
Laki laki yang memakai kaca mata hitam itu terus melajukan motor nya.
“Sial ada polisi yang mengejar aku. Kenapa tidak menangkap dua orang temanku malah aku yang dikejar.” Gumam laki laki berkaca mata hitam itu dan dia menambah laju kecepatan motor nya.
“Sial lagi, malah lampu sudah berubah menjadi merah.” Umpat nya yang mau tak mau dia harus menghentikan motor nya. Sebab sudah tidak ada waktu dan kesempatan untuk menerobos lampu merah.
Sesaat kemudian sepeda motor polisi yang mengikuti dirinya pun berhenti di belakang nya. Satu orang polisi yang duduk di boncengan motor dengan segera turun dari motor dan segera melangkah menuju ke motor laki laki yang berkaca mata hitam yang mereka kejar.
Sedangkan laki laki yang berkaca mata hitam itu berdebar debar jantung nya saat melihat dari kaca spion nya motor polisi yang mengejar diri nya berhenti di belakang nya. Keringat nya pun mulai mengalir dari seluruh permukaan kulitnya dan membuatnya semakin merasakan gatal menghebat di seluruh tubuh nya.
“Kamu kami tangkap” ucap polisi yang berjalan mendekat sambil mematikan motor laki laki berkaca mata hitam itu dan mengambil kunci kontaknya. Polisi itu pun lalu memborgol kedua tangan laki laki berkaca mata hitam itu. Kedua tangannya diborgol di belakang tubuh nya. Tidak lupa dia menstandarkan motor laki laki berkaca mata hitam itu. Dan selanjutnya dia membawa laki laki itu menuju ke motor teman polisi yang mengejar tadi.
“Duduk di belakang dan jangan macam macam. Kalau macam macam aku tembak kamu. Aku akan mengikuti dari belakang. “ ucap nya sambil menyuruh laki laki yang berkaca mata hitam itu duduk di boncengan motor teman polisi yang mengejar orang itu tadi.
Setelah laki laki berkaca mata hitam itu duduk di boncengan. Polisi itu lalu berjalan menuju ke motor laki laki berkaca hitam itu dan menaiki nya.
Sesaat kemudian lampu mulai menyala hijau. Dua motor yang dikendarai oleh Pak Polisi itu pun segera melaju dan selanjutnya menuju ke arah jalan yang mengarah ke ruko yang letaknya di belakang kantor polisi tadi.
Sementara itu, Ixora masih berada di kampus. Dia mulai sibuk mengurus segala persyaratan untuk berangkat ke luar negeri dalam mengikuti lomba tingkat Internasional.
Kini dia berada di gedung pusat bersama Ibu Dosen Retno yang akan mengantar diri nya ke luar negeri. Dan tentu saja nanti keberangkatannya ke luar negeri juga akan ditemani oleh Sang Mama, Nyonya William.
Saat Ixora sudah keluar dari ruang tempat dia dan Ibu Dosen Retno mengurus perlengkapan persyaratan administrasi untuk keberangkatan nya ke luar negeri.
Tiba tiba ada satu suara perempuan memanggil manggil nama Ixora.
“Nona Ixora, Nona Ixora ...” teriak suara perempuan itu
Ixora dan Ibu Dosen Retno pun menoleh ke arah suara itu. Ternyata dia adalah pegawai Carol yang baru saja keluar dari ruang legal official kampus.
__ADS_1
“Nona tunggu..” teriak nya lagi sambil berjalan lebih cepat menuju ke tempat Ixora berada. Ixora dan Ibu Dosen Retno pun menghentikan langkahnya.
“Nona, saya mau minta maaf..” ucap perempuan itu saat sudah berada di dekat Ixora.
“Sudah saya maafkan.. apa ada perlu lagi.” Ucap Ixora sambil menatap perempuan pegawai Carol itu.
“Nona tolong datang ke rumah sakit dan lihat Tuan Carol. Dia selalu memanggil manggil Nona Ixora dan air mata selalu meleleh dari mata nya.” Ucap perempuan itu yang rutin mengunjungi Carol. Dia mengunjungi Carol dengan segala macam alasan masalah pekerjaan, namun yang sesungguhnya dia pun menaruh hati pada putera pemilik kampus itu.
“Maaf aku masih sibuk dan belum ada waktu.” Ucap Ixora yang memang belum ada niat untuk menjenguk Carol meskipun orang tua nya dan juga orang tua Carol selalu membujuk Ixora.
“Aku akan menjenguknya jika perjodohan itu dibatalkan.” Gumam Ixora.
“Nona akan saya sampaikan pada Nyonya Alfredo. “ ucap perempuan itu yang mendengar gumaman Ixora. Perempuan yang menaruh hati pada Carol itu pun bersemangat akan menyampaikan gumaman Ixora itu pada Nyonya Alfredo.
“Silahkan.” Ucap Ixora singkat lalu dia segera melangkah meninggalkan perempuan itu. Ibu Dosen Retno pun juga ikut melangkah mengikuti Ixora.
“Ix, tidak ada salah nya kamu menjenguk nya dan memaafkan nya.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil memeluk pundak Ixora dari samping dan mereka terus melangkah menuju ke tempat mobil mereka terparkir.
“Ibu maklum dengan rasa sakit hati mu tapi coba lah untuk datang dan memaafkan nya. Ibu antar sekarang ya..” ucap Ibu Dosen Retno sambil mengusap usap pundak Ixora.
“Saya menolak perjodohan itu Bu, saya mau datang jika perjodohan itu dibatalkan.” Ucap Ixora
“Baiklah nanti Ibu sampaikan pada orang tua Tuan Carol. Kita berusaha sebelum berangkat ke acara lomba segala masalah sudah kita selesaikan.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil menatap wajah Ixora. Ixora pun tampak menyetujui ucapan Ibu Dosen Retno.
“Umur orang tidak ada yang tahu, ada benar nya aku jenguk Kak Carol. “ gumam Ixora dalam hati.
“Ayo ikut di mobil Ibu..” ucap Ibu Dosen Retno menawarkan tumpangan buat Ixora dan mengantar Ixora ke rumah sakit untuk menjenguk Carol. Ixora mengangguk dan saat dia akan melangkah menuju ke tempat mobil yang masih setia menunggu nya karena Ixora akan mengatakan pada Pak Sopir kalau dia akan ikut mobil Ibu Dosen Retno. Tiba tiba hand phone di dalam tas nya berdering.
Ixora segera mengambil hand phone nya dan saat dilihat layar nya tertera kontak nama Pak Polisi melakukan panggilan suara.
__ADS_1
Ixora segera menggeser tombol hijau.
“Selamat Siang Pak.” Sapa Ixora saat setelah menggeser tombol hijau
“Selamat siang Nona, saya hanya mau melaporkan kalau ketiga pelaku sudah tertangkap.” Suara Pak Polisi di balik hand phone Ixora.
“Syukur alhamdulillah Pak.” Ucap Ixora dengan bibir tersenyum penuh syukur.
“Nona datang ke kantor polisi kalau ada waktu saja. Yang dua orang masih tertidur nyenyak.” Ucap Pak Polisi
“Baik Pak. Terima kasih, saya masih ada kesibukan di kampus.” Ucap Ixora dan selanjutnya sambungan teleponnya dengan Pak Polisi pun selesai.
Saat Ixora akan menaruh lagi hand phone nya ke dalam tas nya. Tiba tiba hand phone nya berdering kembali. Ibu Dosen Retno masih setia menunggu Ixora. Ibu Dosen Retno terlihat masih berdiri di samping mobil nya.
Ixora yang sudah berdiri di dekat mobil nya, segera melihat layar hand phone nya.
“Bang Bule.” Gumam Ixora dalam hati saat melihat Bang Bule melakukan panggilan video. Ixora pun segera menggeser tombol hijau.
“Beb, kamu di mana dan mau ke mana?” tanya Bang Bule yang melihat Ixora sedang berdiri di dekat mobil nya.
“Di gedung pusat mau ke rumah sakit menjenguk Kak Carol dengan Ibu Dosen Retno....” jawab Ixora agak takut takut tapi dia berusaha berkata jujur apa adanya.
“Beb kenapa kamu mau menjenguk dia, kenapa kamu tidak menjenguk aku, aku pun sakit rindu setengah mati.” Ucap Bang Bule dengan nada dan ekspresi wajah sedih
“Bang, nasehat dari Ibu Dosen Retno sebelum aku berangkat ke acara lomba selesai kan masalah masalah dulu Bang. Ibu Dosen Retno juga akan membantu agar perjodohan ku dengan Kak Carol dibatalkan.” Ucap Ixora sambil serius menatap wajah Bang Bule jika dekat dia pasti memeluk nya sebab tidak tega melihat wajah sedih Bang Bule
“Benarkah?” tanya Bang Bule minta keyakinan dan mata nya berbinar binar penuh harap. Ixora pun tersenyum manis dan mengangguk mantap.
“O iya Beb, aku akan menyampaikan suatu hal kamu harus tetap berhati hati. Nomor yang kamu kirim ke aku itu ada hubungannya dengan orang orang yang akan berbuat jahat ke kamu.” Ucap Bang Bule selanjutnya yang menyampaikan maksud penting nya dalam menghubungi sekarang ini.
__ADS_1
“Ooo iya Bang, itu sepertinya juga temannya yang menguntit aku dulu. Tapi ketiga orang itu sudah ditangkap oleh Pak Polisi kok.” Ucap Ixora
“Tapi tetap masih ada otak dibalik mereka bertiga itu. Aku khawatir mereka akan menculik kamu.” Ucap Bang Bule selanjutnya yang dari informasi pelacakan data data terindikasi ada rencana penculikan pada Ixora.