Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 150. Bang Bule Menyusul ke Philipina


__ADS_3

Sementara itu mobil hotel yang terus melaju menuju ke museum. Nyonya William di dalam mobil tampak bahagia dengan rombongan genk dadakan nya. Mereka bercerita tentang kehebatan anak anak nya masing masing.


Dan tiba tiba terdengar suara dering di hand phone Nyonya William. Nyonya William pun segera mengambil hand phone dari tas tangan nya. Saat di lihat di layar hand phone nya, sang pengawal melakukan panggilan suara. Nyonya William pun segera menggeser tombol hijau, dan terdengar oleh Nyonya William sang pengawal melaporkan kalau dia tidak bisa melanjutkan pengawalan nya karena berurusan dengan kecelakaan di jalan meskipun dia bukan pelaku nya.


“Iya iya ga apa apa. Aman.. Aman.. polisi terus menjaga. Kamu selesaikan masalah nya. Awas jangan memalukan negara dan keluarga William, kalau kamu yang salah ya minta maaf dan bayar denda.” Ucap Nyonya William setelah sang pengawal selesai memberikan laporan nya.


“Lagian kita kita menjelang makan siang sudah kembali ke hotel kok.” Ucap Nyonya William selanjutnya. Dan setelah nya dia memutus sambungan teleponnya karena tidak mau ketinggalan perbincangan dengan genk dadakan nya.


Dan waktu pun terus berlalu. Mobil yang mengantar rombongan tamu sudah tiba di tempat tujuan dengan aman dan selamat. Rombongan Nyonya William jalan jalan di museum lalu dilanjut menuju ke mall terdekat untuk belanja kebutuhan, itu adalah dalih mereka padahal hanya ingin jalan jalan cuci mata dan membeli apa yang diinginkan saja bukan yang dibutuhkan.


“Sudah yok, waktu kita sudah mau habis.” Ucap Nyonya William sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


“Besok kan bisa jalan jalan lagi, aku juga belum menemukan cangkir yang kuinginkan.” Ucap nya lagi sambil menatap teman temannya. Dan semua pun setuju dan berencana untuk jalan jalan lebih lama di hari esok nya.


Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam. Dan malam hari di bumi Philipina pun tiba.


“Gimana Ix, acara kamu?” tanya Nyonya William saat orang tua dan peserta lomba berjumpa di ruang makan di jam makan malam.


“Aku lolos Ma, ikut diskusi selanjutnya.” Jawab Ixora dengan senyuman di bibir nya dan sorot mata yang berbinar binar bahagia.


“Memang keren anak Mama.” Puji Nyonya William sambil menatap Ixora dengan bangga. Mereka berdua pun lalu berjalan untuk mengambil piring dan makanannya.

__ADS_1


“O ya besok Mama jalan jalan lagi sampai sore. Aman kok Ix, tadi tidak dijaga pengawal tapi aman.” Ucap Nyonya William pada Ixora yang berdiri di dekat nya sambil tangan kanan nya mengambil nasi.


“Lha pengawal kenapa ga ikut Mama, tidak boleh?” tanya Ixora kepo sambil menyodorkan piring ke arah Mama nya agar sekalian diambilkan nasi oleh Sang Mama.


“Boleh tetapi di jalan ada kecelakaan dia harus jadi saksi.” Ucap Sang Mama sambil mengambil kan nasi buat anak gadis nya.


“Oooo.” Gumam Ixora. Dan mereka pun lalu melengkapi isi piring mereka dengan menu yang sehat dan yang sesuai dengan selera mereka masing masing. Kemudian mereka berdua berjalan untuk menuju ke suatu meja yang sudah ada Ibu Dosen Retno duduk di kursi nya. Mereka bertiga pun lalu makan malam dan diselingi oleh bincang bincang ringan.


Sementara itu di lain tempat di belahan bumi lain. Bang Bule kembali gelisah apalagi setelah pengawal Keluarga William memberi kabar tentang mobil yang mengikuti dan menyebabkan dia tidak bisa melanjutkan pengawalan nya.


“Dia sudah melancarkan aksi nya.” Gumam Bang Bule sambil menaruh lagi hand phone nya ke dalam saku celana cargonya.


“Vin, kamu sekarang cari tiket untuk pergi ke Philipina.” Ucap Tuan Jansen setelah Bang Bule menyampaikan maksud nya untuk pulang lebih awal.


“Benar Pa?” tanya Bang Bule yang tidak yakin jika sang Papa sungguh sungguh menyuruh nya beli tiket ke Philipina .


“Benar, dari pada tubuh mu di sini tetapi pikiran mu selalu di tempat Ixora berada.” Ucap Tuan Jansen dengan nada serius sambil menatap wajah anak laki laki nya yang tampak kusut dan gelisah itu.


“Pa, masalah nya memang Ixora dan Mama nya sedang dalam bahaya.” Ucap Bang Bule selanjutnya, sebab dari informasi sang pengawal ada mobil yang terus saja mengikuti rombongan Nyonya William bahkan membuat Sang pengawal terhalang perjalanan nya.


“Maka dari itu. Kamu boleh ke Philipina sampai Ixora selesai acara nya, habis itu kamu pulang ke sini lagi. Urus lagi sapi sapi mu.” Ucap Tuan Jansen dengan penuh pengertian.

__ADS_1


“Terima kasih Pa..” ucap Bang Bule sambil tersenyum dan memeluk tubuh Sang Papa.


“Iya tapi kamu juga ada kerjaan di sana. Kamu temui buyer di sana.” Ucap Tuan Jansen sambil menepuk nepuk pundak Bang Bule. Dan Bang Bule pun setuju.


Bang Bule lalu segera mengusap usap layar hand phone nya untuk mencari tiket.


“Aku bilang Ixora setelah sampai Philipina saja. Surprise. “ gumam Bang Bule sambil tersenyum dan tidak sabar untuk bisa sampai ke Manila di kota tempat sang kekasih hati sedang berada.


Akan tetapi hingga beberapa menit Bang Bule belum juga mendapatkan tiket pesawat tujuan Manila. Bang Bule yang masih duduk di kursi di dalam kantor peternakan itu sudah tampak kembali gelisah.


“Jika tidak mendapatkan tiket ke Manila kan bisa bisa cari yang tujuan kota lain. Baru kamu cari penerbangan domestik di sana.” Saran sang Papa saat melihat anak laki laki nya jari jari dan pandangan mata nya tampak serius dengan layar hand phone.


“Iya Pa.” Jawab Bang Bule tanpa menoleh dan masih serius dengan layar hand phone nya.


“Ini sudah dapat tapi penerbangan besok pagi Pa. Kalau pakai penerbangan kota lain nanti tiba nya malah lebih lama.” Ucap Bang Bule yang kini tampak wajah nya sudah lega.


“Okey, tapi sekarang kamu pijat pijat dulu sapi sapi yang produksi nya mulai turun. Jangan sampai saat kamu pergi mereka itu mogok berproduksi.” Perintah Tuan Jansen pada Bang Bule sambil menunjuk kan pada data nomor nomor sapi yang produksi nya mulai menurun. Dan Bang Bule pun hanya bisa tepuk jidat.


“Ayo cepat lakukan! Jangan buang buang waktu kalau tidak mau kamu lembur sampai esok hari!” perintah Tuan Jansen lagi yang kini sambil menarik tangan Bang Bule agar segera bangkit dari tempat duduk nya.


“Okey lah, yang penting aku besok bisa menyusul Ixora ku.” Ucap Bang Bule dengan semangat sambil bangkit berdiri dan melangkah cepat keluar dari kantor peternakan itu. Tuan Jansen kembali geleng geleng kepala, sedangkan para karyawan yang berada di kantor itu tersenyum dan penasaran dengan gadis yang dicintai oleh Bang Bule Vincent meskipun mereka sudah mengenal dari media sosial di dunia maya akan tetapi penasaran ingin melihat orang asli nya di dunia nyata.

__ADS_1


__ADS_2