
Sambungan panggilan video pun diakhiri oleh Bang Bule karena dia ingin segera menanyakan pada orang tuanya apa diperbolehkan ruang rahasia itu jika diminta oleh Ixora.
“Kalau Mama sih boleh boleh saja tapi tidak tahu dengan Papa mu karena itu rumah warisan dari leluhur Papa mu.” Ucap Nyonya Jansen setelah Bang Bule menaruh lagi hand phone nya di saku celana cargonya. Nyonya Jansen tadi sudah mendengar permintaan Ixora.
“Aku tanya Papa sekarang apa nanti ya Ma.” Ucap Bang Bule yang tangan nya kembali meraih hand phone nya akan menghubungi Sang Papa.
“Nanti saja kalau makan malam, Papa juga sudah mau pulang.” Jawab Nyonya Jansen.
Bang Bule pun lalu melangkah meninggalkan dapur dia tidak sabar menunggu jam makan malam untuk menanyakan pada Papa nya tentang permintaan Ixora.
Waktu yang dinanti nanti pun tiba. Bang Bule yang sudah mandi dan tampil rapi dia melangkah keluar dari kamar nya menuju ke ruang makan. Saat sampai di ruang makan tampak meja makan sudah siap dengan sajian menu makan malam akan tetapi semua kursi masih kosong belum ada yang menduduki. Tidak lama kemudian muncul sosok Nyonya Jansen masuk ke dalam ruang makan itu, dia tampak kaget sebab anak laki laki nya sudah duduk manis dan tampil rapi.
“Tumben Vin, biasa nya harus Mama panggil dulu.” Ucap Nyonya Jansen sambil mendudukkan pantatnya.
“Ma kalau Vincent di Indonesia siapa yang menemani Mama dan Papa?” tanya Bang Bule sambil menatap Sang Mama
“Michael, namun dia sekolah nya lebih jauh kalau tinggal di sini.” Jawab Nyonya Jansen sambil menatap wajah Vincent, dan dia tersenyum sebab jika Vincent tampil rapi wajah Michael anak pertama Jeanetta, yang sudah menginjak remaja wajah nya sangat mirip dengan Vincent. Maka hadir nya Michael bisa mengobati kerinduan Nyonya dan Tuan Jansen pada Vincent di saat Vincent jauh dari diri nya.
Sesaat kemudian Tuan Jansen masuk ke dalam ruang makan itu.
“Michael besok mau ikut ke Indonesia, katanya sudah lama tidak ke Indonesia.” Ucap Tuan Jansen saat telinga nya mendengar nama cucu pertama nya disebut.
Dan makan malam pun di mulai di saat yang dirasa sudah tepat, dengan hati hati Bang Bule menanyakan kepada Papa nya tentang permintaan Ixora akan ruang rahasia yang berada di rumah Indonesia.
__ADS_1
“Akan digunakan buat apa? Itu ruang penuh sejarah. Jika digunakan untuk hal yang tidak baik, hanya untuk kesenangan saja, justru bisa membuat petaka. Berbahaya.” Ucap Tuan Jansen dengan nada serius.
“Ixora akan mengatakan jika sudah menjadi milik nya.” Ucap Bang Bule dan Tuan Jansen hanya diam saja.
Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari. Hingga pada waktu nya Keluarga Jansen sudah selesai menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk acara lamaran. Meskipun Ixora bilang tidak usah membawa apa apa tidak masalah namun keluarga Jansen tetap menyiapkan banyak bingkisan.
“Untung Michael ikut bisa tambah kuota bagasi dan tenaga bawa ha... ha... “ ucap Nyonya Jansen sambil mengemasi barang barang. Kedua cucu lainnya yang juga turut berada di dekat nya namun tidak ikut ke Indonesia tampak bibir nya cemberut.
“Michelle dan Miracle besok ya ikut nya kalau sudah acara pernikahan uncle Vin. Doakan semua lancar.” Ucap Nyonya Jansen selanjutnya sambil menatap wajah dua cucu perempuannya itu. Dan dua bocah itu pun menganggukkan kepala nya.
Akhir nya hari Bang Bule Vincent untuk terbang ke Indonesia diantar oleh orang tua dan satu keponakannya pun tiba. Mereka memilih penerbangan yang paling cepat. Richardo pun sudah dihubungi untuk menjemput di bandara.
Sementara itu keluarga William tidak kalah heboh nya. Nyonya dan Tuan William pun juga sudah menyiapkan akan kedatangan tamu yang sudah ditunggu tunggu.
“Jadi Ma, mereka sudah dalam perjalanan besok siang sampai dan malam hari langsung ke sini.” Jawab Ixora yang selalu berkomunikasi dengan Bang Bule Sayangku.
Waktu pun terus berlalu.....
Dan malam yang dinanti nanti pun tiba. Keluarga Jonathan sudah hadir lengkap ada Vadeo dan Alexandria dengan baby twins nya. Tuan dan Nyonya Raymond dan juga satu pasang suami istri wakil dari pemerintah terdekat.
“Hmmm akhirnya tiba saatnya Bang Bule diterima menjadi keluarga kita.” Ucap Vadeo yang duduk di sofa sambil memangku salah satu anaknya yang bibir nya terus tersenyum bahagia.
Sedang kan di sebuah kamar, Ixora sudah tampil cantik dengan baju kebaya berwarna putih.
__ADS_1
“Kak sudah datang loh tamu undangannya. Ayo turun. Mama dan Papa juga sudah duduk di ruang keluarga.” Ucap Dealova yang kini dia tampil cantik dengan gaun tidak memakai baju kebaya seperti acara lamaran Alexandria waktu itu. Acara lamaran kali ini lebih bersifat sederhana karena permintaan Ixora. Dan akhirnya Ixora pun diantar oleh make up artis dan Dealova turun ke lantai bawah, sebab Bang Bule pun juga sudah mengabari Ixora jika rombongan sudah mendekati lokasi mansion Willam.
“Cantik nya anak Mama.. Mama bahagia tetapi sedih juga jika nanti kamu seperti Alexa harus ikut suami.” Ucap Nyonya William sambil menatap Ixora
“Ini kan baru lamaran Ma, nikah nya masih nunggu aku lulus dulu...” ucap Ixora sambil duduk di samping Mama nya.
Dan sesaat kemudian terdengar suara notifikasi masuk di hand phone Ixora. Saat dibuka isi pesan chat dari Bang Bule yang mengabari mobil sudah berada di depan gerbang mansion Willam.
“Ma mereka sudah datang.” Ucap Ixora lalu bangkit berdiri, Tuan dan Nyonya William pun bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu utama Mansion.
“Aku rasa nya ingin berjalan menuju ke pintu gerbang untuk menyambut mereka untuk menghapus kesalahanku dulu.” Ucap Nyonya William yang ingat saat kejadian dia menolak kedatangan Bang Bule dan Nyonya Jansen.
Saat pintu mansion utama sudah dibuka ada dua mobil masuk ke gerbang mansion Willam. Tuan dan Nyonya William pun berdiri di depan pintu ditemani oleh Dealova, Vadeo dan Alexandria juga baby twins dalam gendongan pasangan muda itu.
Beberapa menit kemudian dua mobil itu sudah berhenti di dekat pintu utama Mansion. Satu mobil terbuka pintunya dan muncul Richardo berserta anak buahnya. Saat Richardo keluar dari mobil tentu saja baby twins langsung bergerak gerak aktif seperti sudah ada radar di dalam tubuhnya.
Richardo dan anak buah lalu mengambil bingkisan bingkisan yang ada di dalam mobil. Dan sesaat kemudian mobil satu nya juga terbuka pintunya, dan muncul sosok pemuda kecil yang masih usia remaja wajah keren yang mirip Bang Bule dalam versi remaja. Kali ini Dealova yang mata nya berbinar binar..
“Ihhh keren tuh anak..” bisik lirih Dealova.
Michael pun tangannya juga membawa sebuah bingkisan yang dibungkus sangat cantik. Setelah Michael keluar, muncul sosok Tuan dan Nyonya Jansen, Tuan Jansen memakai jas lengkap sedang kan Nyonya Jansen memakai gaun sopan dan elegan. Dan tidak lama kemudian muncul Bang Bule dengan penampilan lainnya. Kali ini Bang Bule memakai kemeja batik lengan panjang dan celana panjang yang bukan celana cargo kesukaannya atau pun celana jeans. Rambut dan wajah nya pun bersih rapi klimis. Dan kini Nyonya William yang mata nya berbinar binar.
“Bule ternyata sangat memesona jika memakai batik. Deo jangan lupa kamu abadikan itu, nanti aku kirim ke anggota genk ku” Ucap Nyonya William, Vadeo hanya mengangguk saja sebab tangan dia sibuk memegangi tubuh mungil anaknya yang aktif bergerak gerak. Toh sudah ada juga orang yang diberi tugas untuk mengabadikan moment itu.
__ADS_1