
Sementara itu di lain tempat di belahan bumi lain di benua Eropa tepat nya negeri Belanda. Bang Bule tidak bisa tidur setelah chatting an dengan Ixora. Karena selain semakin rindu dengan sang kekasih pujaan hati. Dia pun juga khawatir akan keselamatan Ixora. Meskipun dengan dana pribadi Tuan William juga sudah mengirim pengawal untuk Ixora dan Nyonya William dalam kepergian nya ke Philipina akan tetapi tetap saja sang pengawal tidak bisa selalu berada di dekat Ixora dan Nyonya William sebab peraturan dari panitia lomba hanya orang orang yang sudah masuk di daftar yang bisa menginap di hotel tempat acara lomba juga di tempat tempat lain nya untuk keperluan lomba.
Bang Bule lalu bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan menuju ke arah tempat duduk dan meja yang mana lap top nya berada di sana.
Bang Bule lalu membuka lap top nya dan duduk di kursi nya. Bang Bule segera mengaktifkan lap top nya.
“Aku harus terus melacak keberadaan nomor temuan yang mencurigakan itu.” Gumam Bang Bule lalu jari jari nya mulai menekan nekan tuts keyboard lap top nya.
“Sejak Ixora mengirimkan tiga nomor itu, semakin mengerucut jika otak pelaku di nomor yang mencurigakan itu. Kemarin pemilik nomor itu terindikasi berada di Singapore. Aku khawatir dia juga datang ke Philipina tempat acara lomba Ixora.” Ucap Bang Bule yang sudah bisa meretas nomor yang dianggap dia otak pelaku kejahatan pada kasus penelitian Ixora.
Bang Bule lalu tampak sibuk dengan tuts tuts keyboard lap top nya. Pandangan mata nya terus fokus pada layar monitor lap top nya.
Sesaat dia tampak sedikit lega, kala melihat titik sasaran alias nomor hand phone yang mencurigakan yang dalam pantauannya sedang berada di negara Tiongkok.
“Hmmm lega, dia berada di negara yang berbeda dengan negara yang akan didatangi Ixora.” Gumam Bang Bule lalu dia menutup layar lap top nya.
“Kemarin kemarin masih di Singapore aku kira akan ikut ke Philipina tempat acara lomba penelitian itu.” Gumam Bang Bule dalam hati lalu dia bangkit berdiri.
Bang Bule yang sudah lega hati dan pikiran lalu melangkah menuju ke tempat tidur nya dan segera membaringkan lagi tubuh nya. Dia besok harus bangun lebih pagi sebab kini semakin banyak sapi nya. Permintaan eksport susu untuk wilayah asia pun mulai berdatangan.
"Semoga kamu selamat dan menang Beb.. I love you..." gumam Bang Bule lalu dia memejamkan mata nya.
Sementara itu di lain tempat. Di negara Indonesia yang waktu nya pagi hari. Ixora dan rombongan sudah berada di bandara soekarno hatta.
“Ibu Dosen Retno kok belum sampai sini Ix?” tanya Nyonya William sambil pandangan mata nya tertuju pada mobil mobil yang berdatangan dan berhenti menurunkan calon penumpang.
__ADS_1
“Tadi katanya sudah mau berangkat Ma.” Jawab Ixora yang pandangan matanya mencari cari mobil Ibu Dosen Retno.
“Tadi kenapa tidak sekalian kita samperin saja sih, biar bisa langsung bersama sama dari rumah, langsung bisa masuk ruang cek in bersama. Tidak nungguin gini.” Ucap Nyonya William yang mulai tidak sabar ingin segera masuk ke ruang cek in.
“Tunggu bentar Ma..” ucap Ixora yang sebenarnya mulai merasa khawatir jika mobil ibu dosen Retno mendapatkan halangan di jalan
“Ya jelas kita harus menunggu karena semua tiket di bawa Ibu Dosen Retno. Coba kamu hubungi lagi hand phone nya. “ ucap Nyonya William sambil menatap Ixora.
“Sudah ga aktif hand phone nya Ma.” Ucap Ixora.
“Papa kalau keburu mengantar Dealova sekolah, tinggal saja kita Pa.” Ucap Nyonya William sambil menatap Sang Suami yang berdiri di dekat tempat duduk Ixora sambil mengusap usap puncak kepala Ixora bagai terasa berat tidak beliau tidak bisa ikut mengantar karena kesibukan kerja nya dan juga harus menjaga Dealova.
“Oo ga apa apa kok Ma, aku dan Papa menunggu sampai pesawat yang ditumpangi Mama dan kak Ixora take off.” Ucap Dealova dengan nada penuh pengertian.
“Kamu malah suka ya, bisa izin ga ke sekolah.” Saut sang Mama sambil melotot ke arah wajah Dealova
Saat Dealova masih tertawa bahagia, tiba tiba mobil yang Ixora nanti nanti sudah berhenti tidak jauh dari tempat mereka semua menunggu.
“Itu Ma...sudah datang Ibu Dosen Retno.” Ucap Ixora sambil bangkit berdiri.
“Ga jadi izin dech aku..” ucap Dealova sambil menepuk jidat nya sendiri dan selanjutnya ditambah tepukan oleh tangan Tuan William.
Ixora pun segera melangkah mendekati mobil Ibu Dosen Retno yang sudah berhenti dan tampak pintu mobil sudah terbuka dan keluar sosok Ibu Dosen Retno.
“Maaf ya Ix, sudah membuat menunggu. Aku nunggu keponakan ku yang mengantar ini.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil menoleh ke arah Ixora yang sudah mendekat dan di belakang Ixora juga tampak Nyonya dan Tuan William juga datang mendekati Ibu Dosen Retno.
__ADS_1
Sesaat kemudian dari pintu kemudi muncul sosok seorang pemuda tampan dan berjalan menuju ke bagasi mobil dan selanjutnya membuka bagasi mobil lalu mengambil satu koper besar dan kemudian menarik koper itu.
Melihat ada pemuda tampan Dealova yang tadi sedang berbincang bincang dengan sang pengawal segera berjalan mendekati kakak nya Ixora.
“Ini tuh yang kesiangan bangunnya.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil menepuk pundak pemuda tampan itu yang sudah berdiri di dekat Ibu Dosen Retno sambil menyerahkan koper besar Ibu Dosen Retno.
“Ayo minta maaf pada mereka.” Ucap Ibu Dosen Retno selanjutnya sambil menatap pemuda tampan itu.
“Kenalan dulu Tan, baru minta maaf.” Ucap pemuda tampan itu sambil tersenyum simpul.
“Tuan dan Nyonya William, kenalkan ini keponakan saya namanya Mario.” Ucap Ibu Dosen Retno selanjutnya mengenalkan keponakan nya. Tuan dan Nyonya William pun tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mario. Mario pun lalu meminta maaf, dan sejenak mereka berbincang bincang ringan. Ixora hanya diam saja sambil menoleh ke arah Dealova yang menoel noel pantat nya.
“Tan, dengan Nona Ixora dong..” ucap Mario selanjutnya sebab Ibu Dosen Retno tidak mengenalkan Ixora pada Mario.
Belum juga Ibu Dosen Retno mengenalkan pada Ixora, tiba tiba ..
“Kenalkan Kak Mario, aku Dealova..” ucap Dealova yang langsung saja mengulurkan tangannya. Dan Mario pun juga dengan cepat menerima uluran tangan Dealova.
Dan sesaat kemudian.
“Rio, sudah kamu pulang sekarang tuh mobil mu mengganggu mobil lain yang akan menurunkan penumpang. Kamu nanti kena semprot terlalu lama berhenti.” Ucap Ibu Dosen Retno yang menyuruh Mario segera kembali ke mobil nya. Dia pun juga segera menarik kopernya dan akan segera masuk ke ruang cek in.
“Nona Ixora tolong dong akun ku di folback ya..” teriak Mario sambil terus melangkah. Ixora pun juga sudah melangkah di antara Ibu Dosen Retno dan orang tua nya. Sedang Dealova masih berdiri dan melambai lambai kan tangannya pada Mario yang sudah mulai masuk ke dalam mobil Ibu Dosen Retno.
“Kenapa aku tidak sekalian pulang bersama Kak Mario ya, biar diantar ke sekolah.” Gumam Dealova. Namun saat Dealova akan melangkah menuju ke mobil Mario untuk mengetuk ngetuk jendela, mobil Maria sudah berjalan dan bersamaan dengan itu.
__ADS_1
“Mari Nona Dealova, sudah ditunggu.” Suara sang pengawal yang mengajak Dealova untuk berjalan menuju ke pintu cek in, sebab yang akan berangkat ke luar negeri sudah siap siap akan masuk ke ruang cek in.