Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 107. Ruang Misterius


__ADS_3

Di saat Bunda Naura masih marah marah pada mereka bertiga terutama pada Dini pemilik akun abal abal yang pertama kali menghembuskan isu plagiat pada penelitian Isomah. Tiba tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah kost mereka. Mendengar ada suara mobil berhenti. Isomah segera menoleh kan kepala nya, ke arah pintu pagar yang mana situasi di sekitaran pintu pagar bisa dilihat dari tempat mereka berdiri. Ketiga penghuni kost lainnya pun juga turut menoleh ke arah pintu pagar.


“Mobil media kampus.” Ucap mereka bertiga yang sudah kenal dengan mobil media kampus, apalagi mobil tersebut dicat khusus dan ada logo kampus Mahardhika juga logo media kampus.


“Bun, mobil media kampus.” Ucap Isomah pada Bunda Naura yang masih mulutnya panjang lebar memarahi dan memberi nasehat kepada ketiga penghuni kost tersebut.


“Kebetulan, Aku nanti akan katakan pada mereka kalau kalian itu penjahat media, jari jari kalian runcing runcing kayak nenek sihir.” Ucap Bunda Naura dengan nada kesal sambil menatap tajam pada ketiga mahasiswi penghuni kost itu.


“Bun.. jangan Bun..” teriak mereka bertiga dengan nada dan ekspresi wajah ketakutan. Sementara itu Bunda Naura segera membalikkan badannya dan melangkah menuju ke pintu pagar yang mana orang orang di dalam mobil media kampus sudah turun dari dalam mobil. Tampak salah satu dari mereka membawa satu buah bingkisan besar.


Sedangkan Isomah masih menutup pintu kamarnya, sementara ketiga penghuni kost lainnya tadi setelah berteriak mereka segera lari terbirit birit menuju ke dalam kamarnya masing masing.


“Selamat sore Bu.” Ucap salah satu orang media kampus pada Bunda Naura yang sudah berada di dekat pintu pagar.


“Apa benar ini rumah kost Isomah?” tanya nya selanjutnya


“Iya benar, ada perlu apa?” jawab Bunda Naura yang selanjutnya balik bertanya.


“Kami dari media kampus Mahardhika Bu. Kami akan mengucapkan selamat dan meminta maaf pada mahasiswi Isomah. Juga akan membuat perjanjian waktu untuk wawancara.” Ucapnya kemudian sambil menunjukkan kartu nama nya.


“Itu anaknya. Tapi mungkin sebentar lagi dia akan kuliah.” Ucap Bunda Naura sambil menoleh ke arah sosok Isomah yang masih berada di dekat pintu kamar nya.

__ADS_1


“Mari silahkan masuk.” Ucap Bunda Naura lalu membukakan pintu pagar


“Is..” teriak Bunda Naura pada Isomah sambil menoleh ke arah Isomah.


Di saat orang orang media kampus akan masuk melewati pintu pagar yang sudah dibuka oleh Bunda Naura. Ada mobil lagi yang berhenti di belakang mobil media kampus. Semua kepala pun menoleh ke arah mobil yang baru saja berhenti itu.


“Ibu Retno.” Ucap Isomah yang sudah melangkah mendekati Bunda Naura saat melihat mobil yang berhenti di belakang mobil media kampus.


Mereka semua pun berhenti menunggu Ibu Dosen Retno kecuali Isomah yang terus melangkah menuju ke pintu pagar untuk menyambut kedatangan dosen pembimbing penelitian nya. Meskipun di akhir akhir waktu ibu dosen tidak berani membantu karena takut akan ancaman dari Carol sang putra pemilik kampus, Isomah akan tetap mengucapkan terima kasih dan menumpahkan rasa bahagianya pada Ibu Dosen itu.


“Is....” teriak ibu Dosen Retno setelah turun dari mobil dan berjalan cepat menuju ke pintu pagar rumah kost Isomah. Isomah pun menyambut Ibu Dosen dengan senyuman dan membukakan pintu pagar.


“Terima kasih Bu.” Ucap Isomah yang juga memeluk ibu Dosen Retno.


“Is, aku sekarang tidak takut lagi membantu penelitian mu. Aku sudah dihubungi langsung oleh Tuan Alfredo agar membantu penelitian kamu. Kalau Tuan Muda Carol mengancam, aku disuruh lapor ke pada beliau.” Ucap Ibu Dosen Retno selanjutnya setelah mereka berdua mengurai pelukannya.


“Benarkah Bu?” ucap Isomah minta keyakinan dari perkataan Ibu Dosen


“Benar. Tuan Alfredo juga membuat pengumuman yang akan dipublikasi di media kampus. Beliau mengucapkan selamat pada Anda saudari Isomah dan meminta maaf atas perlakuan Tuan Muda Carol. “ saut salah satu orang media kampus yang masih juga berdiri di dekat pintu pagar.


“Ohhh syukurlah kalau begitu, aku akan tenang dalam memberikan bimbingan pada Isomah. Dan Isomah pun juga akan tenang dalam bekerja. Penelitian lomba di tingkat Internasional lebih sulit.” Ucap Ibu Dosen Retno dengan mata berbinar binar menatap orang media kampus lalu menatap Isomah dan memeluk pundak Isomah dari samping.

__ADS_1


“Ayo kita semua masuk ke dalam.” Ucap Bunda Naura. Lalu mereka semua masuk ke dalam ruang tamu dan berbincang bincang di sana. Dan setelahnya Isomah pun di hari itu pergi dan pulang kuliah di fakultas vokasi diantar oleh Ibu Dosen Retno.


Waktu pun terus bergulir. Pengumuman dari Tuan Alfredo pun telah di publikasikan, semua orang kampus sudah membacanya. Termasuk Anneke dan juga Carol. Carol masih menaruh curiga jika Isomah adalah anak dari selingkuhan Papa nya dengan salah satu orang pelayan.


Sementara itu di lain tempat di sebuah lokasi yang sangat tersembunyi, ada suatu bangunan gedung yang sangat kokoh dan di dalam nya ada suatu ruang rahasia dengan pintu yang lebar, kuat dan kokoh pula. Dari luar ruangan itu terdengar suara seorang laki laki yang sedang marah marah.


“Kamu hanya menguntit anak perempuan saja tidak bisa!” bentak suara seorang laki laki itu.


“Maaf Tuan tiba tiba dia menghilang.” Suara seorang laki laki lainnya dengan takut takut.


“Kalau malam itu kamu bisa menculik dia, tidak akan ada berita besar seperti ini.” Suara laki laki yang marah marah tadi masih dengan nada tinggi penuh emosi.


“Sekarang semua orang sudah tahu, hasil penelitian diri nya. Bahkan Pemilik kampus pun melindungi diri nya.” Suaranya lagi.


“Iya Tuan, organisasi yang membantu nya pun organisasi milik Bule sableng itu.” Sambung suara laki laki lainnya.


“Untung data kamu itu sudah aku lindungi dengan aman ha... ha....ha...ha... tidak akan ada yang tahu. Paling krucil krucil itu yang dituduh ha... ha... ha....” suara laki laki yang tadi marah marah sekarang tertawa terbahak bahak.


“Sudah pergi kamu sekarang! Dan tunggu perintahku selanjutnya!” bentaknya lagi, dan tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki.


Dan beberapa saat kemudian, tampak pintu kuat dan kokoh ruangan misterius itu sedikit terbuka dan muncul sosok laki laki berkaca mata hitam dan memakai jaket kulit. Laki laki itu pun segera menutup kembali pintu itu dengan rapat rapat. Laki laki itu selanjutnya terus melangkah menjauhi ruangan misterius itu. Dan tidak lama kemudian ruangan misterius itu terlihat lampu di dalamnya sudah di matikan karena dari ventilasi sudah tidak lagi tampak cahaya lampu. Dari luar tampak gelap dan tidak ada lagi suara orang berkata kata atau pun suara suara lainnya. Laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu pun menekan saklar lampu luar gedung itu. Gelap dan Sunyi.

__ADS_1


__ADS_2