Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 115. Sakit


__ADS_3

Saat Tuan William membuka pintu. Ada dua sosok yang langsung menghambur masuk ke dalam ruang kerja Tuan William, sampai sampai Tuan William terhuyung badan nya ke belakang karena terdorong oleh dua tubuh yang tertera gesa masuk.


“Kakaaaak.” Teriak Dealova yang langsung berlari menuju ke ke sofa tempat duduk Ixora dan segera memeluk tubuh Kakak nya.


“Ix.. kamu kok datang mendadak, tidak kabar kabar dulu. Kalau kabar kabar dulu kan kita jalan jalannya bisa diundur waktu nya nunggu kedatanganmu dulu.” Ucap Nyonya William dengan lantang sambil berjalan dengan cepat menuju ke arah Ixora.


“Apa nanti Carol disuruh datang ke sini saja.” Ucap Nyonya William lagi.


“Ma Ixora pulang karena ada masalah penting, bukan untuk bertemu dengan Carol.” Teriak Tuan William dengan nada tinggi sambil menutup pintu dengan keras.


“Papa kok jadi tensi tinggi pada ku?” tanya Nyonya William tidak kalah lantang sambil menatap wajah suaminya dengan tajam


“Duduk!” perintah Tuan William pada isterinya, Nyonya William pun dengan takut takut lalu duduk tidak jauh dari Ixora. Sementara itu Dealova yang merasakan suasana memanas dia pelan pelan bangkit berdiri dia melangkah akan meninggalkan ruang kerja Papa nya itu.


“Kamu juga!” ucap Tuan William sambil menarik tangan Dealova yang tidak jauh dari jangkauan nya.


“Pa, aku mau kencing.” Ucap Dealova berdalih.


“Itu ada toilet di dalam ruang kerja Papa.” Ucap Sang Papa. Dealova pun tidak bisa beralasan lagi lalu dia berjalan menuju ke toilet.


“Sayang ada masalah apa?” tanya Nyonya William pada Ixora dengan suara berbisik bisik.


“Mama itu tahu tidak jika Ixora itu sibuk menyiapkan penelitian lomba tingkat internasional. Dia sudah penelitian pada tahap akhir, Mama tidak memberi selamat, malah sibuk ngurus Carol.” Ucap Tuan William dengan kesal sambil menatap tajam wajah isterinya, lalu dia pun juga mendudukkan pantatnya.


“Ooo selamat ya Sayang, terus sebentar lagi kita ke luar negeri, Mama harus siap siap nih buat mengantar kamu..” ucap Nyonya William yang selanjutnya mencondongkan tubuh nya dan memeluk tubuh Ixora yang duduk tidak jauh dari dirinya.


“Ma, Mama siap siap jadi Ibu Wagiman. Ibu Dosen akan menemui Ibu Wagiman. Dan Mama cari rumah sana!” ucap Tuan William masih dengan nada tinggi dan ekspresi wajahnya tampak masih sangat kesal.

__ADS_1


“Ha? Benar begitu Ix?” tanya Nyonya William tampak kaget sambil menatap Ixora


“Haduh repot banget sih, kenapa juga Ibu Dosen harus datang ke rumah segala sih..” ucap Nyonya William tampak menggerutu


“Apa ke rumah Pak Wagiman yang di desa saja Pa?” tanya Nyonya William kemudian minta pertimbangan suaminya. Tuan William hanya diam dan tampak berpikir pikir.


“Ma.. Kalau Mama pergi ke rumah Pak Wagiman dan menyamar jadi isteri Pak Wagiman pasti dech Mama dibecek-becek sama Bu Wagiman asli.” Suara Dealova yang baru saja keluar dari toilet. Dia memang menunggu Papa nya sudah tidak marah baru keluar dari persembunyian nya.


“Ha? Aku ga mau dibecek becek..” ucap Nyonya William sambil memegang kedua pipi mulus nya dengan ke dua telapak tangannya.


“Pa cari cara lainnya saja.” Ucap Nyonya William lagi dengan ekspresi tampak bingung.


“Mama yang cari cara bagaimana menemui Ibu Dosen.” Perintah Tuan William pada istrinya agar istrinya tidak hanya sibuk dengan urusan perjodohan dan keinginan selalu mempertemukan Carol dengan Ixora.


“Ayo Ix ikut Papa, kita jalan jalan.” Ucap Tuan William bangkit berdiri dan menarik tangan Ixora agar ikut bangkit juga dari duduk nya. Ixora pun segera melangkah di samping Sang Papa.


Sementara Nyonya William masih duduk.dan memijit mijit pelipisnya.


Waktu pun terus berlalu, Ixora sudah kembali ke tempat kost nya dan kembali menjadi Isomah. Sedangkan Tuan William juga sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya.


Dan Kini Tuan William sedang berada di dalam ruang kerja nya di William Group.


“Tuan, maaf kantor imigrasi tidak bisa membuatkan paspor neng Isomah Wagiman.” Ucap Andri sambil menyerahkan satu amplop coklat besar yang berisi berkas berkas Isomah untuk syarat pembuatan paspor


DEG


“Apa identitas palsu sudah diketahui oleh bagian imigrasi.” Gumam Tuan William dalam hati sambil memandang amplop coklat besar yang sudah di taruh Andri di meja Tuan William.

__ADS_1


“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tetap tidak bisa Tuan.” Ucap Andri selanjutnya


“Apa alasannya?” tanya Tuan William sambil mengeryitkan dahinya


“Kata nya dikhawatirkan Neng Isomah akan menjadi tenaga kerja ilegal setelah mendapatkan paspor nanti.” Jawab Andri dengan nada serius namun ada nada kecewa sebab dia gagal menjalankan tugasnya.


“Hah, sembarangan saja. Apa tidak kamu tunjukkan surat keterangan dari kampus kalau Isomah mahasiswa berprestasi juara lomba? Ke luar negeri juga dalam rangka mengikuti lomba. Kok dikhawatirkan menjadi tenaga kerja ilegal.” Ucap Tuan William sambil menatap tajam pada Andri.


“Sudah Tuan, tetapi tetap begitu alasannya. Saya juga sudah mengatakan perlu biaya berapa pun akan saya bayar tetapi tetap tidak bisa Tuan.” Ucap Andri dengan nada serius. Dan Tuan William hanya diam saja dan ekspresi wajah nya tampak sedang berpikir keras.


“Bagaimana Tuan?” tanya Andri selanjutnya sebab sudah beberapa menit Tuan William hanya diam saja.


“Ya sudah sana kamu pergi nanti aku bilang ke Pak Wagiman.“ ucap Tuan William selanjutnya dan Andri pun segera mohon diri dan membalikkan tubuhnya lalu melangkah meninggalkan ruangan Tuan William.


Tuan William lalu bangkit dari kursi kerjanya, dia berjalan mondar mandir di dalam ruang kerja nya sambil berpikir pikir.


“Ixora pasti sangat sedih jika paspor Isomah tidak di dapat. Dia tidak bisa mengikuti lomba tingkat internasional itu. Kalah tanpa bertanding.” Gumam Tuan William dalam hati sambil masih terus berpikir pikir.


“Apa membuka saja penyamaran nya selama ini?” gumam Tuan William masih dengan berjalan mondar mandir.


“Tapi apa panitia lomba bisa menerima? Bisa bisa malah Ixora yang dianggap jahat oleh publik. Ixora dituduh mengambil alih tempat Isomah secara paksa.” Gumam Tuan William lagi sambil memijit mijit pelipisnya.


“Dan lebih parah lagi, aku yang akan dikira meniadakan Isomah anak pegawai Mansion.” Gumam Tuan William sambil masih berjalan mondar mandir dan mendadak kepala nya terasa pusing yang teramat sangat. Tengkuk terasa menegang berat.


"Kepala ku kenapa sakit sekali." ucap Tuan William sambil meringis kesakitan. Dia segera berjalan cepat menuju ke tempat tombol darurat dan dia pun segera menekan tombol itu dan selanjutnya dengan sisa sisa tenaga nya dia berjalan menuju ke sofa yang terduduk lemas sana.


"Tuan! ada apa?" teriak Sang Sekretaris yang sudah membuka pintu ruang kerja Tuan William dan dia segera melangkah masuk diikuti oleh beberapa karyawan lain nya.

__ADS_1


__ADS_2