
Sementara itu Bang Bule Vincent memacu mobilnya menuju ke kawasan kampus Mahardhika untuk mendatangi lokasi yang terlacak di mana Ixora berada.
Dan beberapa menit kemudian, mobil Bang Bule pun sudah memasuki kawasan sekitar kampus.
“Hmmm masuk ke jalan kecil itu.” gumam Bang Bule setelah melewati pintu gerbang kampus Mahardhika. Bang Bule lalu membelokkan mobilnya ke arah jalan yang kecil di samping pagar tembok pembatas kampus. Bang Bule menjalankan mobilnya secara pelan pelan sambil pandangan matanya mencari cari tempat di mana Ixora berada.
“Hmmm yang mana ya tepatnya.. hand phone Ixora sudah off lagi.” gumam Bang Bule sambil menatap layar telepon seluler nya yang dia taruh di das board mobil setelah jari jari tangan kirinya mengusap usap layar secara sekilas.
“Banyak kost kost an di sepanjang jalan ini.” gumam Bang Bule sambil masih terus mengira ngira tempat titik yang kemarin tertangkap layar.
“Sepertinya titik yang tertangkap tadi di dekatnya ada sebuah toko. Di sepanjang jalan ini hanya ada satu toko mini market, aku putar balik saja. Sambil tanya tanya di mini market siapa tahu Ixora sudah pernah belanja di mini market itu.” gumam Bang Bule yang sudah menjalankan mobilnya agak jauh dari jalan raya kampus.
“Atau semoga saja Ixora pas belanja di mini market itu.” gumam Bang Bule sambil tersenyum membayangkan bahagianya jika nanti bisa bertemu dengan Ixora di mini market.
Bang Bule pun akhirnya mencari tempat untuk bisa memutar balik mobilnya. Dan setelahnya dia melajukan mobilnya untuk menuju ke mini market.
Bang Bule memperlambat laju mobilnya saat sudah mendekati mini market yang akan ditujunya. Akan tetapi Bang Bule tiba tiba menghentikan mobilnya saat melihat ada seorang perempuan berjalan.
“Aku tanya saja pada anak itu.” ucap Bang Bule lalu menepikan mobilnya.
Sementara itu perempuan yang sedang berjalan itu tidak lain adalah Isomah yang baru saja keluar dari pintu pagar kost nya, dia akan menuju ke kampus fakultas vokasi. Ixora yang sudah menjadi Isomah pun terlihat kaget saat mobil Bang Bule berhenti di depan nya.
“Bang Bule...” sorak Ixora dalam hati. Akan tetapi dia langsung memasang ekspresi cupu pura pura tidak tahu dan tidak kenal. Isomah pun terus melangkah.
“Bang Bule tidak boleh tahu kalau aku adalah Ixora. Kalau tahu bisa bisa dia setiap hari datang ke kost. Orang orang suruhan Mama dan Papa pasti langsung melaporkan. Aku yakin pasti Papa dan Mama terus saja memasang orang orang buat mengawasi aku.” Gumam Isomah dan terus melangkah dengan cepat.
__ADS_1
“Perkiraanku Nyonya Naura juga suruhan dari Mama agar mengawasi aku.” Gumam Ixora lagi yang sudah mulai curiga dengan Nyonya Naura. Pasti bukan suatu kebetulan Pak Wagiman mencarikan kost buatnya di kost kostan milik Nyonya Naura.
“Neng... Neng...” teriak Bang Bule saat sudah keluar dari mobilnya. Isomah yang mendengar panggilan bang Bule terus melangkah dan tidak menoleh.
“Neng.. jangan takut aku mau tanya.” Teriak Bang Bule dengan suara lebih keras. Akan tetapi Isomah terus saja mempercepat langkah kakinya dan tetap tidak menoleh.
“Hmmm dia malah berjalan lebih cepat.” gumam Bang Bule yang tidak tahu jika perempuan itu adalah Ixora sang kekasih hatinya.
Bang Bule lalu melihat rumah kost kostan yang ada di depan matanya itu. Akan tetapi tiba tiba jiwa detektif Bang Bule merasa ada sepasang mata yang mengawasi dirinya. Bang Bule pun mengedarkan pandangan matanya.
“Hmm aku rasa ada yang mengawasi aku. Apa memang di dalam itu ada Ixora yang dijaga oleh pengawal.” Gumam Bang Bule dalam hati.
“Coba aku bertamu saja ke rumah itu.” gumam Bang Bule lagi lalu melangkah menuju ke arah pintu pagar tempat kost Ixora berada.
Saat Bang Bule berdiri di depan pintu pagar, dari dalam muncul dua perempuan cantik, penghuni kost yang sama seperti Ixora, mahasiswi baru yang akan menuju ke kampus fakultas vokasi kuliah sore hari.
“Maaf saya mau bertanya apa ada penghuni baru di sini bernama Ixora?” tanya Bang Bule langsung pada kepentingannya.
“Tidak ada Kak, kami berdua ini penghuni baru. Dan satunya Isomah anaknya sudah berangkat ke kampus baru saja.” Ucap salah satu gadis itu sambil tersenyum dan terus berusaha memberikan senyuman termanisnya buat bang bule.
“Apa ada penghuni baru mahasiswi kedokteran?” tanya bang Bule lagi.
“Sepertinya tidak ada Kak, Kami mahasiswi vokasi. Isomah juga mahasiswi vokasi.” Jawab salah satu mahasiswi itu yang tidak mengatakan Isomah sebagai mahasiswi baru fakultas kedokteran, karena dia sendiri juga meragukan jika Isomah sebagai mahasiswi kedokteran. Bahkan mereka memperkirakan jika Isomah pagi bekerja di fakultas kedokteran sebagai cleaning service atau petugas perpustakaan dan sorenya kuliah di fakultas vokasi. Seperti mereka berdua pagi bekerja dan sore kuliah di fakultas vokasi.
“Kalau tidak percaya ya sudah.” Ucap yang satunya lagi lalu mereka berdua membuka pintu pagarnya.
__ADS_1
Saat mereka berdua melangkah keluar dari pagar. Tiba tiba...
“Cari siapa kamu?” terdengar suara dari seorang perempuan dengan nada yang tegas dan agak keras. Bunda Naura yang sejak tadi mengawasi Bang Bule dari dalam kini beliau keluar untuk menemui Bang Bule langsung, dan dengan maksud beliau akan mengusir agar tidak ke tempat kost itu lagi. Sebab Bunda Naura sudah dipesan oleh Nyonya William agar Ixora tidak bertemu dengan Bang Bule.
Bang Bule menoleh ke arah suara itu. Dan pandangan matanya menangkap seorang perempuan paruh baya blasteran bule melangkah menuju ke arahnya.
“Selamat sore Nyonya, maaf saya mencari penghuni baru di sini yang bernama Ixora.” ucap Bang Bule dengan sopan.
“Maaf tidak ada penghuni kost di sini yang bernama Ixora, silahkan anda menanyakan di tempat kost lainnya.” Ucap Bunda Naura dengan nada dingin tidak bersahabat.
Bang Bule pun terlihat sangat kecewa, kemudian dia mohon diri dengan sopan meskipun lawan bicaranya tidak bersahabat. Bang Bule lalu berjalan menuju ke mini market di samping kost kostan di mana Isomah berada. Bang Bule membeli beberapa botol minuman ringan dan setelah membayar di kasir. Bang Bule menunjukkan foto Ixora yang ada di wall paper telepon seluler nya pada kasir mini market itu.
“Neng, apa kamu melihat gadis ini belanja di sini?” tanya Bang Bule pada kasir itu.
“Tidak Kak, ini kan puteri Tuan William pengusaha kaya itu. Mana mungkin dia belanja di sini Kak. Kalau dia belanja di sini pasti kami akan meminta foto bersama dia.” Jawab kasir mini market yang kenal wajah Ixora dari media sosial.
Bang Bule tampak kecewa dengan jawaban dari kasir itu. Dia pun segera melangkah menuju ke tempat mobilnya terparkir.
“Hmmm di mana Ixora berada. Alexa juga tidak tahu tempat kost nya.” Gumam Bang Bule lalu membuka pintu mobilnya. Ekspresi wajah Bang Bule tampak kaku sebab sedang berpikir keras untuk mencari keberadaan Ixora.
Berjam jam Bang Bule mengendarai mobilnya mengelilingi lokasi sekitar kampus untuk mencari keberadaan tempat kost Ixora. Tetapi hingga hari sudah gelap Bang Bule tidak menemukan dan mendapatkan jawaban tentang informasi keberadaan sosok Ixora.
Bang Bule pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pencariannya hari ini. Sebelum meninggalkan lokasi kost kostan daerah kampus itu Bang Bule akan melewati jalan yang pertama tadi dia lewati.
“Feeling ku Ixora berada di sekitar itu.” gumam Bang Bule sambil mengarahkan mobilnya membelok ke jalan yang pertama tadi dia lewati.
__ADS_1
Saat di dekat mini market. Pandangan mata Bang Bule melihat sosok perempuan yang tadi dia lihat....