Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 7. Tertinggal


__ADS_3

Tuan William segera membuka pintu mobil dan dia segera masuk ke dalam mobil. Nyonya William pun membuka pintu mobil bagian belakang kemudi, dengan pelan pelan dia membantu Ixora untuk masuk ke dalam mobil dan selanjutnya Nyonya William juga masuk ke dalam mobil dia duduk di samping Ixora.


“Ma.. panas.. “ ucap Ixora sambil mengibas ibaskan tangannya.


“Pa, dinginkan AC nya.” ucap Nyonya William pada suaminya yang mulai menyalakan mesin mobilnya.


“Kasih dia minum air mineral yang banyak. Pasti anak itu sudah memberi obat pada Ixora. Kurang ajar benar.” ucap Tuan William sambil tatapan mata nya pada Reyvan yang sedang diarak menuju ke mobil anak buah Vincent.


“Kita laporkan pada polisi saja Pa.” ucap Nyonya William sambil memberikan air mineral pada Ixora.


“Kalau lapor polisi, Ixora juga harus memberi keterangan sebagai korban. Kasihan dia kalau media massa meliput beritanya.” ucap Tuan William sambil menjalankan mobilnya keluar dari halaman hotel itu.


“Terus gimana Pa?” tanya Nyonya William selanjutnya


“Aku tidak iklas anak gadisku dibuat seperti ini.” ucap Nyonya William sambil mengusap usap kepala Ixora yang terkulai di pundaknya sambil tangannya sesekali memegang bagian tubuh sensitifnya yang masih terasa berdenyut denyut.


“Nanti aku bicara pada Bule itu.” jawab Tuan William sambil terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Dokter pribadi keluarga William


“Kenapa harus Bule itu, dia pun juga ambil kesempatan tadi Pa.. aku lihat sendiri dia pegang pegang Ixora.” ucap Nyonya William dengan nada emosi. Emosi Nyonya William pada Bang Bule berlipat lipat karena Bang Bule meninggalkan dirinya dan Bang Bule tertangkap basah oleh mata Nyonya William sedang memeluk Ixora yang hanya memakai pakaian minim.


“Bule itu sudah pengalaman mengatasi penjahat. Ingat Justin dan Dino sudah bisa dia atasi.” ucap Tuan William yang masih menaruh kepercayaan pada Bang Bule.


“Tadi itu mungkin memang karena Ixora yang tidak tahan karena pengaruh obat perangsang. Lihat saja dia gelisah dan nempel nempel kamu.” ucap Tuan William sambil terus fokus pada kemudi mobilnya

__ADS_1


“Tapi kan Bule itu bisa menolak tidak malah mencari kesempatan.” sanggah Nyonya William yang tetap menyalahkan Bang Bule


“Namanya juga lakI laki apalagi Bule suka pada Ixora.” ucap Tuan William yang memaklumi tindakan yang dilakukan oleh Bang Bule


“Papa kok malah dukung Bule tidak mendukung aku.” teriak Nyonya William dengan nada tinggi.


“Iya iya, sekarang kita selamatkan Ixora lebih dulu.” ucap Tuan William yang tidak ingin ribut dengan istrinya dia lalu memacu mobilnya dengan kecepatan penuh agar bisa segera sampai di rumah pak Dokter. Dan Nyonya William tidak ribut mempermasalkan dukung mendukung.


Sementara itu, di tempat parkir hotel melati. Setelah mobil Tuan William meninggalkan tempat parkir. Bang Bule hanya bisa mendesah karena Nyonya William masih tidak mempercayai dirinya.


“Kenapa aku juga ikut terbawa nafsu Ixora tadi.” gumam Bang Bule menyesali tangannya yang tadi sempat menggerahyangi tubuh Ixora.


“Tapi siapa sih yang tidak ikut terbawa emosi dengan suasana seperti tadi dengan orang yang kita cintai.” gumam Bang Bule memaafkan diri.


Terlihat anak buah Bang Bule masih menarik narik tubuh Reyvan agar berjalan menuju ke mobilnya. Terlihat Reyvan berusaha untuk menolak masuk ke dalam mobil itu.


“Aku laporkan kalian pada orang tuaku!” teriak Reyvan dengan sombong karena orang tuanya memang tergolong kaya tetapi masih jauh di bawah kekayaan Tuan William


Bang Bule yang sudah berdiri dekat mereka sudah habis kesabarannya.


“Lepaskan dia! Anak sombong ini.” ucap Bang Bule


“Ha... Ha... ternyata kamu takut baru mau akan aku laporkan.” ucap Reyvan sambil tertawa. Akan tetapi tidak menunggu waktu lama Bang Bule melepaskan tendangan mautnya pada pantat Reyvan dan langsung Reyvan terjatuh di lantai. Kedua kaki Reyvan sudah terasa tidak bertenaga. Reyvan hanya bisa mengaduh dan merintih kesakitan. Sementara Nency yang melihat hanya bisa menutup mata dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


“Gotong dia, masukkan ke dalam mobil mu sekarang!” perintah Bang Bule pada anak buahnya.


“Siyap Bang.”


“Bawa ke markas.” ucap Bang Bule selanjutnya. Lalu Bang Bule berjalan menuju ke mobilnya yang masih terparkir.


Reyvan yang kakinya sudah lunglai lalu digotong dimasukkan ke dalam mobil. Nency pun diseret dimasukkan ke dalam mobil. Ketiga orang anak buah Vincent lalu segera masuk ke dalam mobil. Dan mobil pun segera berjalan meninggalkan halaman hotel melati itu untuk menuju ke rumah Bang Bule alias markas mereka.


Bang Bule pun setelah masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya untuk mengikuti mobil anak buahnya.


Bang Bule mengambil telepon seluler nya dari kantong bajunya lalu dia harus pada holder yang menempel pada dashboard mobilnya. Saat dia membuka kunci layar. Bang Bule kaget saat melihat di layar masih aktif aplikasi pelacakan Ixora. Karena titik keberadaan Ixora ada di dekatnya.


“Hand phone Ixora masih di dalam mobilku.” gumam Bang Bule lalu dia sekilas menoleh ke belakang. Dilihatnya di jok belakang tidak ada tas mungil Ixora. Bang Bule kembali mengarahkan pandangan matanya ke depan.


Bang Bule lalu menepikan mobilnya pada tempat yang aman, dia akan memastikan untuk mendapatkan telepon seluler Ixora. Sebab dia mendapatkan ide jika telepon seluler Ixora ada pada dirinya.


Setelah mobil sudah menepi dan berhenti, Bang Bule menoleh lagi ke belakang untuk mencari telepon seluler Ixora. Dan di saat dia melihat di bawah jok ada tas mungil Ixora yang tergeletak. Dia lalu mengambil tas itu, dia buka isinya masih lengkap telepon seluler Ixora, dompet, bedak padat dan satu bungkus kecil tissue.


“Aku temui Alexa dan Vadeo, aku serahkan ini dan aku jelaskan semuanya pada Alexa dan Vadeo.” gumam Bang Bule sambil menutup lagi tas mungil milik kekasih hatinya itu. Bang Bule lalu menyalakan lagi mesin mobilnya dan pelan pelan dia mulai menjalankan lagi mobilnya.


“Hmmm tapi di mana Vadeo dan Alexandria. Mereka berdua sedang bulan madu.” gumam Vincent selanjutnya yang saat ini dia tidak tahu di mana lokasi Vadeo dan Alexandria yang sedang menikmati bulan madu.


“Hmmm nanti saja setelah aku beresi bocah itu, aku hubungi Vadeo.” gumam Bang Bule lalu segera melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2