Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 140. Menjenguk Carol


__ADS_3

“Ya sudah aku harus mengurus sapi sapi ku. Pesan ku tetap hati hati, pakai masker jika keluar mansion.” Ucap Bang Bule pada kekasih hatinya dia tidak ingin kejadian buruk terjadi pada Ixora lagi.


“Terima kasih Bang..” ucap Ixora sambil tersenyum.


“Ingat tidak usah pegang pegang tubuh Carol.” Ucap Bang Bule lagi dengan nada dan ekspresi wajah teramat sangat serius.


“He.. he... iya.. iya Bang..” ucap Ixora sambil tertawa kecil.


Ixora pun segera menaruh lagi hand phone nya ke dalam tas nya.


“Pak, tolong ikuti mobil Ibu Dosen Retno ya.. saya mau ikut ke mobil nya.” Ucap Ixora pada Pak Sopir dan sang pengawal. Dia tidak jadi menyuruh mereka kembali ke mansion setelah mendapat pesan dari Bang Bule. Dia pun tidak enak hati menolak tawaran kebaikan hati Ibu Dosen Retno.


Ixora lalu berjalan menuju ke mobil Ibu Dosen Retno.


“Bu, maaf ya sudah menunggu lama.” Ucap Ixora saat sudah . membuka pintu mobil Ibu Dosen Retno, sebab Ibu Dosen Retno sudah duduk manis di jok kemudi mobil nya.


“Tidak apa apa Ix.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil menoleh menatap Ixora yang sudah duduk di jok sampingnya. Ibu Dosen Retno tadi langsung masuk ke dalam mobil saat Ixora sedang berkomunikasi dengan Bang Bule. Ibu Dosen Retno sudah tahu jika Ixora menjalin hubungan kasih jarak jauh dengan Bang Bule karena tidak dapat restu.


Mobil pelan pelan berjalan meninggalkan lokasi tempat parkir gedung pusat kampus Mahardhika. Setelah keluar dari tempat parkir mobil melaju dengan lebih cepat.


Sesaat kemudian mobil sudah keluar dari gerbang kampus Mahardhika dan sudah memasuki jalan raya. Ibu Dosen Retno menambah laju kecepatan mobil nya. Tampak dari kaca spion, mobil Ixora yang ditumpangi oleh Pak Sopir dan pengawal terus mengikuti nya dari dekat.


Beberapa menit kemudian, mobil sudah memasuki halaman sebuah rumah sakit elite. Mobil berjalan pelan pelan menuju ke tempat parkir.


Ibu Dosen Retno dan Ixora segera turun dari mobil nya. Saat turun dari mobil sang pengawal Ixora sudah berada di luar pintu mobil Ibu Dosen Retno yang tepat nya berdiri di dekat pintu di mana Ixora keluar. Sang pengawal tadi ikut mendengar pembicara Ixora dan Bang Bule yang berkomunikasi lewat telepon. Maka dia sangat menjaga sang Nona nya.

__ADS_1


Mereka bertiga segera melangkah menuju ke dalam rumah sakit. Ixora yang sudah tahu di mana Carol dirawat dari cerita Dealova maupun Sang Mama segera melangkah menuju ke lift yang akan membawa mereka ke ruang rawat Carol.


Petugas keamanan yang sudah mengenal wajah Ixora William segera mempersilahkan mereka bertiga masuk ke dalam lift. Petugas keamanan pun sudah menekankan tombol nomor lantai di mana kamar Carol berada.


Ketiga orang itu pun segera masuk ke dalam lift. Ekspresi wajah Ixora hanya datar datar saja.


“Aku menjenguk hanya demi kemanusiaan.” Gumam Ixora dalam hati.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara alarm lift yang menunjukkan lift sudah sampai di lantai yang mereka tuju. Dan sesaat lift berhenti dan kemudian pintu lift terbuka. Sang pengawal segera keluar dari pintu lift dan selanjutnya Ixora kemudian diikuti oleh langkah kaki Ibu Dosen Retno.


Mereka bertiga terus melangkah menuju ke kamar tempat Carol di rawat. Sang pengawal berjalan di belakang Ixora dan Ibu Dosen Retno. Sesaat mereka bertiga sudah berada di depan pintu kamar rawat Carol, yang dijaga oleh satu orang petugas.


“Nona Ixora.” Ucap petugas itu yang juga sudah mengenal wajah Ixora William. Petugas itu lalu membuka pintu kamar rawat Carol.


“Silahkan Nona.” Ucap petugas penjaga pintu sambil membuka daun pintu lebih lebar lagi. Dan Ixora pun melangkah menuju ke pintu yang sudah terbuka lebar itu.


“Ixora.... benarkah itu kamu...” teriak Nyonya Alfredo langsung bangkit berdiri dan melangkah dengan cepat untuk menyambut Ixora.


“Ixora terima kasih sudah mau datang..” ucap Nyonya Alfredo dengan mata berurai air mata karena bahagia dan haru.


Nyonya Alfredo dan Ixora pun saling berpelukan.


“Maaf Nyonya, saya sibuk dan baru bisa menjenguk Kak Carol sekarang. Ini juga saya dengan Ibu Dosen Retno, dosen pembimbing penelitian saya.” Ucap Ixora berbasa basi saat sudah melepas pelukannya sambil mengenalkan Ibu Dosen Retno pada Nyonya Alfredo.


Ibu Dosen Retno dan Nyonya Alfredo pun saling berjabat tangan.

__ADS_1


“Mari silahkan masuk dan lihatlah kondisi Carol.” Ucap Nyonya Alfredo dan sesaat dia menoleh menuju ke arah tempat Carol terbaring.


Nyonya Alfredo menggandeng lengan Ixora dengan penuh rasa sayang dan diajak melangkah menuju ke tempat pembaringan Carol. Ibu Dosen Retno dan sang pengawal pun mengikuti langkah mereka.


“Ixora maafkan kesalahan Carol ya..” ucap Nyonya Alfredo dengan lembut.


Sesaat mereka sudah sampai di dekat pembaringan Carol. Tampak tubuh Carol yang semakin kurus dan wajahnya pucat dengan alat alat medis terpasang pada tubuh nya.


“Ixora... maafkan aku.. ampuni aku..” gumam lirih dari mulut Carol dan matanya masih terpejam. Gumaman Carol kini hanya bisa terdengar lirih tidak seperti awal awal dulu yang terdengar keras gumamannya.


Melihat hal itu Ibu Dosen Retno pun tidak sampai hati untuk mengatakan masalah pembatalan perjodohan. Takut jika akan semakin memperburuk kondisi Carol dan Nyonya Alfredo.


“Ixora, maafkan dia..” ucap lirih Ibu Dosen Retno yang sudah berdiri di dekat Ixora.


Hati Ixora pun tersentuh melihat kondisi Carol yang semakin memburuk. Ixora pun melangkah lebih mendekat ke arah Carol. Dia pegang telapak tangan Carol.


“Ixora maafkan aku..” gumam lirih Carol dan kini ada air mengalir dari kedua ujung mata Carol yang masih terpejam.


“Aku maafkan Kak Carol.” Ucap Ixora sambil menepuk nepuk pelan tangan Carol.


“Terima kasih Ixora...” ucap Nyonya Alfredo dengan berurai air mata karena haru dan bahagia sambil memeluk tubuh Ixora. Akhir nya dia dan anak laki laki nya bisa mendengarkan kata maaf dari mulut Ixora yang sudah di nanti nantikan beberapa lama.


“Sama sama Nyonya Alfredo, maaf saya tidak punya waktu lama. Saya harus menyiapkan keberangkatan saya ke luar negeri untuk mengikuti lomba.” Ucap Ixora sambil menoleh ke arah Nyonya Alfredo.


Akan tetapi tiba tiba...

__ADS_1


__ADS_2