Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 30. Carol Menyetujui Perjodohan


__ADS_3

Sementara Bang Bule dalam hati tertawa melihat Ixora yang menutup matanya sambil teriak. Dia sadar pasti Ixora malu melihat dirinya yang tanpa memakai baju.


“Beb kenapa? Apa mata kamu kelilipan kemasukan debu?” tanya Bang Bule selanjutnya pura pura tidak tahu.


“Bang pakai baju dulu.” Ucap Ixora yang terpejam mata nya akan tetapi masih saja memegang hand phone barunya. Bang Bule semakin gemas pada Ixora cintanya itu.


“Masih panas Beb, sudah sekarang hanya terlihat wajahku saja.” Ucap Bang Bule yang belum berniat memakai baju dia masih mendinginkan tubuhnya.


“Tidak mau pakai baju dulu.” Ucap Ixora masih dengan mata terpejam


“Kamu itu aneh aku yang tidak pakai baju kamu yang malu, saat kamu tidak pakai gaun malah tidak malu ha... ha...ha...” ucap Bang Bule mengingatkan Ixora pada kejadian di dalam mobil di malam perpisahan sekolah waktu itu.


“Bang! Saat itu aku kan tidak seratus persen sadar.” Teriak Ixora masih dengan nada terpejam dan pipi merona merah karena malu. Bang Bule malah tertawa senang.


“Aku tutup nich kalau belum pakai baju.” Ancam Ixora. Bang Bule pun segera berjalan menuju ke lemari untuk mengambil satu helai tshirt dan segera memakainya.


Setelah Bang Bule memakai tshirt Ixora pun membuka matanya dan mereka berdua kembali melanjutkan perbincangan nya, menyusun rencana agar mereka berdua bisa keluar dari tempat kost.


Mereka berdua menyusun banyak rencana, hingga waktu Ixora untuk kuliah di fakultas vokasi pun tiba. Mereka mengakhiri pembicaraan dan berharap semua rencana yang sudah disusun berjalan lancar dan aman tidak dicurigai atau pun diketahui identitas mereka berdua.


Sementara itu di tempat lain. Di kantor pengacara Carol. Carol masih duduk di kursi kerjanya. Pandangan matanya menerawang jauh, meskipun kini dia dekat dengan Anneke primadona kampus akan tetapi ruang hatinya tetap terasa hampa.


Sejak mengetahui Alexandria menikah dengan Vadeo. Carol patah hati diam diam, sudah sejak awal dia berkenalan dengan puteri pertama Tuan William itu, dia menaruh hati pada Alexandria akan tetapi dia tidak berani mengungkapkan.


“Hmmm aku kalah cepat dengan Vadeo. Tidak menyangka Alexandria begitu cepat jadian dengan Vadeo. Prosesnya sangat cepat mereka segera menikah.” Gumam Carol yang masih memikirkan Alexandria.


Saat dia masih memikirkan kandasnya cintanya. Pintu ruang kerjanya terdengar suara ketukan.


TOK.. TOK... TOK...

__ADS_1


“Hmmm Anneke kenapa datang terlalu cepat.” Gumam Carol dalam hati. Karena tadi Anneke memang baru saja menghubungi dia akan mengajak minum kopi sore di cafe dan dilanjut makan malam.


Carol pun bangkit dari kursi kerjanya. Dia memang sudah mengosongkan jadwal di sore hari. Karena dia sudah menyanggupi ajakan Anneke. Dia berpikir dengan dekat pada Anneke kesedihan hatinya akan hilang.


Carol membuka pintu dengan perlahan lahan. Akan tetapi yang muncul di depannya bukan Anneke melainkan sosok Sang Papa, Tuan Alfredo.


“Pa.” Ucap Carol dan Tuan Alfredo pun lalu masuk ke ruang kerja anaknya itu dan segera melangkah menuju ke sofa dan selanjutnya beliau mendudukkan pantatnya.


“Ada apa Pa?” tanya Carol yang kaget karena Papanya tiba tiba datang ke kantornya.


“Aku hanya mendengar berita kalau anakku ini sedang dekat dengan primadona kampus.” Ucap Tuan Alfredo sambil menatap wajah Carol yang kini juga sudah duduk di sofa.


“Iya Pa, hanya sekedar dekat saja... macam dekat dengan perempuan perempuan lainnya itu.” Jawab Carol sambil tersenyum.


“Sejak puteri William menikah sudah berapa banyak perempuan kamu dekati?” tanya Tuan Alfredo sambil menatap tajam wajah putranya.


“Alexa memang beda, mungkin kebaikan hatinya itu yang membuat aku sungguh sungguh jatuh cinta.” Ucap Carol selanjutnya sambil pandangan mata menerawang jauh.


“Bagaimana kalau dengan adiknya?” tanya Tuan Alfredo dengan nada serius namun dengan bibir tersenyum penuh harap.


“Dia juga mirip dengan Alexa Pa, cantik dan baik. Tapi masih terlalu muda.” Ucap Carol sambil tersenyum mengingat wajah cantik Ixora yang tidak kalah cantik dengan Alexa, disamping itu Ixora pun gadis yang baik dan pintar.


“Lebih muda lebih enak anakku he... he...” ucap Tuan Alfredo sambil tertawa terkekeh.


“Tapi aku dengar Ixora dekat dengan seorang Bule.” Ucap Carol dengan nada serius sambil menatap Papanya.


“Kamu tenang saja, William tidak merestui hubungan mereka. Dia setuju kalau Ixora dengan kamu.” Ucap Tuan Alfredo dengan bibir tersenyum penuh kemenangan.


“Tetapi ini masih rahasia. Ixora juga masih disembunyikan agar tidak dibawa lari Bule itu.” Ucap Tuan Alfredo dengan nada serius.

__ADS_1


“Benarkah Pa, Tuan William setuju jika Ixora menikah dengan aku?” tanya Carol dengan nada serius bagi dia menikah dengan Ixora lah yang bisa mengobati hatinya yang kecewa karena gagal mendapatkan cinta dari Alexa.


“Jelas setuju, kalau tidak setuju mau semua sahamku aku ambil.” Ucap Tuan Alfredo sambil tersenyum.


“Makanya kamu jaga benihmu itu jangan kamu tebar tebar sembarangan, kalau kamu sampai punya anak dengan perempuan selain puteri nya William bisa gagal lagi aku besanan dengan William.” Ucap Tuan Alfredo selanjutnya


“Aku tidak mau punya cucu selain dari rahim puterinya William.” Ucap Tuan Alfredo kemudian.


“Okey Okey Pa, para perempuan itu hanya untuk aku bersenang senang saja ha...ha....” Ucap Carol sambil tertawa.


Mereka berdua terus saja berbincang bincang dan bercanda membicarakan rencana perjodohan Carol dan Ixora.


Sementara mereka masih asyik berbicara ada sepasang kuping yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka di balik pintu yang tidak terkunci.


Dialah Anneke si primadona kampus.


“Hmm Ixora William.” Gumam Anneke dengan ekspresi wajah tampak emosi dan geram.


“Aku harus cari Ixora William kalau perlu aku habis nyawa dia.” Ucap Anneke selanjutnya dengan ekspresi wajah licik


“Carol Alfredo, tunggu saja kamu harus menjadi milikku.” Gumam Anneke sambil tersenyum licik.


“Aku harus segera pergi dari tempat ini. Agar Kak Carol dan Papanya tidak curiga padaku jika terjadi sesuatu pada Ixora.” Ucap Anneke selanjutnya lalu dia berjalan pelan pelan meninggalkan lokasi kantor pengacara Carol. Dia berjalan terus untuk menjauh dan selanjutnya dia memesan taxi on line untuk pulang. Dia tadi memang berangkat memakai taxi on line berharap saat pergi ke cafe dan lain lainnya hingga pulang diantar oleh Carol memakai mobil Carol.


Setelah mendapat taxi on line. Anneke di dalam taxi itu terlihat sibuk mencari informasi tentang Ixora William.


“Hmmm kenapa semua akun media sosialnya sudah tidak aktif ya.” Gumam Anneke masih terus saja mengusap usap layar hand phone nya.


Sesaat mata dia berbinar binar bahagia saat melihat foto foto di akun media sosial Ixora yang belum dihapus.

__ADS_1


__ADS_2