
Waktu pun terus berlalu Sudah satu minggu Ixora menjalani hidupnya sebagai Isomah seorang mahasiswi di dua fakultas. Kini tiba saatnya dia harus memilih kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan di luar kegiatan akademis akan tetapi harus diikuti oleh semua mahasiswa.
“Aku nanti ikut yang bela diri aja ah.. Aku kan sudah ikut latihan privat kemarin waktu masih di mansion.. agar tidak kaku gerakan gerakannya.” gumam Ixora dalam hati.
Isomah yang sudah siap untuk ke kampus pun lalu segera mengambil tote bag nya dan segera membuka pintu kamarnya untuk melangkah menuju ke kampusnya. Teman teman kost nya semua cuek pada dirinya. Kadang mereka ngomong nyindir nyindir akan tetapi Isomah tidak menanggapi.
Isomah melangkah keluar dari pintu pagar. Dalam hati dia pun berharap bertemu lagi dengan Bang Bule. Meskipun hanya melihat sekilas hatinya sudah senang. Akan tetapi kali ini Isomah tidak melihat mobil Bang Bule lewat.
“Kok mobil Bang Bule ga lewat ya.. apa dia sudah bosan mencariku apa sedang tugas luar kota ya..” gumam Isomah sambil terus berjalan.
“Ah.. besok aku godain aja hand phone aku aktif in biar Bang Bule datang hi.. hi.... “ gumam Isomah yang merindukan Bang Bule.
Isomah pun terus berjalan dan beberapa menit kemudian dia sudah sampai di kampus fakultas kedokteran. Isomah berjalan menuju ke tempat sekretariat organisasi kemahasiswaan.
Banyak mahasiswa baru yang akan mendaftar menjadi anggota pada kegiatan yang akan diikutinya. Isomah berjalan menuju ke sekretariat organisasi bela diri di kampus tersebut.
“Hmmm kok banyak mahasiswi yang juga ikut mendaftar ya..” gumam Isomah saat melihat di ruang sekretariat berjubel mahasiswi yang akan mendaftar menjadi anggota.
Dan sesaat kemudian....
“Ha.. ha.... ha... lihatlah dia pun ternyata juga ikut mendaftar, pasti sudah tahu kalau akan ada pelatih bule yang keren.” ucap salah satu mahasiswi sambil tertawa
“Ha... ha... ha... iya tahu juga dia dengan orang keren. Aku pikir dia sudah jadian sama si Gugun yang se frekuensi dengan dirinya itu.” saut yang lain. Sedangkan Isomah masih saja terus berdiri menunggu antreannya. Dia tidak mempedulikan omongan mereka semua.
Akan tetapi tiba tiba, mata Isomah melotot saat melihat poster yang tertempel di dinding sekretariat yang tadi tertutup oleh kerumunan orang orang.
“Bang Bule, kenapa bisa menjadi pelatih di sini.” Gumam Isomah dalam hati saat membaca poster dan melihat foto keren Bang Bule yang juga terpampang di situ.
“Aku mungkin kurang jalan jalan di kampus ini karena langsung pulang ke kost.” Gumam Isomah dalam hati lagi yang menyadari kalau dirinya ketinggalan informasi karena sibuk di dua kampus.
“Aku terus ikut di kegiatan ini apa ganti saja ya..” gumam Isomah yang terlihat mulai bingung.
__ADS_1
“Hmmm aku ganti saja, kalau aku nanti ikut di sini kalau grogi karena ketemu Bang Bule saat latihan malah aku dibentak bentak dan dapat hukuman.” gumam Isomah lagi. Lalu dia pun pelan pelan melangkah akan meninggalkan antrean itu.
Akan tetapi saat Isomah akan keluar dari pintu sekretariat ada dua orang senior yang menjaga pintu.
“Apa kamu sudah mendaftar?” tanya salah satu dari senior itu dengan nada ketus.
“Belum Kak, saya mau ganti kegiatan saja.” Jawab Isomah
“Apa alasan ganti?” tanya senior satunya. Tampak Isomah berpikir dan saat akan menjawab ..
“Sudah ga usah ganti ganti, sana masuk antrean lagi.” Bentak salah satu senior itu.
“Baru disuruh antri saja tidak sabar.” ucap salah satu senior sambil menutup pintu.
Isomah pun mau tak mau ikut lagi masuk ke dalam antrean, karena pintu keluar sudah ditutup.
“Hmmm jadi dech masuk antrean belakang sendiri.” gumam Isomah yang dia harus mulai lagi antre dari belakang.
“Hmmm hari ini mereka baru mendaftar dan mendapat breafing dari pengurus. Besok pagi aku baru jadwal nya melatih mereka.” gumam Bang Bule dalam hati.
“Apa aku sekarang pergi ke sana ya, minta daftar anggota. Sambil melihat lihat siapa tahu ada Ixora.” Gumam Bang Bule lagi.
“Ah, benar begitu saja... masalah pekerjaan di sini biar diatasi oleh Richardo dan Eveline.. Aku juga tidak bisa konsentrasi kalau aku belum menemukan Ixora.” Gumam Bang Bule yang sudah mendelegasikan pekerjaannya pada Richardo dan Eveline kedua orang tangan kanannya, ehhh maksudnya kedua orang kepercayaannya.
Bang Bule pun segera berganti pakaian. Setelah selesai dia segera melangkah keluar dari kamarnya untuk menuju ke tempat mobilnya terparkir.
“Baaaang..” teriak Nency sambil berlari lari saat melihat sosok Bang Bule keluar dari rumah.
“Bang aku nebeng ke kampus ya..” teriak Nency sekali lagi sambil terus berlari mendekati Bang Bule
“Tidak bisa, bukannya sudah ada yang bertugas mengantar kamu dan Reyvan.” Teriak Bang Bule pula sambil terus melangkah menuju ke mobilnya
__ADS_1
“Tapi kan bisa sekalian Bang Vincent keluar.” ucap Nency yang sekarang tidak berteriak sebab posisinya sudah dekat dengan Bang Vincent.
“Boleh ya Baaang...” ucap Nency dengan nada suara merayu.
“Tidak!” ucap bang Bule sambil membuka pintu mobilnya.
“Sudah sana kamu, aku tergesa gesa.” ucap Bang Bule segera masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan Nency yang masih berdiri.
“Ihhhh sombong amat sih.. awas lihat saja aku belum melakukan sesuatu..” ucap Nency sambil bersungut sungut menatap mobil Bang Bule yang terus menjauh.
“Hmmm lebih baik sekarang aku nurut saja... menjadi anak yang manis.. Hukuman pekerjaan aku kerjakan dengan baik meskipun capeknya minta ampun.. sial.” ucap Nency lagi lalu dia berjalan menuju ke gedung bangunan tempat dia tinggal.
Sedangkan Bang Bule terus melajukan mobilnya menuju ke kampus Mahardhika tepatnya di fakultas kedokteran dan lebih spesifik lagi di sekretariat organisasi bela diri di fakultas itu.
Setelah memarkir mobilnya Bang Bule segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke gedung tempat sekretariat organisasi kemahasiswaan berada.
Di sepanjang langkahnya pandangan mata Bang Bule mencari cari sosok Ixora kekasih hatinya.
“Dia harusnya juga datang mendaftar tapi entah ikut kegiatan apa dia.” gumam Bang Bule dalam hati sambil matanya masih mencari cari orang tercinta. Bang Bule tidak menemukan sosok yang dia cari. Bang Bule pun terus melangkah menuju ke sekretariat organisasi bela diri.
Sesaat kemudian...
Bang Bule melihat sosok Isomah yang keluar dari ruang sekretariat. Beberapa mahasiswi dan mahasiswa yang sudah selesai mendaftar pun tampak juga keluar dari ruangan itu.
Para mahasiswi tampak heboh karena mereka melihat Bang Bule berjalan menuju ke sekretariat. Mereka pun tidak jadi pulang dan menunggu Bang Bule.
Sedangkan Isomah yang juga melihat Bang Bule, dia malah terus melangkah dengan cepat untuk meninggalkan tempat itu.
“Perempuan itu kenapa juga ada di sini.” gumam Bang Bule dan pandangan matanya terus menatap Isomah. Sedangkan Isomah terus melangkah dengan cepat dan berjalan menghindari berpapasan dengan Bang Bule.
“Neng... Neng... tunggu.” teriak Bang Bule mengejar Isomah. Semua orang yang ada di situ heran melihat Bang Bule mengejar orang yang selama ini selalu mereka semua hindari.
__ADS_1
“Neng... Neng....” teriak Bang Bule lagi sambil terus mengejar Isomah.