
Sementara itu kapal yang membawa Nyonya William sudah mulai menepi di pantai suatu pulau. Deburan ombak terdengar bergemuruh kejar kejaran.
Dua mobil keluar dari kapal lampu mobil memberi cahaya pada pantai pulau yang gelap gulita itu. Anak buah Bos Tambun mulai berjalan bersama Bos Tambun, dan di belakang nya satu orang perempuan dan satu orang laki laki menggotong tubuh Nyonya William yang belum sadar.
Mereka semua lalu masuk ke dalam mobil. Tuan Tambun masuk ke dalam mobil yang di depan, bersama laki laki suruhan nya. Dan orang yang menggotong tubuh Nyonya William masuk ke dalam mobil di belakang nya.
Dua mobil itu terus melaju meninggalkan pantai dan semakin masuk menuju ke daratan.
“Ha... ha... Aku akan menghubungi Tuan William setelah sampai nanti.” Ucap Bos Tambun sambil tertawa senang di dalam mobil yang terus melaju.
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki suatu halaman rumah dengan bangunan yang bawahnya batu batuan dan di atas nya dinding kayu yang tampak kuat dan tebal tebal.
Kedua mobil itu berhenti, semua orang di dalam mobil keluar dan berjalan menuju ke rumah berdinding batu batuan dan papan kayu itu.
“Kalian berdua jaga di luar!” Perintah Bos Tambun pada dua sopir yang juga sudah keluar dari mobil itu.
“Dan kamu temani tawanan itu di kamar, kalau sudah siuman beri kabar ke pada ku!” perintah Bos Tambun pada seorang perempuan yang ikut membantu menggotong tubuh Nyonya William bagian kaki nya.
Dua orang yang menggotong tubuh Nyonya William itu segera melangkah menuju ke sebuah kamar. Dan setelah membaringkan tubuh Nyonya William di tempat tidur, laki laki yang menggotong tubuh Nyonya William ke luar dari kamar dan tinggal satu orang perempuan yang menjaga Nyonya William.
Waktu pun terus berlalu dan kira kira genap satu jam lebih. Nyonya William mulai tersadar.
“Hhhhheeehhhh.” Gumam dari mulut Nyonya William dan selanjutnya dia membukakan matanya.
Melihat Nyonya William sudah siuman perempuan itu segera keluar kamar untuk memberi tahu Bos Tambun.
“Hah, aku berada di mana?” teriak Nyonya William setelah mata terbuka melihat suatu kamar yang teramat asing bagi nya.
“Kenapa hotel nya berubah?” gumam Nyonya William sambil memgucek ucek mata nya.
Dan saat melihat diri nya memakai baju hamil apa lagi di perut nya tampak buncit. Nyonya William semakin tambah kaget.
“Hah? Apa yang terjadi kenapa aku jadi hamil?” teriak Nyonya William sambil mata melotot menatap perut buncit nya.
“Nyonya jangan teriak teriak!” suara perempuan yang tubuhnya tinggi besar itu sambil masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
“Ini saya ambilkan minuman, di minum dulu!” ucap nya lagi sambil terus melangkah mendekati Nyonya William dan di tangannya memegang satu gelas air mineral.
“Tidak mau siapa kamu?” teriak Nyonya William sambil menatap perempuan yang mendekati dirinya itu.
“Aku di mana? Mana Ixora anak ku?” tanya Nyonya William selanjutnya dengan suara keras.
“Mana Ixora... mana Ixora...” teriak Nyonya William lagi dan berulang ulang.
Saat Nyonya William masih berteriak teriak histeris muncul sosok Bos Tambun dari balik pintu. Melihat ada laki laki selain suaminya masuk ke dalam kamar yang dia tempati semakin membuat Nyonya William berteriak teriak dengan ketakutan apalagi wujud dari laki laki itu yang bertubuh tambun perut buncit kepala botak benar benar membuat Nyonya William sangat ketakutan.
“Pergi kamu! Keluar kamu!” teriak Nyonya William sambil bangkit berdiri dan melempari bos tambun dengan bantal bantal dan guling.
Dan saat Nyonya William berdiri dan aktif bergerak gerak buntalan baju nya yang berada di perut nya jatuh ke lantai.
“Syukurlah aku tidak hamil. Aku kira aku masuk ke lorong waktu hingga sampai hamil amit amit dengan laki laki itu.” Gumam Nyonya William sambil menunduk melihat baju baju nya yang jatuh di lantai.
“Ha... ha... ha... Nyonya apa Nyonya merindukan suami Nyonya?” suara berat laki laki itu sambil tertawa menatap Nyonya William yang masih ketakutan.
“Silah kan berbicara dan minta tolong pada suami Nyonya.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu sambil mengambil hand phone dari saku kemeja nya. Lalu dia tampak mengusap usap layar hand phone nya.
“Ada mobil, apa itu mobil yang membawa istri ku.” Ucap Tuan William sambil membuka pintu mobilnya, sedangkan Ixora masih sibuk dengan hand phone nya karena berkomunikasi dengan Bang Bule lewat aplikasi chatting.
“Tuan, tunggu dulu, nunggu informasi pak polisi kalau lokasi aman.” Ucap sang pengawal memberi peringatan pada Tuan William.
Tidak lama kemudian muncul dua sosok nelayan yang tadi diberi tugas oleh Marcel untuk menjaga mobil nya. Polisi polisi pun segera keluar dari mobil dan melangkah mendekati dua nelayan yang juga berjalan mendekati mobil polisi. Saat mereka sudah saling berdiri dengan jarak dekat mereka tampak berbincang bincang.
“Aman.” ucap Taun Willam yang segera membuka pintu mobil lagi. Dan di saat baru salah satu kaki nya sedang melangkah menginjak tanah, tiba tiba terdengar suara dering di hand phone nya.
Tuan William segera mengambil hand phone dan saat di lihat di layar hand phone nya tertera se deret nomor yang sedang melakukan panggilan suara.
Dengan pelan pelan Tuan William menggeser tombol hijau.
“Tuan William yang terhormat, apa Anda rindu dengan isteri Anda?” suara berat laki laki di balik hand phone Tuan William.
“Hei siapa kamu orang busuk, mana istri ku!” suara Tuan William dengan nada tingvi6
__ADS_1
“Ha... ha... sabar Tuan, Anda akan mendengar suara istri Anda.” Suara berat laki laki di balik hand phone Tuan William.
Dan sesaat kemudian .
“Pa... tolong aku Pa..” suara Nyonya William dengan nada ketakutan.
“Ma... Mama di mana.. apa Mama ba...” ucap Tuan William belum selesai kalimat nya.
“Sudah kau dengar Tuan, suara istri Anda?” suara berat laki laki itu lagi
“Kamu bawa ke mana istriku? Apa mau mu?” tanya Tuan William dengan nada tinggi lagi.
“Ha... ha... ha... Tuan, Anda memang cerdas tahu kalau aku punya mau. Dengar Tuan aku mau lima puluh lima persen saham dari perusahaan Tuan.” Suara berat laki laki itu lagi sambil tertawa bahagia.
“Gila kamu!” bentak Tuan William
“Apa Tuan mau istri Anda hanya tinggal nama saja.” Suara berat laki laki itu lagi.
Laki laki itu lalu memegang pergelangan tangan Nyonya William dengan sangat keras dan kencang dan mendekatkan hand phone di wajah Nyonya William.
“Pa Tolong aku Pa.. sakit ini Pa...” suara Nyonya William yang kesakitan
“Lepaskan istri ku.” Teriak Tuan William yang tidak ingin istri nya disakiti.
“Dan tidak hanya itu saja Tuan, puteri cantik Tuan itu juga harus menyerahkan penelitian nya dan hak intelektual nya diserahkan pada saya.” Suara berat laki laki itu lagi.
“Kurang ajar kamu, siapa kamu hah?” umpat Tuan William dengan nada tinggi.
“Ha... ha.... ha..... ha....” suara tawa laki laki di balik hand phone Tuan William.
Ixora menutup speaker di hand phone Tuan William dengan jari nya
“Pa, iyain aja kasihan Mama.” Bisik lirih Ixora.
Akan tetapi di seberang sana di pulau terpencil itu di saat Bos Tambun masih tertawa terbahak bahak tiba tiba terdengar suara teriakan mengaduh kesakitan yang sangat menyayat hati..
__ADS_1