
“Hah.. perempuan itu lagi. Pasti akan ketakutan kalau aku tanya.” ucap Bang Bule saat melihat sosok Isomah yang berjalan baru saja keluar dari mini market.
Sementara itu Isomah yang baru saja keluar dari mini market, baru saja membeli pembalut yang sangat dia butuhkan. Sangat kaget saat melihat lagi mobil Bang Bule lewat. Isomah pun segera berjalan cepat sambil menundukkan kepalanya.
“Bang Bule apa mencari aku ya.. senang sih.. Tapi takut juga jika Mama tahu kalau Bang Bule sering ke sini, pasti aku akan dipindah lagi atau pengawasan lebih ketat.” Gumam Ixora alias Isomah sambil berjalan dengan cepat.
Sementara itu Bang Bule yang melihat tingkah Isomah dari kaca spion tersenyum sendiri. Sebab Bang Bule melihat saat Isomah sudah akan masuk ke dalam pagar rumah kost nya, kepalanya menoleh ke arah mobil Bang Bule. Padahal saat berpapasan tadi Isomah terus menunduk sambil berjalan dengan cepat.
“Perempuan itu lucu sekali.. setidaknya dia menghiburku di saat ini.. he... he...” gumam Bang Bule sambil tersenyum. Entah mengapa saat melihat tingkah Isomah, Bang Bule merasakan capeknya akibat putar putar mencari Ixora sedikit menghilang.
Bang Bule pun terus melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian mobil Bang Bule sudah memasuki halaman rumahnya. Setelah memarkir mobilnya Bang Bule segera keluar dari mobilnya dan dengan cepat dia melangkah menuju ke dalam rumahnya.
Suasana di halaman tampak sepi. Reyvan dan Nency berada di bangunan yang berada di belakang bersama dengan beberapa anak buah Bang Bule yang bertugas menjaga para orang orang binaan.
Bang Bule terus melangkah menuju ke kamarnya. Beberapa orang anak buahnya yang tinggal satu atap dengannya terlihat sedang sibuk makan malam. Mereka menyapa Bang Bule dengan menawari untuk ikut makan malam bersama. Akan tetapi Bang Bule menolak sebab dia belum bernafsu untuk makan. Pikirannya masih terus memikirkan tentang keberadaan Ixora.
Saat Bang Bule memasuki kamarnya. Tiba tiba terdengar notifikasi di hand phone nya. Bang Bule segera mengambil hand phone yang ada di saku celana cargonya. Saat di lihat ada pesan teks dari Ixora di aplikasi chatting. Dengan cepat Bang Bule membuka pesan teks dari Ixora.
“Bang apa kabar, aku sudah mulai kuliah doakan lancar ya... dan aku cepat lulus ya...”
__ADS_1
Setelah membaca pesan teks dari Ixora, Bang Bule langsung melakukan panggilan video pada Ixora. Akan tetapi dia harus menelan kekecewaan kedua kalinya lagi. Sebab hand phone Ixora sudah off lagi.
“Sudah off lagi, apa mungkin nomor disadap oleh Nyonya William.” gumam Bang Bule sambil menaruh hand phone di atas meja.
Bang Bule lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur dia terus saja berpikir keras agar bisa bertemu dengan Ixora.
“Hmmm apa aku melamar kerja di fakultas kedokteran ya..” gumam Bang Bule yang mencari cara agar bisa bertemu dengan Ixora
“Tetapi menjadi apa, yang pasti tidak menjadi dosen he.. he...” gumam Bang Bule sambil menertawakan dirinya sendiri.
“Apa iya harus melamar menjadi satpam atau petugas parkir.” Gumam Bang Bule lagi sambil masih terus berpikir pikir.
Dan beberapa menit kemudian....
Akan tetapi tiba tiba pintu kamar Bang Bule terdengar suara ketukan.
“Aku sudah bilang belum ingin makan. Kenapa masih juga mengetuk ngetuk pintu.” Gumam Bang Bule dan Bang Bule pun mau tak mau bangkit berdiri. Dia lalu melangkah menuju ke pintu kamarnya. Dengan cepat Bang Bule membuka pintu kamarnya.
“Apa?” tanya Bang Bule saat melihat sosok salah satu anak buahnya di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
“Bang, dua bocah itu ingin berbicara pada Bang Vincent, katanya masalah penting.” Jawab anak buah Bang Bule dengan nada serius
“Mereka hanya meminta keringanan hukuman. Kalian urus saja.” Ucap Bang Bule sambil akan menutup lagi pintu kamarnya.
“Bukan Bang. Aku sudah tanya katanya bukan masalah hukuman tetapi masalah kuliah.” Ucap anak buah Bang Bule. Mendengar kata kuliah Bang Bule jadi teringat lagi akan Ixora.
Bang Bule pun lalu membuka pintunya dan melangkah menuju ke ruang depan di mana Reyvan dan Nency duduk menunggu di teras.
“Selamat malam Bang....” ucap Nency dengan nada suara dan senyuman yang menggoda.
“Ada perlu apa kalian. Langsung saja katakan jangan muter muter.” ucap Bang Bule masih berdiri di dekat pintu depan.
“Bang, orang tua kami minta agar kami diizinkan untuk melanjutkan kuliah. Masalah biaya orang tua kami yang akan menanggung.” ucap Reyvan sambil menatap Bang Bule. Meskipun Reyvan kemarin dikeluarkan dari sekolah tempat Ixora berada, akan tetapi dia melanjutkan di sekolah lain. Dan kini orang tuanya menginginkan dia tetap bisa kuliah meskipun masih dalam masa hukuman.
“Mumpung masih ada gelombang pendaftaran terakhir Bang. Papa mau membayar berapapun biayanya. Yang penting bisa kuliah.” ucap Reyvan lagi sambil menatap Bang Bule yang tampak sedang berpikir pikir
“Iya Bang, kalau tidak diizinkan kuliah orang tua kami akan melaporkan Bang Bule pada komnas hak azazi manusia.” Saut Nency sambil menatap wajah Bang Bule tanpa berkedip.
“Ya sudah sana kalian kembali ke tempat kalian. Aku akan menghubungi orang tua kalian untuk membicarakan hal itu.” Ucap Bang Bule sambil mengibas ibaskan telapak tangannya menyuruh Reyvan dan Nency untuk segera meninggalkan teras rumahnya dan kembali ke gedung belakang. Salah satu anak buah bang bule yang tadi mengantar mereka berdua pun segera mengajak mereka berdua untuk kembali ke tempatnya.
__ADS_1
“Hmm apa aku suruh mereka kuliah di kampus Mahardhika, aku jadi punya banyak cara untuk bisa melacak keberadaan Ixora.” gumam Bang Bule dalam hati lalu dia segera melangkah lagi masuk ke dalam rumah.
“Hmmm benar begitu saja jadi akan ada banyak kesempatan aku dan orang orangku berada di lokasi kampus Ixora. Biarlah kedua anak itu kuliah akan tetapi aku pasang mereka gelang pengawas. Dan anak buahku mengawasi mereka dan juga bisa sekalian melacak Ixora.” gumam Bang Bule lalu dia segera masuk lagi ke kamarnya. Bang Bule lalu mengambil hand phone dan dia segera menghubungi orang tua Reyvan dan Nency. Segala upaya Bang Bule dia lakukan untuk mencari keberadaan Ixora.