Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 49. Samen Leven


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat, di depan rumah Bang Bule, berhenti satu buah mobil taxi dari bandara. Setelah pintu mobil itu terbuka seorang wanita bule paruh baya turun dari mobil taxi itu. Sopir taxi pun turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah belakang mobil untuk mengambilkan koper penumpang yang ditaruh di bagasi.


“Mami kenapa datang tidak kabar kabar dulu.” Teriak salah seorang anak buah Bang Bule sambil berlari lari lalu segera membuka pintu pagar.


“Suka suka aku, aku datang ke rumah rumah ku sendiri kenapa kamu malah mengatur aku.” Ucap perempuan Bule paruh baya yang baru saja datang itu. Perempuan itu tidak lain adalah Nyonya Jansen.


“Sudah itu koper kamu bawa masuk.” Ucap Nyonya Jansen sambil menunjuk pada koper besarnya. Lalu dia melangkah masuk pintu pagar dan segera menuju ke rumah.


“Vin.... Vin...” teriak Nyonya Jansen saat sudah menaiki anak tangga teras.


“Bang Vincent belum pulang Mam.” Ucap anak buah Bang Bule yang berjakan di belakang Nyinya Jansen sambil mengangkat koper karena tidak bisa ditarik saat menaiki anak tangga.


Mereka berdua lalu segera masuk ke dalam rumah. Terlihat Nyonya Jansen pandangan matanya menyapu seluruh ruangan di depannya mengamati seluruh isi ruangan.


“Mam, kamar belum diatur belum dibersihkan. Kalau Mami kabar kabar dulu kan kami bisa membersihkan kamar Mami lebih dulu.” Ucap anak buah Bang Bule yang terlihat bingung mau dibawa kemana koper besar Nyonya Jansen.


“Tidak apa, aku nanti tidur di kamar Vincent.” Ucap Nyinya Jansen lalu dia berjalan menuju ke kamar Bang Bule anaknya. Untung saja pintu kamar Bang Bule tidak dikunci.


“Iya Mam, istirahat dulu di kamar Bang Bule, nanti kami bersihkan kamar Mami.” Ucap anak buah Bang Bule lalu ikut masuk ke dalam kamar Bang Bule untuk membawakan koper besar Nyonya Jansen.


Nyonya Jansen memang sengaja datang ke Indonesia tanpa memberi kabar lebih dahulu. Dia datang ke Indonesia karena ingin melihat kekasih Bang Bule. Sebab Bang Bule sudah mengatakan kalau dia sudah punya kekasih yang masih kuliah.


Setelah berganti dengan pakaian santai dan mengatur barang barang bawaannya Nyonya William keluar dari kamar Bang Bule sambil tangannya membawa kantong berisi oleh oleh untuk anak buah Bang Bule.

__ADS_1


Saat Nyonya Jansen berjalan mencari anak buah Bang Bule. Dilihatnya ada satu orang perempuan yang sedang berbicara dengan anak buah Bang Bule.


“Bang aku tidak masak, aku belikan sayur dan lauk di warung dekat kampus. Enak dan murah.” Ucap perempuan itu yang tidak lain adalah Nency.


“Iya ga apa apa. Kamu nanti bantu aku membersihkan kamar Mami, kalau sudah istirahat.” Ucap anak buah Bang Bule sambil menerima dua buah bungkusan yang berisi sayur dan lauk pauk.


“Siapa kamu?” tanya Nyonya Jansen sambil menatap Nency. Saat sudah berada di dekat mereka berdua.


“Saya Nency.” Jawab Nency


“Apa kamu bekerja di sini?” tanya Nyonya Jansen


“Bukan Mam, dia anak binaan, masih kuliah dan bantu bantu kerja di sini.” saut anak buah Bang Bule yang selanjutnya menaruh bungkusan dari Nency ke meja makan dan selanjutnya berjalan meninggalkan mereka berdua karena akan membersihkan kamar Nyonya Jansen.


Sedangkan Nency hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


“Apa kamu kekasih Vincent?” tanya Nyonya Jansen selanjutnya setelah selesai menaruh oleh olehnya, dengan suara pelan sambil menatap Nency.


“Aku Maminya Vincent. Kalau kamu dan Vincent sudah sama sama suka lebih baik menikah. Tidak baik samen leven begini.” Ucap Nyonya Jansen kemudian yang mengira Nency kekasih Bang Bule Vincent dan juga tunggal satu atap dengan Bang Bule.


“Iya Mam.” Ucap Nency bohong sambil menatap Nyonya Jansen. Dalam hati dia bersorak senang menurutnya ini adalah kesempatan emas dalam mendapatkan Bang Bule, keinginannya untuk menjadi ratu di rumah besar itu bisa terwujud.


“Mami bujuk saja Bang Bule agar segera mau menikahi saya.” Ucap Nency selanjutnya

__ADS_1


“Iya iya nanti aku bujuk dia. Kalau tahu sudah tinggal satu rumah begini aku ajak juga Papa nya Vincent ke sini. Bisa langsung melamar kamu.” Ucap Nyonya Jansen yang tampak berpikir pikir sebab dia tidak mengira jika anaknya sudah tinggal serumah dengan perempuan.


“Ya sudah aku mau istirahat dulu. Aku sudah makan tadi di bandara.” Ucap Nyonya Jansen kemudian sambil membalikkan badan. Nency terlihat menganggukkan kepala dan dia mohon diri akan membantu membersihkan kamar untuk Nyonya Jansen.


“Kurang ajar benar anak itu, tidak mau menikah ternyata sudah tinggal serumah.” Gumam Nyonya Jansen sambil melangkah menuju ke kamar Bang Bule. Sedangkan Nency yang mendengar gumaman Nyonya Jansen tersenyum senang.


Waktu pun terus berlalu, dan Bang Bule yang tiba di rumah pun segera masuk ke dalam rumah dia ingin segera membuka data rekaman CCTV yang sudah dihapus oleh pihak kampus.


Bang Bule segera membuka pintu kamar, dia tidak tahu jika Mamanya datang dan sedang istirahat di kamarnya.


Saat membuka pintu.


“Mama...” ucap Bang Bule yang sangat hafal sosok sang Mama nya meskipun lama tidak tinggal dalam satu rumah.


“Hmmm untung aku tidak berpenampilan sebagai Kakek. Bisa dipukuli Mama aku...” gumam Bang Bule dalam hati sambil melangkah mendekati Sang Mama yang berbaring di tempat tidurnya.


Saat Bang Bule sudah mendekat di tempat tidurnya. Nyonya Jansen bangkit dari tidurnya akan tetapi dia langsung mengambil guling dan dia pukulan pada Bang Bule yang sudah berada di dekatnya.


“Anak kurang ajar ya kamu!” teriak Nyonya Jansen sambil memukul tubuh Bang Bule dengan guling berkali kali.


“Mam.. ada apa?” ucap Bang Bule dengan nada kaget karena Mamanya tidak memeluk dirinya akan tetapi malah memukuli dirinya dengan guling.


“Meskipun kita bukan orang Asia, bukan orang Timur, tapi aku malu punya anak yang hidup bersama tanpa nikah, samen leven... Vin.. Vin... kamu anak yang sangat memalukan orang tua.“ ucap Nyonya Jansen sambil terus memukul mukul tubuh Bang Bule.

__ADS_1


“Godverdomme! Kurang ajar kamu!” Ucap Nyonya Jansen sambil terus memukul mukul tubuh Bang Bule.


Akan tetapi pukulan itu tidak berarti bagi tubuh Bang Bule. Namun ucapan kalimat dari Sang Mama yang membuatnya dia kaget. Dan Bang Bule pun segera menarik guling dari tangan Sang Mama karena dia ingin mendapatkan kejelasan dari Sang Mama.


__ADS_2