
Waktu pun berlalu, di fakultas kedokteran kampus Mahardhika, di lain hari Anneke pulang dari kampus akan mendatangi kantor pengacara Carol.
“Aku harus segera mendapat kepastian dari Kak Carol. Tidak bisa menunggu lama lama. Kalau Kak Carol tidak segera menikahi siri aku. Aku akan segera mendatangi Kekasih Ixora Willam agar Ixora segera dibawa kabur. Dan perjodohan Kak Carol batal.” Gumam Anneke dalam hati sambil terus berjalan menuju ke tempat mobilnya yang terparkir.
Anneke pun melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menuju ke kantor pengacara Carol. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk bisa mendapatkan Carol meskipun hanya sebagai istri sirinya. Karena selama dia menjadi teman mesra Carol, Carol hanya mau mesra mesra saja dan tidak mau menembakkan senjatanya. Anneke berharap bisa mendapatkan benih Carol dan benihnya tumbuh di dalam rahimnya sehingga dia bisa mendapatkan ikatan secara emosional.
Beberapa menit kemudian mobil Anneke sudah memasuki halaman kantor pengacara Carol. Anneke tersenyum saat melihat mobil Carol masih terparkir.
“Hmmm syukurlah dia tidak keluar.” Gumam Anneke lalu dia segera turun dari mobilnya.
Seperti biasanya Anneke berjalan melenggang melenggok lenggok, bagai peragawati yang sedang berjalan di atas panggung peragaan busana.
Tanpa permisi, tanpa menyapa dan menanyakan pada karyawan Carol yang ada di kantor itu. Anneke terus berjalan menuju ke ruang kerja Carol. Anneke langsung membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu pintu ruang kerja Carol yang tidak terkunci itu.
“Kak Carol....” suara Anneke karena tidak melihat sosok Carol di dalam ruang kerja itu.
“Apa sedang di dalam kamar mandi ya..” gumam Anneke lalu berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di dalam ruang kerja Carol.
Anneke mengetuk ngetuk pintu kamar mandi akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Anneke pun langsung membuka pintu kamar mandi itu.
“Kosong. Kemana dia.” Gumam Anneke saat melihat di dalam kamar mandi tidak ada orang.
“Apa iya dia sedang di dalam kamar pribadi.” Gumam Anneke yang tahu kalau di dalam ruang kerja Carol ada kamar pribadi lengkap dengan tempat tidur yang sangat nyaman buat tidur dan goyang enak enak.
“Hmmm apa dia main main dengan sekretaris yang menggoda itu. Dia tadi tidak terlihat di ruang luar.” Gumam Anneke yang mulai curiga dan cemburu.
Anneke lalu melangkah dengan pelan pelan agar high heel nya tidak menimbulkan suara.
Dan setelah sampai di depan pintu kamar pribadi Carol. Anneke menempelkan kupingnya pada daun pintu kamar pribadi Carol itu.
__ADS_1
“Sepi juga.” Gumam Anneke. Lalu dia mencoba mengintip isi di dalam kamar lewat lobang kunci.
Saat Anneke masih mencoba mengintip mendadak pundaknya ada yang menepuk nepuk. Membuat Anneke kaget dan langsung menegakkan tubuhnya.
“Kamu ngapain?” suara Carol yang sudah berdiri di belakang Anneke sejak tadi.
“Kak Carol, bikin kaget saja.” Ucap Anneke sambil membalikkan tubuhnya
“Dari mana?” tanya Anneke selanjutnya sambil mencium Carol. Carol pun membalas ciuman Anneke yang menggairahkannya.
“Makan siang.” Jawab Carol setelah selesai berciuman lalu dia berjalan menuju ke kursi kerjanya.
“Sama siapa? Sekretaris?” tanya Anneke sambil mengikuti langkah kaki Carol.
“Hmmm.” Jawab Carol sambil mendudukkan pantatnya. Anneke terlihat cemberut karena cemburu. Tadi Carol memang keluar makan siang dengan sang sekretaris dan memakai mobil sang sekretaris nya.
“Kak, bagaimana? Kapan kita nikah?” tanya Anneke sambil duduk di sandaran tangan kursi kerja Carol sambil tangannya mengusap usap kepala Carol bagian belakang menuju ke tengkuknya.
“Tidak usah izin, jelas Papa tidak mengizinkan karena Dia menginginkan Ixora William sebagai menantunya.” Saut Anneke
“Kalau tidak segera menikah aku sekarang akan mendatangi kekasih Ixora dan aku serahkan bukti rekaman pembicaraan perjodohan itu.” Ancam Anneke sambil mengambil hand phone dari dalam tasnya untuk menunjukkan kalau dia benar benar memiliki bukti.
“An tunggu dulu. Kalau kamu tidak mau menunggu, aku akan mengambil hand phone mu itu.” Ucap Carol lalu dia bangkit berdiri dan berusaha untuk merebut hand phone Anneke.
Carol yang tenaganya lebih kuat berhasil merebut hand phone Anneke.
“Okey okey Sayang, aku tunggu tapi mana hand phone ku.” Ucap Anneke mengalah mundur selangkah agar rencananya tidak gagal semua.
“Awas kalau kalau kamu membuka rahasia itu aku banting hand phone mu ini.” Ucap Carol sambil mengusap usap layar hand phone Anneke. Dia akan mencari dan menghapus rekaman akan tetapi tidak bisa sebab sudah dikunci oleh Anneke.
__ADS_1
“Tapi kapan?” tanya Anneke
“Secepatnya.” Jawab Carol lalu dia kembali duduk di kursinya.
“Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikmati malam malam panas kita.” Ucap Anneke sambil senyum menggoda padahal dirinya yang sudah tidak sabar ditembak oleh senjata rahasia Carol.
“Nanti beli rumah baru buat kita ya Say...” ucap Anneke selanjutnya dia pun kembali duduk di sandaran tangan kursi kerja Carol sambil menggelendot pada tubuh Carol.
“Hmmm.” Gumam Carol.
“Mana hand phoneku.” Pinta Anneke dengan nada manja
“Tapi janji tidak membocorkan rahasia itu.” Ucap Carol yang masih membawa hand phone Anneke
“Janji asal syarat dipenuhi.” Ucap Anneke
“Tunggu saja..” ucap Carol sambil memutar otak berpikir pikir agar aman semuanya.
“Hmmm aku harus melakukan vasektomi dulu sebelum menikahi Anneke. Agar Papa tidak marah.” Gumam Carol dalam hati
"Hmmm belajar dari pengalaman Papa. Benar aku harus segera melakukan vasektomi." gumam Carol dalam hati lagi sambil tersenyum licik yang tidak diketahui oleh Anneke.
Sementara itu Bang Bule yang sudah berada di rumah nya habis tugas menjaga Ixora. Kini dia sudah selesai mandi dan berpenampilan sebagai Bang Bule Vincent yang sesungguhnya.
“Hmmm lega dan segar jika sudah melepas topeng dan segala perlengkapannya.” Ucap Bang Bule sambil merebahkan tubuhnya di kursi rotan panjang peninggalan mendiang Sang Oma.
“Tapi tidak apa apa demi bisa bertemu Ixora.” Gumam Bang Bule sambil tersenyum dia sangat bahagia selama Ixora sakit dia bisa bertemu setiap hari.
“Tapi kenapa ya Ixora tidak mengatakan penyebab dia jatuh.” Gumam Bang Bule tampak berpikir pikir. Sebab Ixora selalu hanya menjawab tahu tahu jatuh jika ditanya kronologi jatuhnya.
__ADS_1
“Apa dia menyembunyikan sesuatu. Aku harus mencari tahu penyebab Ixora jatuh.” Gumam Bang Bule selanjutnya.