Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 69. Upaya Mendekatkan Ixora dan Carol


__ADS_3

“Hmmm bisa berbahaya buatku jika aku terlihat ada hubungan khusus dengan Anneke. Harga diriku bisa runtuh.” Gumam Carol dalam hati lalu dia menaruh hand phone nya lagi ke dalam tas nya bahkan kini dia malah menon aktifkan hand phone nya agar tidak dihubungi oleh Anneke lagi saat dia masih diantar oleh sopir pribadi keluarga William.


Sedangkan Anneke yang tertidur di dalam mobilnya mendadak kaget saat mendengar suara dering di hand phone nya berkali kali.


“Hah? Hari sudah malam.” Teriak Anneke saat membuka mata dan melihat lampu lampu di jalanan sudah mulai menyala karena matahari sudah mulai sembunyi dan tidak menampakkan sinarnya di permukaan bumi.


Anneke mengambil hand phone nya dan melihat layar hand phone nya tampak kontak nama ketua preman melakukan panggilan kepada dirinya.


“Apa?” teriak Anneke saat sudah menggeser tombol hijau.


“Nona, kekasih Nona sudah keluar dari tadi kenapa Nona diamkan saja?” ucap ketua preman


“Kenapa kamu baru mengatakan sekarang.” Teriak Anneke lalu dia memutus sambungan teleponnya dengan ketua preman suruhan nya.


Anneke terlihat mengusap usap hand phone nya untuk menghubungi Carol. Akan tetapi sia sia hand phone Carol sudah tidak aktif lagi.


“Hmmm sial benar aku hari ini sudah bolak balik mencari Kak Carol, malah aku tidur di pinggir jalan.” Gumam Anneke lalu dia menaruh hand phone nya karena tidak bisa menghubungi Carol.


“Apa Kak Carol dinner romantis dengan Ixora ya, dia tidak mau diganggu?” tanya Anneke dalam hati. Lalu dia menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Kali ini dia menyerah dan akan tidur sepuasnya di rumah. Mobil Anneke pun terus melaju seiring waktu.


Sementara itu di dalam mansion Willam setelah selesai jam makan malam.


Nyonya William duduk sendirian di sofa ruang keluarga sambil mengusap usap layar hand phone nya. Tadi dia makan malam seorang diri di meja makan, Tuan William belum pulang. Ixora sejak tadi berada di dalam kamarnya. Makan pun dia tidak mau, dan dipaksa oleh Sang perawat untuk makan bubur karena harus minum obatnya setelah makan. Sedangkan Dealova tidak makan malam karena masih kekencangan saat tadi diperbolehkan makan langsung ngamuk makan banyak banyak.


Sesaat kemudian, terdengar suara bel di pintu utama. Tampak seorang pelayan tergopoh gopoh berjalan dari belakang.


“Biar aku saja yang buka.” Ucap Nyonya William sambil bangkit berdiri. Nyonya William pun segera melangkah menuju ke pintu utama Mansion.

__ADS_1


“Ma, bagaimana Ixora?” tanya Tuan William saat pintu sudah dibuka oleh Nyonya William.


“Maaf tadi langsung ada meeting penting dengan calon investor baru dari luar negeri. Dan langsung dilanjut makan malam.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil mencium pipi isterinya.


“Ixora baik baik tadi diantar Carol.” Jawab Nyonya William sambil tangannya mengambil alih tas kerja suami nya, lalu dia menutup pintu utama mansion.


“Syukurlah aku tidak menyangka bertemu dengan Carol.” Ucap Tuan William sambil merangkul pundak istrinya. Dan mereka berdua berjalan menuju ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian


“Pa, aku mau mengatakan sesuatu.” Ucap Nyonya William saat Tuan William baru saja selesai mandi dan masih memakai bath robe nya.


“Hmmm apa kamu menginginkan goyang goyang setelah melihat badanku segar sehabis mandi.” Ucap Tuan William sambil tersenyum memandang isterinya.


“Bukan Pa, ini benar benar serius.” Ucap Nyonya William sambil menyerahkan pakaian pada suaminya yang sudah disiapkan sejak tadi. Dan Tuan William pun segera memakai pakaian yang sudah diberikan oleh isterinya.


“Pa, Ixora sepeti nya sudah tahu rencana perjodohan nya.” Ucap Nyonya William sambil ikut membantu mengancingkan kemeja piyama suaminya.


“Tidak Pa.” Ucap Nyonya William pelan sambil tertunduk karena mengaitkan kancing kemeja di bagian bawah juga karena takut suaminya akan marah pada diri nya.


“Terus bagaimana dia bisa tahu?” tanya Tuan William sambil mengeryitkan dahinya.


“Mungkin dia mendengarkan saat aku bicara dengan Carol tentang rencana perjodohan itu.” Ucap Nyonya William lalu dia berjalan menjauh dari suaminya dan duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.


“Kamu kenapa cerewet, ngapain omong masalah rahasia anak kita di depan nya.” Ucap Tuan William dengan nada tinggi dan ikut melangkah mendekati isterinya lalu dia pun duduk di samping isterinya


“Maaf Pa, aku saking bahagianya karena Bule itu sudah pergi dan Ixora pulang diantar Carol. Aku kira Ixora sudah di kamar.” Ucap Nyonya William dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


“Mama tidak hati hati tidak waspada. Bagaimana kalau Ixora nekat menyusul ke Belanda?” ucap Tuan William yang kini dengan nada serius akan tetapi suara nya melemah


“Tadi saja dia nekat menyusul ke bandara sampai tidak memedulikan tangannya yang sakit.” Ucap Tuan William selanjutnya


“Terus bagaimana Pa?” tanya Nyonya William dengan nada kuatir.


“Besok kamu minta pasport dia. Agar dia tidak bisa menyusul Bule itu.” Jawab Tuan William


“Iya Pa.” Ucap Nyonya William


“Besok juga berikan hand phone nya pada nya!” ucap Tuan William selanjutnya.


“Tapi Pa.” ucap Nyonya William dengan nada khawatir


“Berikan saja, kalau pasport sudah tidak dia pegang dia tidak bisa pergi menyusul Bule itu ke luar negeri.” Ucap Tuan William kini dia bangkit berdiri dari sofa nya lalu melangkah menuju ke tempat tidurnya, karena tubuhnya benar benar terasa capek.


“Iya iya Bule itu sudah jauh tidak apa apa kalau hanya komunikasi jarak jauh paling nanti masing masing sibuk dengan kegiatannya masing masing dan lama lama akan saling lupa.” Ucap Nyonya William juga turut bangkit berdiri dan melangkah menyusul suaminya.


“Biar setiap week end Ixora pulang ke mansion dan Carol datang ke sini.” Ucap Nyonya William lagi yang kini sudah duduk di tepi tempat tidur nya sementara Tuan William sudah berbaring.


“Hmmm.” Gumam Tuan William


“Kalau setiap week end selalu bersama pasti nanti lama lama mereka akan saling cinta ya Pa..” ucap Nyonya William yang kini juga turut membaringkan tubuhnya di samping suaminya, tangannya pun mulai memeluk tubuh suaminya.


“Seperti kita Pa..” bisik Nyonya William yang mulai muncul hasratnya minta goyang goyang. Tuan William yang peka akan gelagat isterinya lalu membalikkan tubuhnya.


“Papa mau gaya apa?” tanya Tuan William lirih di telinga suaminya tangannya mulai mengusap usap punggung suaminya.

__ADS_1


“Sebagai hukuman kamu sudah membuka rahasia di depan Ixora, pijitin tubuhku sampai aku tidur.” Jawab Tuan William


“Ach.. Papa kenapa bukan hukuman enak enak sih!” ucap Nyonya William sambil tangannya memukul pundak suaminya. Akan tetapi mau tak mau dia pun bangkit dan duduk di tempat tidur untuk menjalankan hukumannya.


__ADS_2