Nyonya kembali ke hotel saja, biar tim kami yang mencari Nyonya William.” Ucap pimpinan polisi kepada ke lima perempuan teman teman Nyonya William.


“Tidak. Kami harus mengikuti untuk mencari sahabat kami. Kami berangkat dari hotel ber enam kembali ke hotel juga harus ber enam.” Ucap sang guide orang tua peserta dari negara Philipina.


“Benar Pak, kalau kami kembali ke hotel kasihan Ixora William pasti akan bertanya tanya di mana Mama nya, dan kami pasti akan menangis.. hua... hua... hua....” ucap salah satu dari mereka dan selanjutnya pecah tangis nya. Ke empat teman nya pun juga turut serta menangis memikirkan nasib Nyonya William yang hilang diculik saat berada di toilet mall.


Akhirnya pimpinan kepolisian itu pun mengizinkan kelima perempuan itu ikut serta dalam mencari keberadaan Nyonya William.

__ADS_1


Mobil beriring iringan keluar dari kantor polisi. Polisi pengawal pun terus mengikuti mobil yang ditumpangi oleh kelima peeempuan itu sebab tugas mereka adalah mengawal tamu hotel itu. Mobil polisi tim pencari Nyonya William berada di barisan paling depan. Mereka mencari Nyonya William dengan bantuan pantauan CCTV jalan raya yang melacak keberadaan mobil yang membawa Nyonya William.


Waktu pun terus berlalu dan hingga pada saat nya mobil polisi yang melacak itu menepi dan berhenti di tepi jalan. Mobil yang mengikuti mereka itu pun ikut berhenti.


“Kok berhenti di sini, apa Nyonya William ada lokasi sekitar sini?” tanya sang guide perempuan orang tua peserta dari negara Philipina.


“Coba kamu turun dan tanya pada Pak Polisi.” Saran yang lain nya. Akan tetapi belum juga salah satu dari mereka membuka pintu. Mobil polisi yang di depan yang mereka ikuti itu terbuka salah satu pintu nya, dan salah satu polisi keluar dari mobil dan melangkah menuju ke belakang dan terus melangkah mendatangi mobil yang mengikuti nya.


Sopir mobil hotel itu pun membuka kaca jendela mobil nya. Dan sesaat kemudian pak polisi berhenti dan berdiri di mobil hotel itu. Para perempuan yang duduk di samping jendela pun membuka kaca jendela mobil.


“Bagaimana Pak?” tanya mereka secara serempak.


“Tunggu informasi dari pusat. Peralatan saya tidak bisa melacak, seperti nya mobil sudah masuk di jalan yang tanpa CCTV. “ jawab Pak Polisi dengan nada sedih penuh penyesalan.


“Terus bagaimana nasib teman kami, dan hari juga semakin sore hiks... hiks...” ucap salah satu perempuan anggota genk dadakan itu sambil terisak isak menangis. Ke empat teman nya pun juga ikut menangis sedih.


Sementara itu di sebuah pelabuhan berdiri seorang laki laki paruh baya dengan tubuh tambun, kepala bagian depan nya botak berkilau dan memakai kaca mata hitam. Dia lah Bos Tambun yang sudah menunggu di pelabuhan dan sudah siap dengan kapal yang sudah dia sewa.


“Kok lama sekali sih?” gumam Bos Tambun sambil melihat waktu di arloji nya.


“Harus nya sudah sampai sini.” Ucap nya lagi dengan gelisah sambil mondar mandir berjalan. Lalu terlihat dia mengambil hand phone dari saku jas nya. Dia pun segera mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi laki lali suruhan nya yang sejak tadi menguntit mobil rombongan Nyonya William. Akan tetapi sudah berkali kali dihubungi tidak ada nada sambung.

__ADS_1


“Hand phone mati lagi, apa dia matikan hand phone nya. Bodoh sekali itu nomor sudah aku lindungi dengan aman tidak ada yang bisa melacak.” Gerutu Bos Tambun dengan nada kesal.


__ADS_2