Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 168. Pembatalan Perjodohan Ixora dan Carol


__ADS_3

Waktu pun berlalu. Malam hari di mansion Willam setelah makan malam keluarga William duduk di sofa di ruang keluarga sebab saat makan malam tadi Ixora bilang akan membicarakan suatu hal penting.


Dealova yang awal nya disuruh sang Papa untuk masuk ke dalam kamar dan belajar, namun Ixora meminta Dealova ikut juga. Dan hal itu sangat membuat Dealova sangat bahagia dan makin sayang pada Ixora sang kakak. Dan kini Ixora duduk di sofa panjang duduk di apit oleh Dealova dan sang Mama. Dealova yang bahagia karena waktu belajar nya tertunda sementara karena sang kakak, dia duduk nempel pada Ixora sambil memeluk pundak Ixora.


Setelah sang Papa juga sudah duduk di sofa dan menatap tajam ke arah Dealova yang masih cengar cengir. Ixora pun segera mengatakan sesuatu hal penting itu. Yang tidak lain adalah berita hamilnya Anneke yang mana sudah banyak yang tahu jika Annekw adalah pacar Carol, dan malah sekarang sudah tersebar berita jika Anneke dan Carol sudah menikah siri. Ixora pun menunjukkan postingan postingan Anneke pada Mama dan Papa nya.


“Harus cepat cepat Pa kita ke mansion Alfredo kita batalkan perjodohan Ixora dan Carol secara baik baik mumpung lagi hangat hangat nya berita hamil nya primadona kampus itu. Kita tunjukkan berita itu pada Tuan dan Nyonya Alfredo. “ ucap Nyonya William sambil memberikan hand phone Ixora yang memperlihatkan postingan postingan Anneke.


“Haduh aku tidak jadi saudaraan dengan Olin dong.” Saut Dealova dengan nada kecewa, karena Dealova dan Caroline sudah sangat akrab dan mereka berdua berharap bisa menjadi saudara karena pernikahan kakaknya.


“Kamu masih bisa terus berteman dengan Olin ga masalah.” Ucap Nyonya William


“Untung lah sudah ketahuan kelakuan Carol sebelum menikah dengan Ixora.” Ucap Tuan William sambil menyerahkan hand phone Ixora pada isterinya.


“Papa dan Mama kenapa juga jodohkan aku dengan Kak Carol, Papa nya aja juga ga setia pada istrinya.” Ucap Ixora sambil menatap Mama dan Papa nya secara bergantian.


“Ma, Olin itu kan bukan anak kandung Nyonya Alfredo dia anak dari selingkuhan Tuan Alfredo.” Ucap Dealova


“Iya sudah tahu.” Saut Nyonya William


“Tapi Olin bilang lebih cinta pada Nyonya Alfredo daripada Mama kandung nya, sebab Mama kandung nya lebih cinta uang dari pada Olin.” Ucap Dealova sambil menatap Mama nya.


“Aku tuh suka kasihan dengan Olin katanya Mama kandung nya suka minta uang ke Olin, kalau Olin ga ngasih Mama nya akan bilang...” ucap Dealova lalu dia bangkit berdiri dan satu tangannya berkacak pinggang.

__ADS_1


“Heii kamu itu bisa lahir ke dunia dan hidup enak bergelimang harta karena aku, aku yang mengandung kamu selama sepuluh bulan sembilan hari..” Suara cempreng Dealova sambil telunjuk jari nya menunjuk nunjuk


“Kebalik Deal.. He... he... he...” ucap Ixora sambil tertawa kecil melihat Dealova yang memperagakan menjadi Mama kandungnya Caroline.


“Sudah sudah malah main drama.” Ucap Tuan William sambil menatap tajam Dealova


“Ih.. Papa..” gerutu Dealova lalu menjatuhkan pantatnya lagi di sofa di samping Ixora.


“Aku tuh padahal sama Olin sudah latihan bawa ekor baju pengantin Kak Ixora, agar ga nervous lagi macam waktu bawa ekor baju pengantin Kak Alexa dulu. He.. he... aku sampai keringatan menahan kencing.” Ucap Dealova lagi.


“Deal kamu jangan bilang Olin dulu loh kalau kita mau batalkan perjodohan Carol dan Ixora.” Ucap Sang Mama pada Dealova karena kuatir mulut dan jari Dealova sudah lebih dulu menyebarkan berita pada Caroline.


“Besok malam kita ke mansion Alfredo. Mama besok pagi hubungi Nyonya Alfredo, katakan saja Mama mau mengantar kue resep baru.” Ucap Tuan William sambil menatap Nyonya William.


Detik berganti detik menit berganti menit jam berganti jam dan hari pun berganti....


Di malam hari berikut nya. Keluarga William sudah siap akan berangkat menuju ke mansion Alfredo. Ixora dan Dealova tampil cantik dengan gaun yang elegan dan sopan. Nyonya William tangannya membawa satu kotak kue yang baru saja diserahkan sang pelayan dari dapur.


“Deal kamu bawa ini.” Teriak Nyonya pada Dealova yang berjalan menuruni anak tangga bersama Ixora. Dengan senang hati Dealova pun membawakan kotak kue spesial itu.


“Pa aku kenapa deg deg an, bagaimana kalau Tuan Alfredo marah dan menarik segala saham nya.” Ucap Nyonya William sambil menggandeng tangan suami nya dan melangkah menuju ke pintu mansion utama.


“Aku sudah pikirkan untuk mencari investor lainnya. Termasuk menantu kita akan aku minta menaruh uangnya ke William Group.” Ucap Tuan William berusaha menenangkan hati isterinya.

__ADS_1


Saat Ixora membuka pintu utama Mansion tampak mobil Tuan William sudah siap. Semua pintu sudah terbuka, sang sopir sudah duduk di jok kemudi nya dan satu orang pengawal berdiri di dekat mobil Tuan William.


Singkat cerita mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan mobil segera melaju menuju ke mansion Alfredo.


Beberapa menit mobil sudah memasuki pintu gerbang Mansion Alfredo. Dan segera meluncur menuju ke depan pintu utama Mansion Alfredo. Akan tetapi pintu utama Mansion itu masih tertutup.


Saat keluarga William sudah turun dari mobil tampak pintu utama Mansion Alfredo terbuka dan muncul sosok Caroline dengan senyum ceria nya berlari mendekati Dealova. Dealova pun juga segera berlari.


“Deal hati hati nanti kue nya tumplek.. “ teriak Nyonya William.


Tidak lama kemudian Nyonya Alfredo pun terlihat sosoknya kini tubuh nya sudah mulai berisi tidak kurus kering lagi. Wajah nya pun tampak cerah dan cantik lagi.


Keluarga William oleh Nyonya Alfredo dipersilahkan masuk langsung ke ruang keluarga, Dealova dan Caroline pun sudah lebih dulu ngacir masuk sambil membawa kue. Dan mereka berdua pun sudah tidak terlihat sosok nya entah sudah bermain di mana.


“Selamat datang Tuan, Nyonya dan Ixora... mari silahkan masuk..” Suara Tuan Alfredo yang baru saja berjalan dalam dalam.


Mereka semua lalu duduk di sofa di ruang keluarga. Dan tidak lama kemudian Carol pun juga ikut masuk ke dalam ruang keluarga itu, sambil tersenyum dia menjabat tangan Tuan dan Nyonya William dan tentu saja Ixora. Lalu dia duduk di dekat tempat duduk Ixora.


Setelah berbincang bincang basa basi menanyakan kabar. Kini Tuan William pun mulai menyampaikan maksud kedatangannya.


“Tuan dan Nyonya Alfredo, maksud kedatangan kami ke sini selain untuk menjalin silaturahmi kami akan menyampaikan hal yang sangat penting buat masa depan anak anak kita.” Ucap Tuan William mengawali maksud utama kedatangannya. Tampak Tuan dan Nyonya Alfredo tersenyum dan mengangguk anggukan kepalanya sedangkan Carol masih saja menatap Ixora dengan kagumnya.


....

__ADS_1


bersambung


__ADS_2