
Waktu pun terus berlalu dan pada hari berikutnya setelah makan malam Nyonya William berjalan menuju ke kamar Ixora. Sedangkan Ixora masih makan malam di kamarnya dilayani oleh sang perawat karena tangan kanannya kembali tidak boleh digerakkan.
Meskipun Ixora izin sakit tidak masuk kuliah. Akan tetapi dia tetap kuliah on line dan tetap mengerjakan tugas tugasnya, namun untuk praktikum akan dilakukan setelah dia benar benar sembuh dan sudah mulai masuk ke kampus.
Nyonya William membuka pintu Ixora yang tidak dikunci itu.
“Sudah selesai Sus?” suara Nyonya William sambil melangkah masuk ke dalam kamar Ixora.
“Sudah Nyonya.” Jawab sang perawat sambil memberesi peralatan makan dan minum Ixora.
“Kamu bawa turun semua, dan silahkan Suster makan malam dulu, biar Ixora aku temani.” Ucap Nyonya William lalu duduk di sofa di samping Ixora.
“Bagaimana Sayang tanganmu apa masih nyeri?” tanya Nyonya William sambil menatap Ixora tidak lupa tangannya membelai rambut puncak kepala Ixora.
“Sudah baikan Ma.” Jawab Ixora sambil menatap Mamanya.
“O ya ini hand phone mu. Dua duanya aku berikan kembali kepada kamu.” Ucap Sang Mama sambil menyerahkan kedua hand phone Ixora yang tadi dia taruh di saku pakaikan nya.
“Beneran Ma?” tanya Ixora dengan ekspresi heran kenapa Sang Mama menjadi baik dengan memberikan semua hand phone nya.
“Iya, tapi Mama minta pasport mu.” Ucap Nyonya William selanjutnya sambil menatap Ixora dengan serius.
“Buat apa Ma?” tanya Ixora. Nyonya William yang tadi tidak menyiapkan alasannya terlihat kaget akan tetapi dengan segera dia bisa mengatasi kebingungan nya lalu terlihat bibir Nyonya William tersenyum.
“Hmmm itu Papa mau mengajak wisata keluarga setelah tanganmu sembuh, biar besok diurus segala keperluan nya maka pasport diminta Papa, besok mau diserahkan ke sekretaris nya.” Jawab Nyonya William masih dengan senyuman di bibirnya.
__ADS_1
“Jadi saat kamu sudah sehat semua sudah siap kita langsung berangkat.” Ucap Nyonya William lagi dengan nada serius.
Ixora lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke lemari tempat dia menyimpan dokumen dokumen pentingnya.
“Sebenarnya Mama punya rencana apa? Mereka merahasiakan apa pada diriku, sekarang tiba tiba minta pasport dan mengembalikan hand phone ku?” gumam Ixora dalam hati sambil mengambil dokumen yang diminta oleh Mamanya.
Setelah mendapatkan pasport Ixora, Nyonya William lalu bangkit dari tempat duduknya dan dia berjalan keluar dari kamar Ixora.
“Hmmm aku ke kamar Dealova saja coba aku tanya pada dirinya.” Gumam Ixora lalu dia berjalan meninggalkan kamarnya dan melangkah menuju ke kamar Dealova. Dilihatnya sudah tidak tampak sosok Nyonya William. Ixora pun terus melangkah menuju ke kamar Dealova.
Dan saat sudah sampai di depan pintu kamar Dealova.
TOK... TOK... TOK...
Tidak lama kemudian pintu terbuka.
“Iya Mama mengembalikan hand phone ku, jadi aku sudah bisa menghubungi Bang Bule pakai hand phone ku.” Ucap Ixora yang berjalan mengikuti langkah kaki Dealova menuju ke arah tempat sofa berada.
“Apa dia sudah sampai, nanti aku hubungi dia.” Ucap Ixora lagi sambil mendudukkan pantatnya di sofa di samping Dealova.
“Kok, Mama jadi baik gitu.” Gumam Dealova sambil menatap Kakak nya.
“Nah itu yang ingin aku tanyakan ke kamu. Tadi Mama minta pasport ku katanya mau wisata keluarga.” Ucap Ixora dengan nada serius
“Aku belum dimintai.” Saut Dealova
__ADS_1
“Deal, apa kamu pernah dengar Mama punya rencana apa dengan aku, dia kemarin membahas rencana dengan Kak Carol, yang aku tidak boleh tahu.” Ucap Ixora selanjutnya dengan nada dan ekspresi wajah serius sambil menatap wajah Dealova
“Mungkin perjodohan Kak Ixora dengan kak Carol. Tadi Bang Bule juga tanya itu ke aku.” Ucap Dealova dengan ringan tanpa beban
“Kok bisa malah Bang Bule sudah tahu?” tanya Ixora dengan kaget
“Iya, tadi kan aku cerita Kak Ixora kemarin pulang diantar Kak Carol. Terus Bang Bule tanya kepada aku apa Kak Ixora dijodohkan dengan Kak Carol. Ya aku jawab tidak tahu.” Ucap Dealova dengan nada serius lalu dia mengangkat kedua bahunya.
“Sekarang Kak Ixora juga tanya, ya jawabanku sama, aku tidak tahu.” Ucap Dealova lagi.
“Apa Bang Bule pergi karena mendengar berita perjodohan itu?” gumam Ixora dan Dealova yang mendengar gumaman Ixora pun tampak mengangguk anggukan kepalanya pertanda menyetujui perkiraan Ixora.
“Pinjam hand phone mu Deal. Kamu kenapa juga cerita cerita aku pulang diantar oleh Kak Carol.” Teriak Ixora yang akan segera menghubungi Bang Bule. Dia khawatir akan terjadi salah paham.
“Aku akan bertanya pada Bang Bule. Jangan jangan dia sudah tahu rencana Mama terus dia pergi meninggalkan aku. Ditambah dengan cerita kamu itu, semakin dia akan menjauhi aku." Ucap Ixora selanjutnya dan Dealova pun akan bangkit berdiri.
Akan tetapi sebelum Dealova bangkit berdiri untuk mengambil hand yang berada di atas meja belajarnya. Pintu kamar Dealova terbuka dan muncul sosok Sang Mama.
“Kamu dicari perawat Ix, kamu belum minum obat kan?” suara Nyonya William sambil melangkah mendekati ke dua putrinya yang masih duduk di sofa dengan ekspresi wajah keduanya tampak bengong, sebab kaget karena tiba tiba muncul sosok Sang Mama yang menggagalkan rencananya yang akan menghubungi Bang Bule
“Deal mana pasport mu?” ucap Nyonya William selanjutnya sambil menatap Dealova.
“Kita mau wisata ke mana Ma? Korea atau Belanda?” tanya Dealova sambil tersenyum akan tetapi Sang Mama malah melorot matanya ke arah Dealova dan Dealova pun hanya terkekeh sambil berjalan menuju ke lemari tempat dokumennya tersimpan.
“Ke Belanda ya Ma, lihat taman bunga tulip aneka warna.” Ucap Ixora sambil tersenyum lalu dia bangkit berdiri dari sofa untuk berjalan keluar kamar Dealova menuju ke kamarnya, selain untuk minum obat dia juga akan segera menelepon Bang Bule nya.
__ADS_1
Sementara itu kini Nyonya William menoleh ke arah Ixora yang berjalan menuju pintu kamar Dealova.
“Tidak akan ke Belanda.” Gumam Nyonya William saat Ixora sudah keluar dari kamar Dealova.