Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 129. Tenang


__ADS_3

“Maka tolong sampaikan berita ini pada Ixora dengan hati hati, saya sangat khawatir penelitian Ixora dibawa lari pencuri itu.” Ucap Tuan Alfredo


“Iya.. iya..” ucap Tuan William dan setelah nya sambungan telepon sudah tidak terhubung lagi.


Tuan William langsung melangkah dengan cepat meninggalkan kamar nya menuju ke kamar Ixora.


Saat melewati ruang makan, Nyonya William yang sedang membantu pelayan menyiapkan sarapan terlihat kaget saat melihat suaminya berjalan tergesa gesa.


“Pa.. mau ke mana?” tanya Nyonya William dan Tuan William tidak menjawab terus saja melangkah menuju ke arah tangga. Nyonya William pun lalu mengikuti langkah kaki sang suami sebab dia khawatir jika sang suami akan marah marah pada salah satu anak gadis nya.


Tuan William terus menaiki anak tangga dan tidak lama kemudian sudah sampai di depan pintu kamar Ixora, Tuan William memutar handel pintu dan mendorong daun pintu, akan tetapi pintu masih tertutup dengan kokoh. Sebab masih terkunci dari dalam.


“Pa, ada apa?” tanya Nyonya William yang sudah berada di dekat suami nya.


“Mama diam saja jangan panik dan menangis aku khawatir nanti Ixora semakin sedih.” Jawab Tuan William sambil menatap wajah isterinya.


“Pa ada apa?” tanya Nyonya William lagi dengan nada suara dan ekspresi wajahnya sangat cemas.


“Ada maling di kampus Ixora.” Jawab Tuan William dan Nyonya William tampak takut ekspresi wajah nya.


“Mama nunggu di luar kamar Ixora saja, agar ekspresi Mama tidak semakin membuat Ixora panik dan sedih.” Ucap Tuan William selanjutnya dan dia lalu mengetuk ngetuk pintu kamar Ixora. Nyonya William pun patuh pada suaminya dia berdiri nempel di dinding.


TOK.. TOK.. TOK..


“Ix, buka pintu nya!” suara Tuan William dengan lantang.


“Iya Pa.. bentar..” teriak suara Ixora dari dalam.


Tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok Ixora yang sudah siap tampil cantik untuk pergi berangkat kuliah.


“Sayang..” ucap Tuan William langsung masuk dan menutup pintu kamar lalu memeluk tubuh Ixora


“Sayang andai hilang tidak apa apa yang penting kamu selamat. Bisa ikut lomba lain waktu ya..” ucap Tuan William masih memeluk tubuh Ixora.

__ADS_1


“Ada apa sih Pa?” tanya Ixora sambil mengurai pelukan Sang Papa, dia belum mendengar dan melihat berita tentang pencurian di fakultas vokasi.


“Tuan Alfredo tadi menghubungi kamu tapi tidak kamu angkat, dia menghubungi aku. Katanya ada pencurian di kampus di fakultas vokasi tepatnya di laboratorium tempat penelitian kamu.” Ucap Tuan William dengan hati hati.


“Hah? Yang benar Pa?” Tanya Ixora yang tampak kaget dan minta kepastian. Tuan William menganggukkan kepalanya dan ekspresi wajahnya tampak sedih dan prihatin.


“Pa, aku harus segera ke kampus, aku tadi malam memang melihat orang yang mencurigakan.” Ucap Ixora yang segera menyambar tas nya.


“Aku antar kamu Sayang.” Ucap Tuan William.


Tuan William dan Ixora pun segera keluar dari kamar dan melangkah untuk segera menuruni anak tangga.


“Pa, Ix..” ucap Nyonya William dengan nada khawatir sambil mengikuti langkah kaki anak dan suaminya.


“Ma, siapkan sarapan buat aku dan Ixora untuk dimakan di dalam mobil, mau cepat cepat berangkat.” Perintah Tuan William. Dan Nyonya William pun segera menjalankan perintah sang suami untuk membuatkan bekal sarapan Ixora dan Tuan William.


Setelah bekal sarapan siap, Ixora dan Tuan William pun segera melangkah menuju ke pintu utama Mansion dan selanjutnya mereka berdua segera melangkah menuju ke mobil Tuan William yang sudah siap.


“Pak ke kampus Ixora.” Ucap Tuan William saat dia dan Ixora sudah masuk ke dalam mobil.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki pintu gerbang kampus Mahardhika. Dan selanjutnya berhenti di halaman kampus fakultas vokasi.


Dengan tidak sabar Tuan William dan Ixora turun dari mobil dan terus melangkah menuju ke dalam tampak sudah ada garis polisi dan banyak orang orang, baik orang orang media atau pun orang orang kampus.


Tuan William dan Ixora terus melangkah menuju ke gedung laboratorium.


Dan tidak lama kemudian.


“Ix... “ teriak suara Ibu Dosen Retno dan terus melangkah tergopoh gopoh mendekati Ixora dan Tuan William.


Ixora dan Tuan William pun menoleh dan menghentikan langkahnya.


“Ix, loker penelitian kamu dibobol.” Ucap Ibu Dosen Retno dengan nada sedih, saat sudah berada di dekat Ixora.

__ADS_1


“Apa mereka membawa isi di dalam loker saya Bu?” tanya Ixora tampak khawatir.


“Iya Ix, berkas berkas di ruang Ibu juga dibawa kabur, tapi untung itu hanya copyan nya.” Jawab Ibu Dosen Retno dan mereka bertiga terus melangkah menuju ke ruang laboratorium tempat penelitian Ixora.


Tidak lama kemudian mereka sudah berada di depan ruang laboratorium yang dibobol pencuri, tampak pintu ruang itu rusak akibat dicongkel. Dan isi ruangan tampak berantakan. Ada garis polisi mengelilingi ruangan itu. Mereka hanya bisa melihat dari luar, namun Ixora bisa melihat jika pintu loker nya terbuka dan isinya di bawa kabur.


“Ix, bagaimana apa hilang penelitian kamu yang untuk lomba?” Tanya Tuan William sambil menoleh menatap Ixora yang tampak mengamati ruangan dari luar yang sebagian besar dinding terbuat dari kaca tebal.


“Penelitian Ixora dibawa kabur Pa, tapi nanti bisa buat lagi.” Jawab Ixora dengan tenang.


“Nanti aku cerita ke Papa, ayo Pa sekarang antar aku ke kampus kedokteran.” Ucap Ixora sambil menggandeng lengan Papa nya.


“Ix, kamu kenapa tenang.” Ucap Tuan William saat melihat Ixora tampak tenang tidak sedih atau pun menangis histeris seperti yang dia bayangkan.


“Hmmm mereka pasti akan kebingungan untuk mencari obat gatal.” Gumam Ixora dalam hati. Sebab yang dibawa kabur oleh pencuri hasil penelitian sampingan nya.


“Dan sepertinya belum ada obat nya selain penawar yang aku buat dan itu sudah aku bawa ke Mansion, he... he...” gumam Ixora dalam hati dan juga dia tertawa di dalam hati.


“Ix, bagaimana?” tanya Ibu Dosen Retno sambil menoleh ke arah Ixora.


“Nanti bisa buat lagi Bu.” Jawab Ixora yang tidak mau terus terang khawatir jika ada telinga telinga yang mendengar rahasia nya.


Mereka pun terus meninggalkan lokasi itu biar petugas yang menangani.


Tuan William dan Ixora terus melangkah menuju ke tempat mobilnya yang masih menunggu, setelah pamit pada Ibu Dosen Retno. Setelah masuk ke dalam mobil, mobil terus berjalan menuju ke fakultas kedokteran.


Sementara itu di lain tempat di sebuah ruangan misterius, terdengar suara beberapa laki laki tertawa terbahak bahak kegirangan.


“Ha... ha... ha... ha...” suara tawa mereka


“Ha.... ha.... ha... ha...” suara tawa mereka lagi.


“Akhirnya kalian benar benar bisa bekerja dengan benar.” Suara berat seorang laki laki dari suaranya orang itu tampak lega bahagia.

__ADS_1


“Ixora William tidak bisa melanjutkan lomba nya, dan usaha ku aman tidak ada obat alternatif yang menandingi ha... ha... ha...” suara berat lagi laki laki itu yang tampak senang.


__ADS_2