Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 43. Operasi


__ADS_3

Bang Bule segera memarkir vespa tuanya. Dengan cepat dia melangkah meninggalkan tempat parkir. Beberapa orang terlihat memandangnya dengan tatapan mata keheranan. Mereka heran sebab ada Kakek Kakek yang bisa bergerak melangkah dengan gesitnya. Untung saja mereka tidak bertanya kenapa sudah tua masih tetap gesit, jika bertanya pasti akan ditawari jamu dan obat kuat oleh Bang Bule yang berpenampilan sebagai Kakek Penjual Obat lengkap dengan tas hitamnya.


Tidak lama kemudian Bang Bule sudah sampai di bagian informasi pasien.


“Saya mau cali pasien yang belnama Isomah mahasiswi kedoktelan dan vokasi battla.” Ucap Bang Bule yang tidak lupa sudah memasang alat pengubah suara pada lidahnya.


“Ooo silahkan menuju ke ruang perawatan Kek, dia dan dokter sedang menunggu keluarganya karena untuk persetujuan operasi.” Jawab karyawan di bagian informasi.


“Saya Kakeknya. Di mana tempatnya?” tanya Bang Bule yang belum pernah masuk ke dalam rumah sakit kampus itu.


Karyawan bagian informasi itu pun segera memberi petunjuk pada Bang Bule arah letak kamar perawatan di mana Isomah berada.


Bang Bule pun segera melangkah menuju ke tempat sesuai yang ditunjukkan arahnya oleh Karyawan rumah sakit itu. Beberapa saat kemudian Bang Bule sudah sampai di depan kamar rawat Isomah.


Bang Bule mengetuk ngetuk pintu kamar yang ada tulisan nama pasien Isomah itu. Dan tidak lama kemudian pintu terbuka muncul sosok seorang gadis yang Bang Bule sudah kenal, dia teman Isomah dan mahasiswi yang juga dilatih oleh Bang Bule akan tetapi gadis itu sekarang tidak mengenal Bang Bule.


“Kakek cari siapa?” tanya gadis itu sambil menatap Bang Bule yang berpenampilan sebagai Kakek Penjual Obat.


“Dia Kakekku Nin.” Suara Isomah yang bisa melihat sosok Kakek Penjual Obat di depan pintu dari tempat pembaringan nya.


“Ooo silahkan masuk Kek, Isomah menghubungi Bapaknya tidak bisa terhubung.” Ucap teman Isomah itu.


Bang Bule yang sudah tidak sabar untuk melihat Ixora pun segera berjalan mendekat pada Ixora.


“Nin, kamu boleh pulang sekarang, ini keluargaku sudah datang. Terima kasih ya..” ucap Isomah sambil menatap temannya.


“Telima kacih ya ***..” ucap Bang Bule

__ADS_1


“Maksudku Cucu, bukan juaaancuk ya.. he... he... he..” ucap Bang Bule selanjutnya sambil tertawa terkekeh kekeh


“Iya Kek, sama sama.” Ucap teman Isomah itu dan lalu dia pamit pulang. Uang tiga ratus ribu oleh Isomah diberikan pada dirinya.


Bang Bule lalu memandang sendu pada Ixora yang terbaring di tempat tidur.


“Bagaimana Beb?” tanya Bang Bule sambil mengusap usap puncak kepala Ixora.


“Sudah mendapat penanganan awal disuntik anti nyeri Bang. Ada yang retak kata Dokter, harus dioperasi menunggu persetujuan dari keluarga. Aku menghubungi Pak Wagiman tidak terhubung. Aku bingung menghubungi Mama tidak ya?” jawab Ixora.


“Aku yang akan menandatangani persetujuan operasi Beb, agar kamu cepat mendapat penanganan. Aku nanti menghubungi Alexa.” Ucap Bang Bule lalu dia segera memencet tombol untuk memanggil Dokter.


Beberapa menit kemudian Dokter datang. Dan Bang Bule pun menandatangani persetujuan operasi. Perawat pun segera datang dan membawa brankar Ixora didorong menuju ke ruang operasi.


Bang Bule menunggu di luar sambil menghubungi Alexandria. Akan tetapi berkali kali dihubungi tidak terhubung karena belum diterima oleh Alexandria.


“Apa Bang Bule masih menanyakan perjodohan itu ya.” Gumam Alexandria yang membiarkan hand phone nya terus berdering.


Akan tetapi perasaan Alexandria pun terasa tidak nyaman. Dia lalu bangkit berdiri dan menjauh dari Sang Mama.


Setelah terhubung dan mendapatkan berita tentang Ixora dari Bang Bule, Alexandria tampak kaget dan kawatir. Dia lalu segera mencari Pak Wagiman di sekitar taman mansion.


“Apa Non?” tanya Pak Wagiman yang masih kerja di taman, tampak kaget dan takut karena tidak biasanya Alexandria mendatangi dirinya dengan tiba tiba apalagi dilihatnya wajah Alexandria tampak kawatir.


“Mana hand phone Bapak?” tanya Alexandria sambil menatap Pak Wagiman


“Isomah sakit bapak ditelpon sejak tadi tapi tidak diangkat.” Ucap Alexandria selanjutnya

__ADS_1


“Ohh maaf Non, hand phone ada di dalam sedang di cas, baterai tadi tinggal sedikit.” Jawab Pak Wagiman yang ternyata tidak membawa hand phone nya


“Ya sudah sekarang siap siap kita ke rumah sakit.” Ucap Alexandria kemudian dia tidak ingin mempeributkan masalah Pak Wagiman tidak membawa hand phone nya


Alexandria pun segera melangkah masuk menuju ke dalam mansion untuk menemui Sang Mama untuk memberi tahu kalau Ixora sakit.


Alexandria pun lalu duduk di samping Sang Mama. Dia memeluk tubuh Sang Mama dari samping.


“Ma, Ixora sakit sekarang sedang di rumah sakit kampus.” Ucap Alexandria dengan pelan sambil masih memeluk tubuh Sang Mama untuk memberi efek ketenangan agar tidak terlalu panik dengan berita buruk yang didengarnya.


“Hah? Sakit apa kemarin saja dia baik baik saja.” Ucap Sang Mama sambil menoleh menatap Alexandria. Dealova yang ada di ruang keluarga pun terlihat kaget dan menatap Alexandria.


“Jatuh Ma.” Jawab Alexandria sambil mengusap usap punggung Sang Mama sebab ekspresi wajah Sang Mama sudah terlihat panik dan kawatir.


“Ayo sekarang kita ke sana.” Ajak Sang Mama sambil bangkit berdiri.


“Tapi Ma.. kita harus menyamar juga agar Isomah tidak diketahui identitas sebenarnya. Kalau keluarga William ke sana pasti orang akan curiga.” Ucap Alexandria sambil memandang Sang Mama dan Dealova.


“Aku harus menyamar bagaimana?” tanya Nyonya William sambil memandang Alexandria dengan tatapan dan ekspresi bingung.


“Mama menyamar menjadi isteri Pak Wagiman, kita ke sana bersama Pak Wagiman yang sudah dikenal orang kampus sebagai orang tua Isomah.” Jawab Alexandria


“Hah?” teriak Nyonya William dan Dealova kaget.


“Ayo Ma cepat! Kasihan Ixora. Ayo aku make down Mama.” Ucap Alexandria sambil bangkit berdiri dan menarik tangan Sang Mama. Nyonya William yang ingin segera menemui Ixora pun hanya menurut saja.


"Dealova juga kalau ingin ikut ke rumah sakit." suara Alexandria sambil berjalan mengandeng tangan Sang Mama menuju ke kamarnya. Dealova pun terlihat garuk garuk kepalanya yang tidak gatal lalu ikut bangkit berdiri dan mengikuti langkah kaki Mama nya dan Kakak nya.

__ADS_1


....


__ADS_2