
Sambil terus berjalan Isomah mengambil hand phone dari tote bag nya. Sedangkan Gugun masih setia berjalan di samping Isomah. Isomah pun segera mengaktifkan hand phone nya yang tadi dia off karena dia sedang mengikuti kuliah.
Saat hand phone nya sudah aktif banyak notifikasi masuk ke dalam hand phone miliknya. Isomah membuka aplikasi emailnya ada surat resmi dari panitia lomba tentang informasi juara lomba.
“Benar kan.” Ucap Gugun yang terus melangkah di samping Isomah sambil menoleh dan tersenyum menatap Isomah dari samping.
“Tenang saja tadi aku lihat tidak ada komentar negatif kok.” Ucap Gugun lagi.
‘Sekarang traktir aku makan siang dong!” ucap Gugun sambil tersenyum lebar
“Kak Gugun tidak takut dikeluarkan dari kampus, jika ada yang melihat kita berdua?” tanya Isomah
“Aku kan tidak membantu kamu, aku hanya mengucapkan selamat dan minta traktir. Bagaimana mungkin mau mengeluarkan aku dari kampus. Tidak usah dikeluarkan aku nanti juga akan keluar sendiri.” Jawab Gugun yang terus melangkah di samping Isomah.
“Kalau sudah lulus , tentunya.” Ucap Gugun kemudian sambil nyengir mulutnya. Mereka berdua pun terus melangkah meninggalkan lokasi kampus dan menuju ke rumah makan padang yang ada di depan kampus untuk makan siang bersama di mana Isomah yang akan mentraktir Gugun.
Saat mereka berdua sedang menyeberang jalan raya untuk menuju ke rumah makan padang. Tiba tiba ada satu buah motor yang mengikuti mereka berdua.
“Hei!” teriak suara pengendara sepeda motor itu.
Isomah dan Gugun pun menoleh ke arah suara tersebut.
“Nin..” teriak Isomah pula setelah tahu yang menyapanya adalah Nindy. Gugun langsung menarik tangan Isomah agar segera menyeberang jalan sebab sudah ada banyak kendaraan yang akan mendekat ke arahnya. Motor Nindy pun juga sudah berada di tepi jalan.
“Mau ke mana kalian? Pacaran?” Tanya Nindy sambil menghentikan motornya akan tetapi masih menyala mesin motor nya dia hanya mengerem dan tidak menarik gas.
“Sembarangan saja menuduh pacaran. Tetapi doakan saja.” Jawab Gugun yang sejak awal sudah menaruh perhatian pada Isomah. Sedangkan Isomah hanya tersenyum saja.
“Mau makan makan Mpok.” Ucap Gugun selanjutnya lalu segera menarik tangan Isomah menuju ke warung makan padang.
“Ikut dong....” teriak Nindy yang belum tahu pengumuman lomba penelitian. Nindy pun menjalankan motornya mengikuti langkah kaki Isomah dan Gugun. Nindy mengira Gugun yang akan mentraktir Isomah. Sebab setahu Nindy juga , Gugun jatuh cinta pada Isomah sejak pandangan pertama.
__ADS_1
Mereka bertiga pun segera masuk ke dalam rumah makan padang itu.
Sementara itu di lain tempat, di kantor pengacara Carol. Dia yang hari ini tidak bisa antar jemput Anneke karena kesibukan nya di kantor. Tiba tiba hand phone nya berdering berkali kali.
Carol pun segera meraih hand phone yang berada di atas meja kerjanya. Saat di lihat layar hand phone nya tertera nama Anneke sedang melakukan panggilan suara.
“An, aku kan sudah katakan kalau aku sangat sibuk. Tidak bisa menjemput dirimu. Aku kan sudah bilang kamu bawa mobil sendiri.” Ucap Carol dengan ketus setelah dia sudah menggeser tombol hijau.
“Sayang, aku sudah bawa mobil sendiri aku tidak minta dijemput.” Ucap Anneke berusaha untuk bersabar meskipun Carol berbicara dengan ketus karena dia masih berharap untuk mendapatkan benih dari Carol.
“Terus ngapain kamu nelpon nelpon aku.” Ucap Carol lagi masih dengan nada ketus.
“Sayang aku akan mengatakan hal yang penting pada kamu...” ucap Anneke
“Cepat katakan aku tidak banyak waktu.” Saut Carol memotong kalimat Anneke yang belum selesai
“Iya iya Sayang aku akan memberi tahu pada kamu tentang hot news hari ini di kampus..” ucap Anneke dan berhenti sesaat.
“Hah? Bagaimana mungkin, siapa yang sudah membantu nya?” tanya Carol dengan mata melotot sebab sangat kaget mendengar berita dari Anneke jika Isomah tetap juara pertama.
“I don't know.” Jawab Anneke
“Hah? Dia menantangku lagi. Dia harus dikeluarkan dari kampus. Sudah membuat malu diriku.” Ucap Carol dengan emosi, dia lalu memutus sambungan teleponnya dengan Anneke.
“Kalau dicabut beasiswa nya pasti dia akan nangis nangis karena tidak bisa melanjutkan kuliah nya.” Gumam Carol lagi sambil tersenyum licik.
Carol lalu terlihat mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi seseorang.
“Kamu batalkan pertemuan kita dengan klien.” Ucap Carol pada sekretaris pribadinya. Dia lalu menutup lap topnya dan menaruh hand phone di saku blazer nya.
Carol pun segera bangkit berdiri. Dia berjalan dengan tergesa gesa menuju ke pintu ruang kerja nya dan segera meninggalkan ruang kerja nya itu. Carol terus melangkah menuju ke tempat mobilnya terparkir. Setelah masuk ke dalam mobil dia langsung melajukan mobil nya keluar dari halaman kantor nya, tujuannya adalah ke kampus Mahardhika.
__ADS_1
Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi.
“Ke fakuktas kedokteran apa vokasi ya?” gumam Carol bertanya pada diri nya sendiri saat mobil sudah memasuki pintu gerbang kampus Mahardhika
“Apa gembel itu benar benar cerdas sampai sampai kuliah di dua fakultas.” Gumamnya lagi.
Carol lalu melajukan mobil nya menuju ke fakultas vokasi. Karena hari masih siang di fakultas itu tidak begitu banyak mahasiswa nya sebab banyak mahasiswa yang mengambil kuliah sore hari di fakultas vokasi.
Setelah memarkir mobilnya Carol segera melangkah keluar dan berjalan, tujuannya ke bagian kemahasiswaan. Saat Carol berjalan dia melihat Ibu Dosen Retno yang juga sedang berjalan. Banyak mata menatap sosok Carol yang belum pernah datang ke fakultas vokasi. Termasuk Ibu Dosen Retno. Jantung Ibu Dosen Retno mendadak berdebar debar sangat kencang, dia sangat takut akan hadirnya Carol Alfredo di fakultas nya, pasti ini ada hubungan nya dengan kemenangan Isomah. Begitu perkiraan nya.⁰
“Hei!” Teriak Carol sambil menatap Ibu Dosen Retno
“Katakan siapa yang sudah membantu gembel itu!” bentak Carol pada Ibu Dosen Retno
“Bukan saya Tuan, saya tidak tahu.” Ucap Ibu Dosen Retno dengan takut takut, jantung nya masih berdebar debar dengan kencang telapak tangan nya pun terasa dingin.
“Siapa pun orang nya yang sudah membantu akan aku keluar kan dari kampus ini!” teriak Carol Alfredo dengan lantang.
Carol pun terus menuju ke bagian kemahasiswaan. Dia bertanya tanya tentang Isomah dan siapa yang sudah membantu Isomah.
“Gembel itu tidak mendapat beasiswa?” ucap Carol tidak percaya saat pegawai kampus mengatakan kalau Isomah tidak mendapatkan beasiswa.
“Kamu pasti salah lihat, coba chek lagi!” perintah Carol. Dan pegawai itu menjalankan perintah Carol untuk mengecek lagi dan hasilnya sama Isomah kuliah dengan biaya mandiri alias tidak mendapat beasiswa
“Aku harus keluarkan dia dari kampus ini.” Ucap Carol selanjutnya karena tidak bisa mencabut beasiswa sebab kampus tidak memberikan beasiswa
“Mana nomor hand phone Dekan mu!” ucap Carol pada pegawai fakultas vokasi itu
Pegawai itu terlihat memberikan satu lembar kartu nama pada Carol. Carol pun terlihat memencet mencet layar hand phone nya menulis sederet angka nomor kontak Dekan fakultas vokasi dan selanjutnya dia melakukan panggilan suara. Setelah terhubung Carol pun segera menyampaikan maksudnya.
Dari ekspresi wajah nya terlihat Carol kecewa sebab Pak Dekan tidak bisa mengeluarkan Isomah dan Carol disuruh menghubungi Rektor. Pak Dekan yang sudah membaca berita media kampus pun beralasan mempertahankan Isomah karena dia mahasiswa yang berprestasi.
__ADS_1
“Hah aku harus menghubungi Rektor, untuk mengeluarkan gembel itu. Kenapa susah sekali sih. Masih banyak mahasiswa berprestasi lainnya kenapa harus mempertahankan gembel itu.” Gerutu Carol setelah memutus sambungan teleponnya dengan Pak Dekan.