Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 154. Carol Sadar


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat di rumah sakit elite di kota Jakarta. Tuan Alfredo sedang bersama isteri nya menunggui Carol putera laki laki satu satu nya.


Sejak kedatangan Ixora, kondisi Carol semakin membaik meskipun mata nya belum terbuka akan tetapi syaraf syaraf nya sudah mulai merespon.


“Pa, semoga Carol cepat pulih dan semua organnya sehat kembali dan dia tidak kehilangan memori nya ya Pa..” ucap Nyonya Alfredo sambil mengusap usap rambut puncak kepala Carol dan berharap Carol segera membuka mata nya.


“Iya jangan sampai dia terkena amnesia. Bisa bisa dia lupa, dia itu anak siapa.” Ucap Tuan Alfredo yang duduk di sofa yang berada di kamar rawat Carol sambil mengusap usap layar hand phone untuk mengikuti berita perkembangan harga saham saham.


Sesaat terdengar suara dering di hand phone Tuan Alfredo.


“Jonathan, dia pasti akan mengingatkan aku akan jadwal golf besok sore.” Ucap Tuan Alfredo saat melihat di layar hand phone nya Tuan Jonathan sedang melakukan panggilan suara. Jadwal besok sore memang mereka akan bermain golf bersama Tuan William pula, di lapangan golf milik Tuan Jonathan. Dengan segera Tuan Alfredo menggeser tombol hijau.


“Ha? Nyonya William diculik?” teriak Tuan Alfredo saat Tuan Jonathan memberikan kabar jika Nyonya William diculik dan jadwal bermain golf batal.


“Apa Pa, siapa yang diculik?” tanya Nyonya Alfredo sambil menatap suami nya dengan keras dan tampak kaget.


Tuan Alfredo belum menjawab pertanyaan isteri nya sebab dia masih melanjutkan percakapan nya dengan Tuan Jonathan melalui panggilan suara hand phone nya.


“Pa siapa yang diculik?” teriak Nyonya Alfredo lagi.


“Nyonya William. Dan belum diketahui keberadaannya.” Jawab Tuan Alfredo sambil bangkit berdiri dan melangkah mendekati isteri nya.


“Ya Allah selamat kan keluarga William dari orang orang jahat..” doa Nyonya Alfredo dengan nada sedih


“Hiks... Kenapa cobaan datang bertubi tubi, penelitian Ixora dicuri, Carol belum juga sadar dan sekarang Nyonya William malah hilang diculik...” ucap Nyonya Alfredo yang kini mulai terisak isak. Tuan Alfredo memeluk pundak istrinya untuk memberi ketabahan dan kekuatan. Tuan Alfredo pun merasakan tubuh Sang istri semakin kurus lalu dia mencium puncak kepala istrinya.


Akan tetapi tiba tiba Nyonya William tampak kaget saat melihat wajah Carol, mata anak laki laki nya itu sudah terbuka lebar.


“Nak, kamu sudah bangun?” tanya Nyonya Alfredo kaget namun dengan senyum lebar dan mata berbinar binar. Tuan Alfredo pun melangkah mendekati kepala Carol.

__ADS_1


“Ma....” suara Carol sangat lirih


“Ooo anakku tidak amnesia dia masih ingat diriku.” Ucap Nyonya Alfredo sambil mengusap usap puncak kepala Carol.


“Apa kamu tahu siapa aku?” tanya Tuan Alfredo sambil menatap wajah Carol yang tampak masih bingung. Dan Carol hanya diam saja.. lalu....


“Ma, haus...” ucap Carol lirih sambil menatap Sang Mama.


“Pa lapor dokter sana.” Ucap Nyonya Alfredo sambil menatap suaminya sedangkan tangannya terulur ke meja kecil di dekatnya untuk mengambilkan air mineral untuk Carol. Dan Tuan Alfredo pun menekan tombol untuk memanggil Dokter.


“Ma .., Pa... siapa yang diculik?” tanya Carol dengan suara yang masih lirih saat dia sudah membasahi tenggorokan nya dengan air mineral yang diminum lewat sedotan.


“Apa Ixora diculik lagi?” tanya Carol lagi.


“Bukan Ixora tapi Mama nya, Nyonya William.” Ucap Tuan William


“Iya iya kamu harus sembuh dulu, kalau kamu sudah sehat kita susul mereka.” Ucap Nyonya William. Dan sesaat kemudian pintu kamar terdengar suara ketukan dan dokter pun datang.


Sementara itu di di tempat lain mobil yang dikendarai oleh Sang pengawal yang membawa Ixora dan Tuan William sudah sampai dan bergabung dengan tim pencari Nyonya William.


Hari pun semakin malam, polisi hanya mengandalkan informasi dari teman sesama polisi yang melihat lewat nya mobil yang membawa Nyonya William. Sebab semua layar CCTV di jalan tidak menangkap rekaman mobil yang membawa Nyonya William itu.


Mobil yang beriring iringan itu melewati jalan tikus yang gelap dan jalanan tidak rata.


“Ini sudah jauh keluar dari kota.” Ucap Tuan William yang dahi nya sudah muncul keringat padahal mobil ber AC.


“Sepertinya semakin menuju ke pinggir pulau dech.. “ ucap Ixora yang tidak kalah khawatir nya. Dan tiba tiba hand phone Ixora terdengar bunyi dering. Ixora pun segera melihat layar hand phone nya.


“Bang Bule.” Gumam Ixora saat melihat di layar hand phone nya Bang Bule melakukan panggilan video. Ixora pun segera menggeser tombol hijau. Saat panggilan video sudah terhubung kedua nya tampak kaget. Ixora kaget sebab Bang Bule berada di bandara yang dia kenal sebab masih ada spanduk ucapan selamat datang peserta lomba penelitian tingkat internasional di belakang Bang Bule. Sementara Bang Bule kaget sebab Ixora malam malam berada di dalam mobil dan wajah nya tampak kusut dan khawatir.

__ADS_1


“Beb...”


“Bang.”


Ucap mereka berdua secara bersamaan.


“Beb, kamu mau ke mana dan dengan siapa malam malam begini?” tanya Bang Bule dengan nada khawatir dan posesif.


“Bang, Mama hilang, polisi belum menemukan.” Jawab Ixora dengan nada sedih.


“Ha?” suara Bang Bule kaget


“Aku akan segera membantu.” Ucap Bang Bule selanjutnya lalu sambungan telepon dia putus. Karena dia ingin segera mencari informasi tentang keberadaan Nyonya William.


“Meskipun dia sudah menghina aku dan Mama. Menolak kedatangan dan masakan yang sudah capek capek Mama buat. namun dia tetap Mama nya orang yang aku sayangi dan cintai.” Gumam Bang Bule Vincent dalam hati.


“Hmmm aku harus mencari pinjaman mobil.” Gumam Bang Bule lagi lalu dia segera menghubungi seseorang teman jaringan nya yang berada di Manila untuk mendapatkan pinjaman mobil dan sekalian mobil nya diantar ke bandara.


“Dasar Bule Vincent, tengah malam pinjam mobil minta diantar lagi.” Gerutu teman Bang Bule sesama detektif setelah dihubungi oleh Bang Bule.


Sementara itu Bang Bule segera melangkah menuju ke ruang tunggu. Dia melacak nomor hand phone Ixora di aplikasi yang berada di hand phone nya. Dan setelahnya dia melacak nomor hand phone Nyonya William. Bang Bule mengernyitkan dahi nya, setelah melihat titik keberadaan Nyonya William yang tidak jauh dari Ixora.


Bang Bule pun segera menghubungi Ixora


“Beb, Mama kamu ada di depan mu berjarak hanya beberapa puluh meter.” Ucap Bang Bule saat Ixora sudah menerima panggilan video nya.


“Bang, hand phone Mama masih di bawa pengawal nya yang mobil nya memang berada di depan mobil yang aku tumpangi.” Ucap Ixora.


Dan Bang Bule pun hanya diam tak bisa berkata kata.

__ADS_1


__ADS_2