
“Neng.. jangan takut aku bukan orang jahat.” ucap Bang Bule yang kini sudah berada di belakang Isomah
“Aku hanya ingin bertanya apa Neng tahu orang yang bernama Ixora?” tanya Bang Bule kemudian saat sudah berada di samping Isomah. Sedangkan Isomah masih saja terus melangkah dan tidak menjawab pertanyaan Bang Bule.
“Neng apa pernah dengar orang yang bernama Ixora?” tanya Bang Bule lagi sambil berjalan dan menoleh untuk melihat Isomah yang terus berjalan di sampingnya.
Isomah terus melangkah dan sedikit menunduk sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak berani bersuara kuatir jika ia bersuara Bang Bule akan mengenal dirinya.
“Neng kuliah di sini juga?” tanya Bang Bule lagi entah mengapa Bang Bule merasa ingin berlama lama di dekat Isomah. Isomah pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.
“Neng, tidak tahu juga kalau di sini ada Ixora?” tanya Bang Bule lagi. Isomah pun hanya menggelengkan kepalanya.
Saat Bang Bule akan mengambil telepon seluler dari saku celana cargonya dia akan menunjukkan foto Ixora di telepon seluler nya. Akan tetapi, beberapa mahasiswi cantik cantik yang sudah berlarian menyusul mereka kini sudah mendekati Bang Bule. Bang Bule dan Isomah pun menghentikan langkahnya.
“Kak, ditunggu pengurus sekretariat. Kita ngobrol ngobrol di ruang sekretariat Kak.” Ucap salah satu dari mereka
“Dan kamu sana pulang!” hardik salah satu dari mereka pada Isomah.
“Mengotori kampus saja!” bentak yang lain pada Isomah.
Bang Bule tampak kaget, heran dan tercengang. Melihat perlakuan mahasiswi mahasiswi cantik itu pada Isomah.
“Ooo mungkin itu yang menyebabkan dia takut dengan orang.” gumam Bang Bule sambil menatap punggung Isomah yang terus berjalan menjauh.
“Ayo Kak, jangan dipikir orang itu. Itu orang tidak berguna.” Ucap salah satu mahasiswi cantik itu pada Bang Bule tidak lupa sambil menarik tangan kekar Bang Bule.
Bang Bule lalu melangkah bersama mahasiswi mahasiswi cantik itu menuju ke ruang sekretariat. Bang Bule ngobrol ngobrol bersama pengurus dan calon anggota yang masih tersisa di ruangan tersebut. Sebab sebagian sudah pulang selesai acara breafing dari pengurus tadi.
__ADS_1
“Coba lihat daftar calon anggota.” ucap Bang Bule pada pengurus yang mendaftar calon anggota tadi.
“Aku kirim ke alamat email Bang Vincent ya..” ucap pengurus itu yang sudah lebih dulu kenal dengan Bang Bule dari pada yang lainnya.
“Ya sudah aku pulang dulu. Besok pagi kita mulai latihan.” Ucap Bang Bule selanjutnya saat sudah melihat di alamat emailnya sudah ada kiriman masuk berisi daftar calon anggota.
“Eh apa di sini ada mahasiswa baru bernama Ixora William?” tanya Bang Bule kemudian karena sudah tidak sabar untuk mengetahu keberadaan Ixora.
“Tidak ada Kaaakkk. “ ucap beberapa dari mereka secara bersamaan.
“Kalau ada pasti kami akan tahu, siapa sih yang tidak kenal dengan Ixora William. Bahkan dia kan yang lebih dikenal publik lebih dulu dari pada Kakaknya yang dulu hidup di luar negeri.” Ucap salah satu mahasiswa sambil tersenyum menatap Bang Bule
“Iya Bang, kalau ada Ixora William sudah pasti kaum hawa akan berlomba lomba untuk menjadi sahabatnya...” ucap mahasiswa yang lain
“Menjadi sahabat dulu, baru tujuan utamanya kemudian ha... ha...” saut yang lain.
“Jelas cantiknya lebih cantik Ixora, baiknya lebih baik Ixora, dan lebih muda.. fresh..” tambahnya lagi sambil tersenyum. Mereka para cowok akhirnya malah membahas kecantikan Ixora.
Bang Bule kuping nya terasa panas karena mendengar para mahasiswa pemuja Ixora sang kekasih hatinya sedang memuji muji Ixora. Bang Bule lalu bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan kaum mahasiswa yang masih membicarakan kecantikan dan kebaikan hati Ixora. Sedangkan kaum mahasiswi beberapa mengikuti Bang Bule dan sebagian pergi untuk melanjutkan urusannya sendiri.
Bang Bule terus melangkah menuju ke mobilnya. Beberapa mahasiswi yang terus mengikuti tidak dihiraukannya. Sementara mahasiswi mahasiswi itu masih saja terus mencari perhatian pada Bang Bule. Akan tetapi Bang Bule langsung membuka pintu mobilnya.
“Hmm di mana Ixora berada, kata Alexa dan Vadeo, dia kuliah di sini.” gumam Bang Bule sambil masuk ke dalam mobilnya.
“Apa Ixora menyembunyikan identitasnya.” Gumam Bang Bule sambil menyalakan mesin mobilnya dan terus melajukan mobilnya untuk meninggalkan lokasi itu.
“Hmmm apa mungkin Isomah itu Ixora...” gumam Bang Bule terlihat mengeryitkan dahinya karena berpikir keras.
__ADS_1
“Tapi kenapa bisa jadi jelek banget seperti itu ya..” gumamnya sambil terus fokus pada laju mobilnya.
“Coba besok aku ajak dia berbicara.” Gumamnya lagi.
Sementara itu, Isomah setelah sampai di dalam kamar kost nya dia langsung mengambil air mineral dan meminum hingga tiga gelas. Karena selain kehausan akibat berjalan lebih cepat, juga karena jantungnya berdebar debar karena tidak menyangka akan bertemu Bang Bule.
“Hmmm benar benar tidak menyangka Bang Bule akan menjadi pelatih di kampus.” Ucap Isomah sambil mendudukkan dirinya di kursi belajar di dalam kamarnya.
“Gimana ya, pasti Bang Bule akan mengenal suara ku.” gumam Isomah sambil mengetuk ngetuk ujung jarinya pada meja belajarnya.
“Kalau Mama tahu aku bisa ketemu Bang Bule pasti Mama akan menyuruh Tuan Alfredo mengeluarkan Bang Bule dan tidak boleh menjadi pelatih di kampus.” gumam Isomah masih mengetuk ngetuk ujung jarinya di meja.
Saat dia masih mengetuk ngetuk meja dengan ujung jarinya. Tiba tiba pintu kamarnya juga terdengar suara ketukan.
TOK... TOK... TOK... TOK..
Suara ketukan itu terdengar pelan pelan. Isomah pun lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu. Isomah memutar handel pintu pelan pelan, lalu dia menarik daun pintu juga dengan pelan pelan.
“Is.. tadi bapakmu ke sini untuk menjemputmu.” ucap Bunda Naura saat pintu sudah terbuka. Dia memberitahu jika tadi Pak Wagiman datang untuk menjemput Ixora pulang ke mansion karena week end. Nyonya William yang menyuruh Pak Wagiman.
“O... maaf Bun saya lupa tidak memberi tahu kalau ada kegiatan di hari Sabtu dan Minggu ini.” Ucap Isomah sambil menatap Bunda Naura
“Ya sudah kamu hubungi orang tuamu agar mereka tidak menunggu nunggu kamu.” ucap Bunda Naura sambil tersenyum menatap Isomah. Bunda Naura lalu pergi meninggalkan kamar Isomah. Bunda Naura pun jaga jarak pada Isomah agar anak anak penghuni kost lainnya tidak curiga.
Isomah lalu menutup pintu kamarnya.
“Sepertinya Bunda Naura sudah tahu siapa aku. Benar pasti dia disuruh Mama mengawasi aku dari Bang Bule. Bang Bule tidak boleh sering sering ke sini bisa gawat.” gumam Isomah lalu berjalan untuk mengambil hand phone nya. Dia akan menghubungi Sang Mama yang pasti sudah menunggu dirinya di mansion.
__ADS_1