
“Dari yang aku baca di pengumuman lomba, penelitian Ixora ini juga memperbaiki sel sel tubuh bisa untuk menjaga stamina tubuh ha... ha... Aku akan coba biar aku sehat kuat dan awet muda ha... ha...” suara berat lagi seorang laki laki.
“Tuan kami juga minta ya.. itu kan ada beberapa tabung.” Suara laki laki yang lain.
“Ya, tapi sedikit saja...” suara berat laki laki itu.
“Sudah kalian semua sekarang pergi, biar ini aku simpan dulu.” Suara berat laki laki itu lagi.
Dan beberapa saat kemudian terdengar suara langkah langkah kaki sambil diiring oleh suara tawa seorang laki laki.
Sementara itu Ixora yang masih di fakultas kedokteran terus melangkah menuju ke laboratorium dan masih didampingi oleh Tuan William.
Saat memasuki ruang laboratorium tempat penelitian, Ixora segera membuka loker penelitian dan dia tampak lega semua masih aman berada di dalam nya.
“Pa, itu yang akan dilombakan. Sekarang Papa bantu aku bawa itu semua. Dan kita bawa ke mansion. Aku khawatir mereka masih berusaha untuk mengambilnya.” Ucap Ixora dengan suara lirih meskipun hanya ada dirinya dengan Sang Papa yang berada di dalam ruangan itu.
“Ooo syukur alhamdulillah jika masih aman Ix.” Ucap Tuan William sambil membasuh mukanya dengan kedua telapak tangannya, Tuan William sangat lega hati nya.
“Terus yang di bawa lari mereka hasil penelitian apa?” tanya Tuan William selanjutnya dengan suara lirih juga.
“Nanti Papa akan tahu juga.” Jawab Ixora dengan tangan sibuk mengambil barang barang nya.
Setelah selesai mengambil barang barang nya, Ixora dan Tuan William segera meninggalkan ruang laboratorium itu.
Sementara itu Anneke yang masih di dalam kamar nya juga mendengar dan membaca berita pencurian di laboratorium vokasi dari berita di media sosial nya, dia senangnya bukan kepalang.
“Ha... ha.. syukur in pasti Ixora nangis bombai penelitiannya hilang.” Ucap Anneke sambil tertawa senang
Saat Anneke masih tertawa bahagia tiba tiba hand phone nya terdengar ada suara notifikasi. Anneke segera membuka pesan chat.
“Dari Reyvan.” Gumam Anneke dalam hati lalu dia pun segera membuka isi pesan chat dari Reyvan. Setelah dibuka isi nya lokasi tempat pertemuannya dengan Reyvan.
__ADS_1
“Ha... ha... rasain Ixora William kamu bakal nangis nangis lagi sudah kemalingan, ditambah calon suami tidak sadar diri nanti aku tambah biar muka kamu itu rusak dan tidak lagi menjadi idola baru di kampus.” Ucap Anneke sambil tertawa senang dan berakhir dengan senyum penuh kelicikan.
“Aku harus segera menemui Reyvan, dia waktunya hanya dibatasi di jam kuliah saja.” Ucap Anneke yang tampak segera bersiap siap.
Anneke membuka lemari nya, dia memilih baju yang tersexy agar Reyvan benar benar mabuk kepayang kepada diri nya.
Akhirnya Anneke memakai dress mini warna merah menyala dengan bagian punggung yang terbuka memperlihatkan bagian punggung nya yang putih mulus. Ikatan tali dress yang di belakang leher nya menggoda laki laki untuk menarik tali tersebut agar dress melorot dan memperlihatkan keseluruhan tubuh nya. Akan tetapi jika tarikannya salah apa justru mempererat ikatan, akan membuat leher tercekik tidak ya? ...
Setelah selesai berhias Anneke pun segera keluar dari kamar nya.
“An mau ke mana? kamu tidak ke kampus?” tanya Mami nya Anneke yang melihat Anneke keluar dari kamar nya dengan dress sexy yang kira kira hanya seperempat tubuhnya saja yang ditutupi.
“Apa Carol sudah sembuh?” tanya Mami nya Anneke lagi sambil berjalan mendekati Anneke.
“Ada urusan Mam, Kak Carol belum sadar.” Jawab Anneke sambil mencium pipi Maminya.
“Hati hati tujuan kamu untuk mendapatkan keturunan dari keluarga Alfredo.” Pesan Mami nya Anneke yang melihat gelagat dan tampilan anak perempuannya.
Anneke pun terus berjalan keluar dari rumah dan menuju ke mobilnya.
Seperti biasa nya Anneke langsung tancap gas setelah menyalakan mesin mobilnya. Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi.
Akan tetapi tiba tiba.
“Hmm aku harus mampir apotik, beli pelindung buat Reyvan, amit amit jika aku hamil dari seorang mahasiswa dan status nya masih menjadi orang binaan. Akan sengsara hidupku.” Gumam Anneke lalu dia terus melajukan mobilnya.
Sesaat kemudian dia menepikan mobilnya saat di depan nya ada apotik yang buka dua puluh empat jam.
Anneke lalu menghentikan mobilnya di depan apotik itu. Dengan segera dia turun dari mobil nya dan dengan cepat pula dia berjalan masuk ke dalam apotik itu.
Beberapa menit kemudian dia keluar dari apotik tangan nya tidak membawa apa apa sebab barang yang sudah dia beli dia taruh di dalam tas yang dia cangklong.
__ADS_1
Dengan segera dia masuk kembali ke dalam mobil nya. Dan selanjutnya dia tancap gas lagi untuk melaju ke suatu tempat yang sudah dikirim oleh Reyvan.
Beberapa menit kemudian mobil Anneke sudah menyusuri jalan jalan kecil di sekitar kampus untuk mencari lokasi yang dikirim oleh Reyvan.
“Sepertinya di sekitar sini.” Gumam Anneke lalu menjalankan mobil nya dengan pelan pelan.
“Hmmm baru kali ini aku kencan di kost kost an, kost tidak elite lagi.” Gumam Anneke.
Sesaat kemudian pandangan mata Anneke menangkap sosok Reyvan berada sepuluh meteran di depan nya.
“Hmmm tak apalah, yang penting tujuan terlaksana dan aku mendapatkan kesenangan.” Gumam Anneke sambil tersenyum membayangkan bisa membuat celaka Ixora dan dapat enak enakan dengan Reyvan.
Sementara itu Reyvan yang tujuan utama nya untuk melakukan terapi pada adik kecilnya saat melihat mobil Anneke, jantungnya sudah berdetak lebih kencang tidak beraturan.
JEDUK .. JEDUK.. JEDUK.. JEDUK.. JEDUK..
Begitu kira kira bunyinya.
Tidak lama kemudian mobil Anneke menepi agar tidak mengganggu mobil lain yang lewat. Dan selanjutnya pintu mobil terbuka.
Reyvan melihat kaki jenjang putih mulus dengan high heel menginjakkan jalan aspal. Dada Reyvan semakin berdegup kencang keringat dingin pun mulai keluar pada kulitnya. Hingga dia pun rasanya ingin pipis.
“Hai.. Rey... “ suara Anneke yang sudah berada di depan Reyvan semakin membuat Reyvan hampir pingsan apalagi melihat sosok Anneke yang berbalut dress sexy.
“He. ee i.. An.” Suara Reyvan terbata bata.
“Ayo kita belajar bersama.” Ajak Anneke sambil menggandeng tangan Reyvan. Mereka berdua pun berjalan menuju ke kost Beny.
“Hmmm tanganmu dingin sekali aku akan menghangatkan tanganmu juga seluruh tubuhmu.” Bisik Anneke yang semakin merapatkan tubuhnya pada Reyvan. Hingga Reyvan rasanya tidak bisa berjalan sebab lututnya bergetar getar.
Anneke terus menggandeng tangan Reyvan yang masih dingin. Mereka berdua terus berjalan menuju ke kamar Beny, yang sudah dipinjam oleh Reyvan.
__ADS_1
Suasana rumah kost itu tampak sepi. Rumah kost khusus mahasiswa laki laki yang tidak ada penjaga kost atau Bapak kost nya. Beberapa mahasiswa sudah berangkat kuliah dan yang lain nya mungkin masih tidur di dalam kamar nya.