Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 85. Tidak Percaya


__ADS_3

Ixora yang masih sibuk terlihat kaget saat hand phone nya berdering dengan nyaring. Sebab suasana kost sudah sunyi sepi.


Ixora segera meraih hand phone yang tidak jauh dari jangkauan tangannya.


“Mama.” Gumam Ixora saat melihat di layar hand phone nya tertera nama Sang Mama sedang melakukan panggilan video. Ixora segera menggeser tombol hijau.


Sementara itu Sang Mama tampak kaget saat melihat Ixora masih dengan tampilan wajah Isomah dan masih berada di kamar kost nya.


“Kenapa kamu masih berada di kost. Mana Pak Wagiman?” teriak Sang Mama setelah melihat wajah Isomah.


“Sudah pulang. Aku tidak bisa pulang banyak tugas. Tadi sudah aku jelaskan pada Pak Wagiman.” Ucap Ixora dengan suara pelan dia kuatir jika bersuara agak keras ada orang yang mendengar suara nya .


“Ini juga belum selesai.” Ucap Ixora selanjutnya.


“Hah, ke mana Pak Wagiman.” Ucap Nyonya William lalu dia memutus sambungan panggilan video nya.


Nyonya William lalu mengajak Tuan William dan Dealova yang sampai tertidur di sofa untuk menuju ke ruang makan dan untuk melakukan makan malam yang sudah tertunda.


“Tolong kamu tanya pada penjaga pintu gerbang apa Pak Wagiman sudah datang. Kalau belum datang suruh cari Pak Wagiman kalau perlu lapor polisi.” Perintah Nyonya William pada seorang pelayan yang baru saja masuk ke ruang makan karena tadi mengetahui majikan nya masuk ke dalam ruang makan maka dia datang siap siap untuk melayani jika dibutuhkan.


“Ma apa Pak Wagiman diculik?” tanya Dealova sambil membuka piring di depan nya yang tadi menelungkup di meja makan


“Kita tunggu saja informasinya.” Ucap Nyonya William sambil melayani suaminya untuk mengambilkan menu makan.


Beberapa menit kemudian sang pelayan sudah kembali datang


“Tuan, Nyonya.. kata petugas penjaga pintu gerbang Pak Wagiman sudah pulang.” Ucap sang pelayan yang sudah menghubungi petugas penjaga pintu gerbang lewat telepon.


“Hah, kenapa dia tidak datang ke sini.” Ucap Nyonya William


“Cepat panggil dia ke sini!” perintah Nyonya William selanjutnya pada Sang pelayan.

__ADS_1


Sang pelayan pun lalu segera membalikkan badannya dia melangkah meninggalkan ruang makan untuk menuju ke tempat di mana Pak Wagiman tinggal. Sang pelayan itu keluar dari Mansion utama melewati pintu samping. Dia terus berjalan melewati beberapa taman taman yang hiasi oleh lampu lampu taman. Gemericik air kolam buatan yang ada di salah satu taman terdengar dengan jelas karena suasana malam yang sudah sunyi.


Tidak lama kemudian sang pelayan sudah berada di depan bangunan yang lampu nya menyala dengan terang. Bangunan itu tempat Pak Wagiman tinggal bersama pegawai Mansion lainnya.


Sang pelayan menekan bel yang ada di samping pintu.


TEEETTTTTTTTTTTTT


Dan tidak lama kemudian pintu terbuka muncul salah satu pegawai laki laki di balik pintu yang terlihat matanya sudah terlihat mengantuk, akan tetapi orang itu bukan sosok Pak Wagiman.


“Ada perlu apa Bu?” tanya pegawai yang membukakan pintu itu. Tampak wajahnya kuatir sebab ada pegawai yang tinggal di Mansion utama malam malam datang pasti ada suatu masalah.


“Di mana Pak Wagiman? Dipanggil Nyonya William sekarang juga!” ucap sang pelayan mansion utama.


“Sudah tidur tadi pulang pulang katanya kepala nya pusing, habis makan terus minum obat dan tidur.” Jawab pegawai laki laki yang membukakan pintu.


“Hah, kenapa tidak menemui Nyonya William dulu.” Ucap sang pelayan mansion utama.


Pegawai laki laki yang membukakan pintu itu lalu melangkah masuk menuju ke kamar Pak Wagiman. Di bangunan untuk tempat tinggal pegawai itu besar dan luas. Pegawai itu melewati kamar kamar yang luas. Jika keluarga pegawai berkunjung bisa menginap di situ dengan nyaman.


Tidak lama kemudian, pegawai laki laki itu sudah berada di depan kamar Pak Wagiman. Dia memutar handel pintu pelan pelan lalu mendorong daun pintu kamar Pak Wagiman yang tidak terkunci.


Terlihat sosok pak Wagiman sudah berbaring dan tidur nyenyak di tempat tidur yang luas. Pegawai laki laki itu lalu membangunkan Pak Wagiman.


“Pak, dipanggil Nyonya William.” Ucap pegawai laki laki itu sambil menggoyang goyangkan kaki Pak Wagiman


“Hah?” suara pak Wagiman yang langsung kaget dan membuka kan matanya saat mendengar kata Nyonya William, meskipun matanya terasa sangat berat karena pengaruh obat pusing


“Ayo, itu ditunggu.” Ajak pegawai laki laki itu.


“Aku pasti dimarah karena tidak....” ucap Pak Wagiman yang belum bangkit juga

__ADS_1


“Sudah cepat jelaskan saja, dari pada kamu dipecat.” Ucap pegawai laki laki itu lalu berjalan keluar dari kamar Pak Wagiman.


Pak Wagiman pun lalu bangkit dari tidur nya, kepala nya sudah tidak terasa pusing akan tetapi mata nya masih terasa berat. Pak Wagiman pelan pelan melangkah keluar dari kamar nya dan dia akan berjalan keluar dari bangunan gedung tempat tinggalnya.


Saat sampai di ruang tamu sang pelayan mansion utama masih duduk menunggu Pak Wagiman dan ditemani oleh pegawai laki laki yang tadi membukakan pintu. Mereka berdua lalu bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan di belakang Pak Wagiman untuk menemui Nyonya William.


Mereka bertiga masuk ke dalam mansion utama lewat pintu samping. Akan tetapi hanya Pak Wagiman yang terus berjalan masuk ke dalam untuk menemui Nyonya William.


Beberapa saat kemudian Pak Wagiman sudah berada di ruang keluarga di mana Nyonya William, Tuan William dan Dealova masih duduk di sofa yang ada di ruang keluarga itu.


“Maaf Tuan, Nyonya saya tidak bisa membawa pulang Nona Ixora. Dia sedang sibuk, itu tugas nya yang sudah rapi dicoret coret oleh Dosen nya jadi Nona Ixora harus beneri lagi.” Ucap Pak Wagiman yang berdiri dengan sopan dan takut takut saat sudah masuk ke dalam ruang keluarga


“Hah, dosen kurang kerjaan kenapa main coret coret!” saut Nyonya William dengan nada tinggi


“Itulah Nyonya, saya sampai pusing. Kasihan Nona Ixora padahal sudah mengetik rapi dan banyak. Malah dicoret coret, Nona Ixora jadi tidak bisa libur dan harus lembur.” Sambung Pak Wagiman dengan ekspresi wajah tampak sedih ikut prihatin pada Ixora.


“Tidak menghargai kerja orang saja.” Ucap Nyonya William ikut menanggapi Pak Wagiman dan Pak Wagiman tampak mengangguk angguk setuju.


Namun tiba tiba


“Jangan jangan itu hanya akal akalan Ixora, agar tidak pulang dan tidak lagi bisa bertemu Carol.” Ucap Nyonya William sambil menatap suami nya.


“Padahal kita sudah buat jadwal untuk ke villa dengan keluarga Alfredo besok.” Ucap Nyonya William selanjutnya


“Terus batal kita ke villa nya Ma?” tanya Dealova sambil menatap Sang Mama


“Aku padahal sudah bilang ke Olin dress code yang dipakai besok.” Ucap Dealova lagi dengan nada kecewa.


“Coba Mama hubungi Ixora lagi!” perintah Tuan William sambil menatap isterinya. Sedangkan Pak Wagiman yang masih berdiri ekspresi wajah nya terlihat semakin takut


“Nyonya saya tidak dipecat kan?” tanya Pak Wagiman sambil menatap Nyonya William yang sedang mengubah posisi duduk nya.

__ADS_1


“Tunggu dulu, duduk dulu kamu.” Ucap Nyonya William dan Pak Wagiman pun melangkah dan turut duduk di salah satu sofa yang ada di dalam ruang keluarga itu.


__ADS_2