
Sementara itu.
Di hotel tempat acara lomba, pada waktu sore hari mereka semua masuk ke conference room tempat acara final lomba. Ruang itu terlihat didesain sangat megah dan elegan. Di depan ada panggung dan ada tiga podium yang akan digunakam untuk ke tiga finalis. Tidak jauh dari podium itu ada beberapa kursi dan di.depan nya meja panjang tempat para juri yang akan memberi pertanyaan pada para finalis.
Kursi kursi di depan panggung sudah mulai penuh terisi oleh peserta lomba dan para pendamping mereka, juga hadir para tamu undangan.
Sesaat kemudian Master of Ceremony naik ke atas panggung, setelah mengucapkan selamat datang dan menyampaikan susunan acara. Master of Ceremony itu memanggil para juri agar naik ke atas panggung dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Dan selanjutnya Master of Ceremony memanggil nama ketiga finalis agar naik ke panggung dan menuju ke podium. Terdengar tepuk tangan menggema di dalam ruang hotel yang megah itu.
Sesaat di tempat duduk peserta itu ada tiga orang yang berdiri satu perempuan dan dua laki laki. Mereka lah ke tiga finalis itu.
Ixora dengan anggun dan percaya diri melangkah dan naik ke panggung lalu menuju ke salah satu podium. Dua finalis lain nya pun juga menuju ke podium.
Setelah ketiga finalis siap. Para juri itu memberi pertanyaan pertanyaan kepada ketiganya. Acara tanya jawab berjalan lancar. Ixora bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar, cepat dan tegas
Dan tiba hingga di pengujung waktu.
“Nona Ixora sekarang pertanyaan terakhir. Kami para juri tahu jika Nona Ixora meninggalkan hotel ini untuk keperluan acara pribadi. Kenapa Nona Ixora sudah melanggar aturan yang sudah ditetapkan kalau peserta tidak boleh keluar hotel untuk urusan pribadi. Apa Nona menerima segala konsekuensi nya?” Tanya salah satu juri sambil menatap wajah Ixora dengan tajam
__ADS_1
“Saya ke luar dari hotel untuk acara pribadi sudah dengan pertimbangan dan izin. Saya keluar untuk acara pribadi di saat jadwal acara bebas dan rekreasi bersama, sementara di saat itu Mama saya sedang dalam keadaan bahaya tidak diketahui keberadaannya. Andai saya ikut acara rekreasi bersama pun saya tidak bisa menikmati karena hati dan pikiran saya tertuju pada keberadaan Mama yang belum jelas. Apa pun konsekuensi nya saya terima dengan lapang dada. Bagi saya lebih penting keselamatan orang tua saya.” Jawab Ixora dengan lantang dan tegas.
“Nona Ixora apa rela jika tidak menjadi juara pertama karena menolong Mama?” Tanya juri yang lain sambil menatap Ixora.
“Rela. Apalah artinya juara pertama jika saya kehilangan Mama saya.” Jawab Ixora dengan tegas dan tidak ada nada sesal sedikit pun.
Nyonya William yang melihat dan mendengar saat Ixora menjawab dengan tegas dan mantap, tidak terasa air mata nya meleleh karena terharu dan lama kelamaan Nyonya William mulai terisak isak. Tuan William yang duduk di sampingnya lalu memeluk pundak Nyonya William dari samping.
“Pa kalau Ixora gagal menjadi juara itu gara gara aku, hiks... hiks... hiks... “ ucap Nyonya William yang terisak isak sambil menghapus air mata nya yang terus meleleh.
“Besok lagi kalau Ixora ikut lomba yang ngantar Papa saja biar tidak terjadi masalah seperti kemarin hiks... hiks.. hiks...” ucap Nyonya William lagi dan terisak isak lagi.
Sementara itu Bang Bule yang juga ikut duduk di depan panggung, akan tetapi dia mengambil tempat duduk di barisan belakang agar tidak mencuri perhatian. Mendengar jawaban dari kekasih hati nya itu membuat Bang Bule semakin kagum pada pribadi Ixora.
“Beb, kamu memang hebat tidak salah aku menaruh hati pada diri mu Beb.” Gumam Bang Bule dalam hati ekspresi wajah nya pun terharu mendengar jawaban terakhir Ixora.
Di panggung tampak ketua tim juri mengakhir acara wawancara final. Pengumuman pemenangan besok malam, sekalian acara penutupan. Ketiga finalis yang salah satu nya adalah Ixora turun dari panggung. Tepuk tangan terdengar bergemuruh di dalam ruang itu. Dan selanjutnya Master of Ceremony naik lagi ke atas panggung menyampaikan acara di ruangan itu telah usai, selanjutnya acara makan malam dan setelahnya acara bebas.
__ADS_1
“Sayang maaf in Mama ya...” ucap Nyonya William saat Ixora sudah berada di dekat nya. Ixora pun tersenyum dan memeluk Sang Mama lalu mereka berjalan menuju ke ruang makan.
Keesokan hari nya adalah acara Piknik bersama buat semua peserta dan para pendampingnya. Sementara para juri rapat untuk menentukan juara pertama.
Bis bis pariwisata sudah siap di jalan depan hotel. Anggota genk dadakan berebut agar bisa mendapatkan tempat duduk dalam satu bis dengan Bang Bule Vincent. Syukur syukur bisa duduk di samping Bang Bule Vincent.
Nyonya William yang peka akan hal itu dengan segera menyuruh Ixora duduk di samping Bang Bule. Ixora yang mendapatkan perintah itu tentu saja sangat kaget namun sangat bahagia.
Setelah semua masuk ke dalam bis. Bis bis itu pun berjalan meninggalkan lokasi hotel untuk menuju ke tempat wisata yang sudah ditentukan. Ixora duduk di samping Bang Bule Vincent. Sedang kan Tuan dan Nyonya William duduk di kursi belakang mereka berdua.
Bang Bule dan Ixora tampak bahagia saat saat bisa berdekatan pun akhir nya tiba. Dua anak manusia itu sesekali saling mengaitkan jari jari tangannya saling berpegangan.
“Beb, apa kamu iklas tidak menjadi juara tetapi sebagai ganti nya bisa bertemu aku seperti ini?” bisik Bang Bule sambil menggenggam erat telapak tangan lembut Ixora.
“Iya Bang, dan seperti nya Mama mulai luluh hati nya. Entah karena Bang Bule sudah menolong nya, entah karena merasa bersalah jika aku tidak juara atau entah karena cemburu pada anggota genk nya.. he... he...” jawab Ixora dengan suara lirih agar penumpang bis lainnya tidak mendengar termasuk Mama nya. Akan tetapi kursi di depan Ixora dan Bang Bule ditempati oleh anggota genk dadakan yang terus memasang telinganya.
“Benar kah Beb? Aku sangat bahagia sekali jika Mama mu sudah luluh hati nya dan merestui hubungan kita.” Ucap Bang Bule sambil menoleh ke arah Ixora yang duduk di samping kaca jendela bis pariwisata.
__ADS_1
Sementara itu selain penumpang yang di depan Ixora dan Bang Bule terus memasang telinga. Penumpang yang di samping Bang Bule berjarak lorong jalan penumpang di dalam bis pun juga terus memasang mata pada tingkah Bang Bule dan Ixora. Karena mereka juga anggota genk dadakan fans baru Bang Bule.
Bis pariwisata itu terus melaju, Ixora yang merasa tugas nya mengikuti lomba sudah selesai, sang Mama sudah kembali dan hati nya nyaman di samping kekasih hati yang selalu dirindu pun lama lama mata nya terpejam karena mengantuk dan selanjutnya tertidur pulas dengan kepala bersandar di bahu Bang Bule. Bang Bule tersenyum sambil mengusap usap rambut indah Ixora.