Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 171. Permintaan Ixora


__ADS_3

Sementara itu di mansion Willam, Ixora dan kedua orang tua nya yang bahagia hati nya karena sudah tidak ada lagi beban dengan perjodohan Carol dan Ixora. Mereka bertiga sepulang dari mansion Alfredo duduk duduk santai melihat siaran televisi sambil berbincang bincang di ruang keluarga membahas tentang berita sidang Bos Tambun yang akan diselenggarakan tidak lama lagi. Sedangkan Dealova sudah disuruh oleh Tuan William segera masuk ke dalam kamar dan belajar lalu istirahat tidur.


“Ada kasus juga kematian akibat obat yang diproduksi Bos Tambun dengan jaringan nya di negara lain.” Ucap Tuan William sambil menatap layar televisi.


“Semakin berat ya Pa hukuman nya karena begitu banyak kasusnya.” Ucap Ixora yang juga menatap layar televisi.


“Aku harap mendapat hukuman mati.” Ucap Nyonya William dengan nada kesal.


“Untung ada Bule dan Marcel yang menolong aku, Ihhh amit amit kalau tidak ada Bule dan Marcel aku hidup satu rumah dengan buntalan itu.” Ucap Nyonya William dengan nada penuh kebencian saat menyebut buntalan karena ingat sosok Bos Tambun yang menyakitinya.


“Ix kamu sudah kabari Bule belum kalau perjodohan kamu dengan Carol sudah dibatalkan. Kita tinggal menunggu kepastian dengan Bule itu. Kemarin kemarin Nyonya Jansen sudah menanyakan ukuran jari manis mu loh... Feeling ku mereka baru memesankan cincin buat kamu.. “ ucap Nyonya William sambil menatap Ixora.


“Tadi sudah sih Ma, Bang Bule hanya membalas dengan emoji mata berbintang.” Jawab Ixora santai lalu dia mengambil hand phone yang berada di dalam tas, hand phone nya dia mode senyap sejak akan berangkat menuju ke mansion Alfredo tadi.


Saat melihat ada notifikasi panggilan tidak terjawab Ixora segera mengusap usap layar hand phone nya.


“Ma, Bang Bule miskol banyak sekali.” Ucap Ixora lalu melakukan panggilan balik pada Bang Bule Sayangku. Tuan dan Nyonya William menoleh menatap Ixora.


“Jangan jangan mereka sudah tiba di Indonesia Ix.” Ucap Nyonya William penuh harap.


Beberapa saat kemudian panggilan video pada Bang Bule sudah diterima oleh Bang Bule. Tampak wajah Bang Bule yang kini semakin bersih dan rapi tersenyum di layar hand phone Ixora dan tampak Bang Bule masih berada di dapur.

__ADS_1


“Beb.. kok tidak kamu angkat tadi panggilan ku, kamu sedang apa?” tanya Bang Bule sambil menatap wajah cantik Ixora yang selalu dia rindu.


“Maaf Bang, aku silent hand phone ku. Ini sama Mama dan Papa sedang lihat berita rencana sidang Bos Tambun yang akan segera dilaksanakan dalam minggu ini.” Jawab Ixora sambil sekilas mengarahkan layar hand phone nya pada sosok Tuan dan Nyonya William. Nyonya William pun memberikan senyum manis nya pada Bang Bule Vincent, kini dia diam diam juga mengagumi wajah keren Bang Bule yang sudah menjadi idola teman teman genk dadakan.


“Ooo syukurlah moga mendapat hukuman yang setimpal dan tidak ada kecurangan di pengadilan.” Ucap Bang Bule kemudian.


“Iya Bang. Eh Bang Bule kapan datang ke Indonesia. Mama sudah tanya nih...” ucap Ixora sambil tersenyum tersipu malu sebab dia pun juga sudah menunggu nunggu.


“Kamu apa Mama yang tanya?” ucap Bang Bule sambil tersenyum bahagia, hati dan kepala nya rasa nya mengembang berkali kali lipat.


“He... he... semua nya..” jawab Ixora sambil tertawa kecil.


“Beb, kamu mau aku belikan apa untuk acara lamaran?” tanya Bang Bule dengan nada serius


“Iya dong, Mama dan Papa bukan orang Indonesia tidak begitu paham bagaimana adat istiadat lamaran di Indonesia. Pokoknya aku dan orang tuaku mau datang langsung melamar kamu.” Ucap Bang Bule dengan lugas dan tegas.


“Sekarang aku tanya padamu, kamu mau dibelikan apa. Aku ingat Vadeo waktu datang melamar itu bawa bingkisan bingkisan, dulu kan Vadeo juga tanya tanya dulu pada Alexa kecuali baju kurang bahan itu yang di taruh di lemari hotel, kalau itu tidak tanya dulu pada Alexa, besok kamu juga aku belikan he... he...” ucap Bang Bule sambil tertawa kecil sebab dulu tugas dia untuk belanja baju kurang bahan termasuk G String Vadeo yang model gajah.


“Terserah Bang Bule saja, tidak usah repot repot Bang.. Kedatangan Bang Bule dengan orang tua untuk melamar aku, itu saja sudah cukup membuat aku bahagia.” Ucap Ixora dengan jujur dan itu sangat membuat bahagia Bang Bule yang mendengar nya dan tentu saja Nyonya Jansen yang masih nguping. Dia menjadi paham kenapa Bang Bule tidak mau pindah ke lain hati, sebab selain cantik natural Ixora memiliki otak yang cerdas dan juga kebaikan hati ditambah tidak matre.


“Tapi Beb tetap aku ingin memberikan apa yang kamu inginkan dari aku.” Ucap Bang Bule yang ingin tetap membelikan sesuatu yang kekasih hatinya inginkan. Jika Ixora menginginkan satu set perhiasan dan pernak pernik segala kebutuhan perempuan, uang nya lebih dari cukup.

__ADS_1


“Bener Bang..?” tanya Ixora dengan mata berbinar binar. Namun mendadak jantung Bang Bule berdebar debar jika Ixora akan meminta suatu pulau yang indah bagai pulau Alexandria yang diberikan Vadeo pada isterinya. Dia belum memiliki uang cukup untuk membeli sebuah pulau yang indah.


“Iya Beb, tapi ingat juga kondisi keuanganku ya...” ucap Bang Bule dengan wajah memelas. Nyonya Jansen yang mendengar pun ikut deg deg an dan sedih hati nya khawatir jika anak laki laki nya tidak bisa menuruti keinginan kekasih hati nya.


“Iya Bang, yang aku inginkan sepertinya Bang Bule tidak perlu keluar uang kok.” Jawab Ixora dengan nada serius.


“Apa Beb, apa kamu ingin cinta dan hatiku ini. Jangan kamu ragukan semua untuk kamu tidak tersisa lagi...” ucap Bang Bule penuh percaya diri.


“Bang aku serius, aku menginginkan sesuatu.” Ucap Ixora lagi masih dengan nada serius


“Apa?” tanya Bang Bule dengan jantung berdebar debar.


“Ruang rahasia di rumah Bang Bule itu.” Ucap Ixora dengan tegas.


“Oooh... aku tanya pada Papa dan Mama dulu ya.. itu kan rumah warisan leluhur.” Ucap Bang Bule sambil salah satu tangan nya menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


“Akan kamu apakan ruang rahasia itu Beb? Itu ruang penuh sejarah.” Tanya Bang Bule dengan nada khawatir, khawatir jika orang tua nya tidak mengizinkan ruang rahasia itu diberikan pada Ixora.


“Rahasia Bang, aku katakan jika aku sudah memiliki ruang rahasia itu.” Ucap Ixora sambil tersenyum.


“Iya Beb, nanti aku mintakan pada Mama dan Papa.” Ucap Bang Bule yang berharap orang tua nya mengabulkan permintaan Ixora.

__ADS_1


....


__ADS_2