
Tuan Alfredo terlihat mengusap usap layar handphone nya. Beliau mencari nama kontak Tuan William. Dan sesaat kemudian beliau menekan simbol telepon warna hijau, untuk melakukan panggilan suara.
Sementara itu, Tuan William sedang berada di William Group karena beliau masih sibuk mengurus perusahaannya sebab Alexandria belum bisa full mengurus perusahaan karena masih mendapat hak untuk mengurus keperluan pribadinya dalam rangka meneruskan generasi William dan Jonathan.
Tuan William lalu meraih hand phone nya yang berdering di atas meja kerja.
“Alfredo.” Gumam Tuan William lalu menggeser tombol hijau.
“Selamat siang Tuan Alfredo. Ada perlu apa? Saham Anda bagus.” Ucap Tuan William setelah menggeser tombol hijau.
“Selamat siang Tuan William, benar saya sudah pantau tadi.” Ucap Tuan Alfredo
“Begini Tuan langsung saja pada inti masalah yang ingin saya sampaikan. Bagaimana kalau pernikahan Carol dan Ixora dipercepat.” Ucap Tuan Alfredo yang ingin pernikahan Carol dan Ixora dipercepat agar Carol terbebas dari syarat yang diajukan oleh Anneke.
“Wah, maaf Tuan, saya tidak setuju selain menurut saya Ixora masih terlalu muda untuk menikah saya juga baru saja menikahkan Alexandria. Berasa capeknya saja belum habis.” Ucap Tuan William yang masih pada pendiriannya menunggu Ixora selesai kuliah lebih dahulu.
“Bagaimana kalau pertunangan lebih dahulu.” Ucap Tuan Alfredo melakukan penawaran dia tidak mau menyerah.
“Sama saja, kalau menurut saya pertunangan itu tidak boleh terlalu lama. Saya ingin Ixora selesai dulu kuliahnya.” Ucap Tuan William tidak goyah pada pendiriannya.
“Kan meskipun menikah masih bisa kuliah.” Ucap Tuan Alfredo tidak mau kalah
“Maaf saya kurang setuju dengan hal itu. Kasihan Ixora nanti mendapat banyak beban harus menjadi isteri dan harus menyelesaikan kuliahnya apalagi dia mengambil di dua fakultas.” Jawab Tuan William
__ADS_1
“Hmmmm ...” gumam Tuan Alfredo tampak berpikir pikir. Carol yang berada di dekatnya turut mendengarkan percakapan itu.
“Jika Tuan Alfredo keberatan Tuan bisa mencari gadis lain untuk istri Carol. Dan perjodohan kita batalkan.” Ucap Tuan William selanjutnya karena dia saat ini masih sibuk bekerja menjadi pusing karena Tuan Alfredo meminta pernikahan Ixora dipercepat yang itu belum masuk dalam rencananya.
“Oowhhh tidak tidak Tuan, perjodohan tetap berlanjut.” Saut Tuan Alfredo yang takut gagal mendapatkan menantu puteri Tuan William lagi.
“Tapi Tuan tolong pikirkan lagi bagaimana kalau pernikahan dipercepat dan Ixora masih boleh kuliah tidak berkewajiban menjadi istri sampai dia lulus. Nanti segala pesta dan urusannya biar keluarga Alfredo yang mengurus. Tuan William hanya menyiapkan puteri Tuan saja.” Ucap Tuan Alfredo lagi yang tidak mau menyerah.
“Baiklah nanti saya bicarakan dengan istri saya. Kalau begitu kita tutup sambungan teleponnya. Maaf saya sedang sibuk.” Ucap Tuan William selanjutnya dan lalu dia memutus sambungan teleponnya.
Tuan Alfredo pun menaruh lagi hand phone nya di atas mejanya. Beliau lalu menoleh menatap wajah Carol.
“Bagaimana Pa?” tanya Carol minta kepastian.
“Pa, aku tidak apa apa menunggu Ixora. Tetapi masalahnya Anneke itu. Papa tadi kenapa tidak omong kalau rencana perjodohan sudah didengar orang lain.” Ucap Carol yang mengkritik Papanya.
“Tuan William lebih akan marah jika rahasia ini sudah sampai di telinga temanmu itu. Dia pasti kawatir Ixora akan lari dengan pacarnya.” Ucap Tuan Alfredo sambil menatap tajam ke arah Carol.
“Terus bagaimana Pa, kalau Anneke menanyakan syaratnya?” tanya Carol kemudian
“Kita masih menunggu Tuan William akan membicarakan dengan isteri nya lebih dulu. Mereka pasti sedang mencari jalan agar Ixora mau menikah dengan kamu dan tidak kabur.” Jawab Tuan Alfredo lalu dia menyibukkan lagi menatap layar komputer untuk memantau pergerakan saham sahamnya.
Sementara itu di tempat lain di rumah Bang Bule. Dia sejak tadi menunggu kabar dari Vadeo dan Alexandria akan tetapi belum juga ada jawaban. Vadeo hanya memberi jawaban jika Alexa belum bertanya pada Mamanya.
__ADS_1
“Hmmm apa mereka memang sengaja tidak menyampaikan kepadaku ya..” gumam Bang Bule yang mulai curiga.
Bang Bule pun lalu mengusap usap hand phonenya. Sesaat matanya melotot kaget saat melihat aplikasi yang digunakan untuk melacak keberadaan Ixora. Titik keberadaan Ixora menandakan berada di rumah sakit kampus.
“Ixora kenapa sedang berada di rumah sakit bukannya dia harus menyelesaikan tugasnya yang katanya akan dikumpulkan sore nanti.” Gumam Bang Bule tampak kawatir lalu dia mengusap usap layar hand phone nya untuk mencari nama kontak My Baby.
“Dia sakit apa sedang tugas ke rumah sakit apa sedang menengok teman.” Gumam Bang Bule selanjutnya lalu segera menghubungi Ixora untuk mendapatkan kejelasan.
Bang Bule pun segera mendapat jawaban dari Ixora jika dia sedang di rawat di rumah sakit karena jatuh. Bang Bule ekspresi wajahnya tampak kawatir dan dia pun akan segera menuju ke rumah sakit kampus.
“Hmmm aku harus tampil sebagai aku apa sebagai Kakek ya..” gumam Bang Bule saat dia akan mengambil baju ganti.
“Hmm sebagai Kakek saja lebih aman.” Ucapnya lalu dia melangkah untuk mengambil perlengkapannya dalam menyamar menjadi Kakek Penjual Obat.
Beberapa saat kemudian Bang Bule sudah tampil sebagai Kakek Penjual Obat dia segera membawa tas hitamnya, dan segera melangkah keluar dari kamarnya.
Saat sampai di depan pintu rumah dia melihat Nency, akan tetapi saat Nency melihat sosoknya Nency langsung membalikkan badannya dan berlari terbirit birit. Rupanya Nency masih terus berusaha untuk mendekati Bang Bule
Bang Bule yang sudah tampil sebagai Kakek Penjual Obat pun segera mengambil vespa tuanya dan dia segera melaju menuju ke rumah sakit kampus. Bang Bule memacu laju vespanya dengan kecepatan penuh dia sudah tidak sabar untuk melihat kondisi orang tercintanya.
Beberapa menit kemudian vespa tua Bang Bule sudah memasuki halaman rumah sakit kampus. Bang Bule terus melajukan vespa tuanya menuju ke tempat parkir yang ada di lokasi rumah sakit kampus itu.
.....
__ADS_1