Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 61. Menyusul Ke Bandara


__ADS_3

Dealova terlihat gelisah sebab waktu terus berlalu namun mobil yang menjemputnya belum juga muncul. Dealova pun lalu mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Pak Sopir yang menjemputnya.


“Pak sampai mana? Cepat dikit napa?” tanya Dealova setelah panggilan telepon nya diterima oleh Pak Sopir yang menjemput nya.


“Sudah dekat Non, sabar ya macet nih jalan ada orang orang demo turun ke jalan raya.” Jawab Pak Sopir.


Beberapa menit kemudian mobil yang menjemput Dealova sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah. Petugas penjaga pintu gerbang sekolah segera membukakan pintu gerbang setelah mengecek sopir yang menjemput Dealova benar benar sopir keluarga William yang identitas nya sudah terdaftar sebagai penjemput resmi Dealova.


“Semoga cepat sembuh Non.” Ucap Pak Sopir saat Dealova melewati pintu pagar. Dealova menjawab dengan mengangkat ibu jarinya dan dia segera berjalan menuju ke mobilnya. Dengan cepat pula Dealova membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam mobil.


“Kita ke rumah sakit atau ke Pak Dokter, Non?” tanya Pak Sopir saat Dealova sudah menutup pintu mobilnya.


“Pulang ke mansion, bukannya di mansion ada perawat yang stand by dua puluh empat jam.” Jawab Dealova


“Cari jalan lain yang cepat yang tidak terjebak macet dan orang orang demo turun jalan.” Ucap Dealova selanjutnya sambil matanya selalu melihat layar hand phone nya berjaga jaga kalau Bang Bule menghubungi nya lagi.


“Apa Mama ada di mansion?” tanya Dealova pada Pak Sopir


“Ada Non, tadi saya sudah lapor pada Nyonya kalau Nona Dealova sakit perut. Beliau menyarankan langsung ke rumah sakit atau ke Pak Dokter.” Jawab Pak Sopir tanpa menoleh pada Dealova


“Haduh.” Dengus Dealova saat mendengar jawaban Pak Sopir yang mengatakan sang Mama ada di mansion.


“Gimana Non, apa sakit kita ke rumah sakit?” tanya Pak Sopir dengan kuatir karena Dealova mengaduh.


“Ke mansion!” ucap tegas Dealova.


Mobil pun terus melaju menuju ke mansion William mengambil jalan yang bebas hambatan. Dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman mansion Willam. Mobil berhenti tidak jauh dari pintu utama Mansion. Dealova dengan segera membuka pintu mobil dan langsung berlari menuju ke pintu utama Mansion.


“Mamaaa.. perutku sakit sekali!” teriak Dealova saat sudah membuka pintu utama Mansion.

__ADS_1


Dia terus berlari sambil berteriak teriak bilang sakit perutnya. Dengan langkah cepat dia menaiki anak tangga.


TAP... TAP... TAP... TAP...


Dealova pun segera memutar mutar handel pintu kamar Ixora dengan keras dan berkali kali. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok sang perawat di balik pintu kamar Ixora.


“Sus tolong aku, perutku sakit sekali..” teriak Dealova sambil terus menghambur masuk ke dalam kamar.


“Tolong cek tensiku.” Teriak Dealova lagi sambil terus menghambur menuju ke sofa yang ada di dalam kamar itu, yang mana Ixora sedang duduk di sofa itu sambil membaca buku. Ixora pun segera memberi tempat duduk pada Dealova dan menaruh buku yang dia baca.


“Nona pusing apa sakit perut?” tanya Sang perawat bingung karena Dealova minta dicek tensinya, sang perawat sambil berjalan menuju ke tempat peralatan medisnya di taruh.


“Semua, cek seluruh tubuhku.” Jawab Dealova sambil menyandarkan tubuhnya pada tubuh Kakaknya.


“Kamu jajan apa? Pasti seblak hot hot.” Ucap Ixora sambil membelai rambut adiknya


“Kak, lihat hand phone ku ada pesan khusus.” Ucap Dealova sambil menaruh hand phone nya pada saku piyama Kakaknya.


“Mamaaa perutku sakit sekali...” teriak Dealova lagi saat melihat sang Mama berjalan menaiki anak tangga. Dan Dealova segera berlari menuju ke kamarnya.


“Kenapa tadi tidak langsung ke rumah sakit?” teriak Nyonya William sambil berjalan cepat menuju ke kamar Dealova.


Sang perawat yang sudah membawa peralatan medispun berjalan keluar dari kamar Ixora dan melangkah menuju ke kamar Dealova. Mereka semua sibuk mengurusi dramanya Dealova.


Sementara itu, Ixora yang berada seorang diri di dalam kamar segara berjalan menuju ke kamar mandi tempat yang bebas dari pantauan CCTV.


Dengan segera dia membuka pesan chat Bang Bule yang sudah dibaca oleh Dealova.


“Bang.. tega kamu tinggalkan aku.” Ucap Ixora lalu dia menekan tombol simbol kamera video.

__ADS_1


Bang Bule yang sudah berada di bandara yang sejak tadi menunggu dihubungi oleh Ixora pun segera menerima panggilan dari nomor kontak Dealova.


“Bang kenapa pergi meninggalkan aku?” tanya Ixora yang matanya sudah mulai memerah.


“Beb.. maaf Mama memaksaku karena aku tidak bisa mempertemukan kamu dengan Mama. Sabar Beb aku akan menjadi pengusaha sukses lalu aku akan datang lagi pada mu.” Ucap Bang Bule dengan nada sedih dan tanpa terasa ada satu butir air mata Bang Bule menetes.


“Bang aku mencintai Bang Vincent tidak perlu menunggu jadi pengusaha sukses. Jangan pergi Bang, nanti kalau aku sudah sembuh kita bisa bertemu lagi...” ucap Ixora


“Tapi Beb.. aku harus pulang..”


“Tunggu aku Bang....”


Ixora langsung memutus sambungan teleponnya. Dia taruh lagi hand phone Dealova pada saku piyamanya. Ixora langsung keluar dari kamar mandi dan dia berlari keluar dari kamarnya. Dia menuruni anak tangga dengan langkah cepat.


Ixora terus berlari keluar dari mansion utama dan berlari menuju ke garasi mobil. Dia segera masuk ke dalam mobilnya. Ixora tidak lagi memedulikan tangan kanannya yang sakit.


Dengan cepat dia mengeluarkan mobil dari garasi dan dengan cepat pula dia menjalankan mobil untuk keluar dari halaman mansion William. Akan tetapi saat di depan pintu gerbang pegawai penjaga pintu gerbang tidak membukakan pintu buat dirinya. Pegawai itu malah berjalan mendekati dirinya.


“Buka pintunya!” teriak Ixora sambil menurunkan kaca mobilnya.


“Tapi Nona tidak boleh keluar, mobil Nona juga tidak boleh keluar.” Ucap pegawai penjaga pintu gerbang mansion dengan nada dan ekspresi wajah kuatir


“Dealova sakit. Dokter tidak bisa dihubungi aku harus segera ke sana!” ucap Ixora


“Tapi Non..” ucap pegawai petugas penjaga pintu gerbang


“Kamu lihat, Mama tidak mengejarku. Cepat buka pintu, Mama sedang bingung dengan sakitnya Dealova dia menyuruh aku mendatangi Pak Dokter. “ ucap Dealova sambil tangan kirinya mengecek di dash board ada uang cash. Kalau tidak ada uang cash dia akan meminjam uang pada petugas penjaga pintu gerbang mansion.


“O iya iya Non..” ucap pegawai petugas penjaga pintu gerbang mansion lalu menekan remot kontrol nya untuk membuka pintu gerbang. Karena dia percaya dengan ucapan Ixora, Nyonya William tidak mengejar Ixora. Kalau Ixora melarikan diri pasti Nyonya William dan para pelayan mengejar Ixora.

__ADS_1


Mobil Ixora pun segera melesat meninggalkan lokasi mansion Willam, tujuannya ke bandara. Ixora berharap dengan dia menemui Nyonya Jansen di bandara, Bang Bule tidak jadi pulang ke Belanda.


__ADS_2