
Nyonya William segera mengambil hand phone nya yang berada di atas meja di depannya . Dia lalu mengusap usap layar hand phone mencari nama kontak Ixora puteri kedua nya.
Sementara itu di kamar kost nya Ixora sudah selesai mengirim proposal yang sudah di revisi nya. Dan dia sudah membersihkan wajah nya dan sudah berganti dengan baju tidur nya. Tiba tiba hand phone nya berdering lagi.
“Bang Vincent apa ya, aku sampai tidak sempat menjawab pesan chat nya tadi.” Gumam Ixora lalu dia berjalan menuju ke meja belajarnya untuk mengambil hand phone nya yang berdering.
“Mama ada apa lagi.” Gumam Ixora saat sudah mengambil hand phone nya dan melihat di layar hand phone nya tertera nama Sang Mama di layar nya sedang melakukan panggilan video
“Ix kamu akal akalan ya? agar tidak pulang kan? Pakai alasan dosen mencoret coret tugas. Memang dosen mu itu anak kecil yang suka coret coret kalau ada kertas.” Suara Nyonya William saat Ixora sudah menggeser tombol hijau.
“Mama, aku benar benar banyak tugas dan pekerjaan. Mama pasti salah paham dengan penjelasan Pak Wagiman.” Ucap Ixora dengan pelan dan sabar.
“Proposal memang ada yang kurang tepat jadi harus dibetulkan. Dan harus segera dikirim kembali ke Ibu dosen.“ ucap Ixora selanjutnya
“Sekarang juga kirim bukti bukti. Dan kirim nomor hand phone Ibu Dosen itu.” Ucap Nyonya William lalu dia memutus sambungan teleponnya.
Ixora pun lalu mengambil proposal yang harus di revisi dan dia buka pada bagian bab yang harus di revisi kemudian dia arahkan kamera hand phone nya. Dan
CEKREK.. CEKREK .. CEKREK
“Hmmm Pak Wagiman sudah dijelaskan masih saja salah paham dengan coretan koreksi Ibu Dosen.” Gumam Ixora setelah selesai memotret proposal nya. Dia lalu juga men screen shot chat dari ibu Dosen. Dan setelah nya semua foto foto itu dikirim ke nomor kontak Sang Mama. Tidak lupa membagi kontak nama Ibu Dosen pada Sang Mama.
Sementara itu di ruang keluarga semua masih menunggu bukti yang dikirim oleh Ixora. Dealova juga masih ikut duduk menunggu, dia pun menanti kepastian besok jadi ke villa tidak.
__ADS_1
Se saat kemudian terdengar ada suara notifikasi masuk di hand phone Nyonya William. Semua menoleh dan menatap ke arah hand phone Nyonya William.
Nyonya William segera membuka apa yang sudah dikirimkan oleh Ixora di aplikasi chatting di hand phone Nyonya William.
“Aku hubungi Ibu Dosen sekarang, aku rasa belum terlalu malam. Pasti juga Ibu Dosen masih sibuk jam segini, pasti belum tidur.” Ucap Nyonya William selanjutnya dan terlihat dia mulai mengusap usap layar hand phone nya akan menghubungi Ibu Dosen untuk cross check dengan apa yang sudah Ixora kirimkan.
Akan tetapi tiba tiba tangan Tuan William terulur dan merebut hand phone Nyonya William. Nyonya William tampak kaget dan melotot ke arah suaminya.
“Mama ingat, Ixora sebagai Isomah.” Ucap Tuan William selanjutnya yang sudah menggenggam hand phone isteri nya.
“Pak, mana hand phone mu!” ucap Nyonya William selanjutnya sambil menatap Pak Wagiman yang masih duduk manis di sofa.
“Waduh di kamar saya Nyonya.” Ucap Pak Wagiman sambil menatap Nyonya William
“Ambil, cepat sana!” perintah Nyonya William.
Dan beberapa menit kemudian Pak Wagiman sudah kembali dengan membawa hand phone milik nya. Pak Wagiman segera menyerahkan hand phone milik nya kepada Nyonya William. Dia sangat berharap tidak mendapatkan marah dan tidak dipecat.
Nyonya William pun lalu mengirim nomor kontak Ibu Dosen ke nomor Pak Wagiman. Dan selanjutnya dia melakukan panggilan suara pada nomor Ibu Dosen lewat hand phone Pak Wagiman.
Nyonya William dengan hati hati mengenalkan diri pada Ibu Dosen sebagai Ibu dari Isomah dan selanjutnya menanyakan akan tugas tugas Isomah. Ibu Dosen pun dengan senang hati dan dengan sabar menjelaskan dengan detail lomba yang akan diikuti oleh Isomah.
“Pa, benar Pa, Ixora terpilih untuk mengikuti lomba penelitian karena nilai dia bagus bagus dan sikap Ixora baik. Kata Ibu Dosen ada kesempatan lomba tingkat Internasional. Aku nanti akan mengantar.” Ucap Nyonya William sambil tersenyum bangga dan menatap suami nya. Setelah selesai berkomunikasi dengan Ibu Dosen. Mata Nyonya William pun berbinar binar membayangkan ikut mengantar Ixora.
__ADS_1
“Biar Ibu Dosen saja yang mengantar. Kan Ixora sebagai Isomah, kalau Mama yang mengantar harus jadi Bu Wagiman.” Ucap Tuan William dengan datar.
“Ah tidak apa apa aku menyamar sebagai Bu Wagiman. “ ucap Nyonya William sambil tersenyum dan memberikan hand phone Pak Wagiman. Dan Pak Wagiman pun mohon diri dan dia bahagia karena tidak kena marah dan tidak kena pecat.
Nyonya William pun lalu menghubungi Nyonya Alfredo dan membatalkan acara ke villa sebab Ixora sedang mendapatkan tugas yang sangat penting. Dan sebagai ganti dari pembatalan itu Nyonya William dan Nyonya Alfredo mengantar Dealova dan Caroline jalan jalan dan ngemall untuk melihat lihat coker dan cogan.
Waktu pun terus berlalu. Proposal penelitian Isomah lolos sebagai peserta lomba. Dan Isomah pun mulai sibuk dengan penelitian lomba dan kuliah nya. Hingga rencana week end demi week end selalu batal dilaksanakan.
Ixora pulang ke mansion secara mendadak saat dia kangen dengan keluarganya. Itu pun dia akan segera kembali lagi ke kost nya, sehingga tidak ada kesempatan Nyonya William untuk mempertemukan Ixora dengan Carol.
Tuan Alfredo yang begitu ingin memiliki menantu puteri Tuan William tentu saja mulai gelisah.
“Ini pasti karena Carol yang tidak sungguh sungguh untuk berusaha mengambil hati Ixora.” Ucap Tuan Alfredo pada isterinya saat mendapat lagi kabar acara week end bersama keluarga William dibatalkan.
“Mungkin karena Ixora benar benar sibuk Pa. Nyonya William sudah pernah menunjukkan bukti tugas tugas Ixora dari dosennya.” Ucap Nyonya Alfredo.
“Hah tetap saja, usaha Carol yang payah, kalau Ixora sudah jatuh hati meskipun sibuk pasti akan menyempatkan untuk bertemu dengan Carol.” Sanggah Tuan Alfredo dengan nada kesal.
“Panggil Carol sekarang!” perintah Tuan Alfredo pada Isterinya.
Nyonya Alfredo pun segera melangkah meninggalkan kamarnya untuk mencari Carol anak laki laki nya. Nyonya Alfredo mengetuk ngetuk kamar Carol akan tetapi sampai tangan nya sakit daun pintu kamar Carol masih saja tetap tertutup dengan rapat.
“Nyonya Tuan Muda Carol tidak ada di dalam kamar nya.” Ucap salah seorang pelayan yang kebetulan lewat.
__ADS_1
“Di mana dia, Papa nya mencari diri nya.” Tanya Nyonya Alfredo sambil membalikkan badannya dan menatap wajah sang pelayan.
“Tadi saya lihat dia keluar dari pintu utama Mansion. “ jawab sang pelayan dengan nada serius.